http://ppm-manajemen.ac.id/wp-content/themes/ppmCorporate
  • February  2016
    Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
       
    1 2 3 4 5 6 7
    8 9 10 11 12 13 14
    15 16 17 18 19 20 21
    22 23 24 25 26 27 28
    29  
  • PPM Talent Fair 2015 (7-11 Des 2015)
    PPM School of Management kembali mengadakan acara “Talent Fair 2015” untuk membuka peluang kerja bagi para mahasiswa tingkat akhir dan lulusan S1/S2 dengan melibatkan perusahaan-perusahaan ternama. Acara ini akan diselenggarakan selama 4 hari dengan rangkaian kegiatan berupa Seminar Teknik Pembuatan CV, Seminar Wawancara Kerja, Simulasi Wawancara Kerja, Tata Rias & Busana Kerja,Talent Mapping Assesment, Drop CV, Walk-in Interview. Acara tersebut terbuka untuk umum (mahasiswa tingkat akhir dan lulusan S1/S2), dimana para pencari kerja dapat memanfaatkan peluang kerja yang ditawarkan oleh lebih dari 30 perusahaan, di antaranya: (more...)

    The 4th PPM Case Symposium “Transfering Knowledge and Insight to The Right Business and Management Decision”
    Penggunaan kasus Manajemen sebagai metode pembelajaran dalam dunia pendidikan, perusahaan, dan organisasi merupakan salah satu cara efektif dan bersifat holistic. Kasus Manajemen memaparkan realita permasalahan bisnis yang dihadapi perusahaan sehingga dapat membantu mengasah ketajaman mahasiswa/anggota organisasi untuk situasi tersebut. The 4th PPM Case Symposium merupakan wadah bagi pengenalan, pengembangan, serta penggunaan kasus Manajemen di perguruan tinggi, perusahaan, maupun organisasi. Melalui symposium ini peserta mendapatkan pengetahuan dan perkembangan terkini mengenai kasus yang bervariasi dalam berbagai pandangan. (more...)

    Kasus Alfamart Digelar di PPM School of Management
      Adalah RC-CCH (Research Center and Case Clearing House) milik PPM School of Management membesut The 6th PPM Business Case Competition, diselenggarakan pada Kamis, 3 Desember 2015 di Auditorium Gedung Bina Manajemen B - PPM Manajemen. Ini merupakan wadah dimana para eksekutif dapat memperoleh berbagai gagasan inovatif dan orisinal dari lingkungan akademis. Business Case Competition (BCC), adalah event kompetisi tahunan. Di tahunnya yang keenam ini BCC mengusung tema On ‘Bee’coming The Leader of Indonesian Retail Industry” dan mengandeng PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) seraya mengajak peserta kompetisi yang mahasiswa S1 dari seluruh Indonesia ini untuk menyelesaikan kasus dari Alfamart. Kompetisi ini dibuat untuk mengasah kemampuan penerapan konsep ilmu pengetahuan dalam aplikasi kasus yang berasal dari dunia kerja/ praktek; mengasah kemampuan analisis, kesimpulan dan rekomendasi yang merangsang kreativitas dari para calon Sarjana; meningkatkan wawasan melalui interaksi dengan peserta dari seluruh Indonesia; menyajikan hasil pemikiran pada dewan juri yang mewakili kalangan bisnis dan akademisi terkemuka. Sedangkan bagi Alfamart sendiri, akan membawa manfaat untuk meningkatkan brand image di kalangan mahasiswa sarjana, akademisi dan praktisi di Indonesia. Peserta tidak hanya diuji melalui ketajaman analisa tertulis namun juga akan diuji melalui serangkaian sesi debat di antara finalis, serta presentasi di depan para praktisi bisnis dan akademisi dalam mempertahankan ide-idenya. Total terdapat 105 tim dari 36 Universitas yang berbeda mendaftar mengikuti The 6th BCC. Hal ini menunjukkan bahwa kompetisi ini sangat diminati oleh para mahasiswa S1 seluruh Indonesia. Mereka membentuk tim yang terdiri dari 3 orang untuk menyampaikan ide-ide yang bukan hanya inovatif, namun juga strategis yang dapat menjadikan Alfamart unggul dari para pesaing. Disesi Final (03/12) 12 tim finalis yang berasal dari Binus University (3), Prasetiya Mulya Business School (3), Universitas Surabaya (2), Universitas Padjadjaran (1), Institut Teknologi Bandung (1), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (1), PPM School of Management (1) beradu argumen dihadapan dewan juri demi mempertahankan solusi yang dibawa untuk menangani kasus yang dikompetisikan. Pada akhirnya The 6th BCC ini menghasilkan, tim Binus University ditahbiskan sebagai Juara 1, disusul dengan Prasetiya Mulya di posisi ke-2, dan ITS sebagai juara 3. Sedangkan Universitas Surabaya menempati ranking ke-4 dan Binus University lainnya di posisi 5. Adapun tim debat terbaik diraih Univeristas Surabaya dan tim tanya-jawab terbaik diraih Prasetya Mulya. Selamat buat para juara! RIF/XII/15 #PPMmanajemen  

    The 6th PPM Regional Business Case Competition: Sumbangsih Akademisi untuk Pelaku Industri
      Dengan dijadikannya program Tol Laut dan sektor maritim menjadi program utama pemerintahan saat ini, bisnis logistik di Indonesia tumbuh semakin pesat sehingga membutuhkan dukungan pengembangan infrastruktur, integrasi pusat transportasi dan distribusi, serta penyediaan sumberdaya manusia (SDM) logistik yang andal. Sejalan dengan itulah PPM Regional Business Case Competition (RBCC) keenam digelar.  Adalah ajang kompetisi analisis kasus bisnis Tingkat Regional (ASIA) dengan mengangkat kasus bisnis dari perusahaan-perusahaan lokal terkemuka di Indonesia. RBCC diadakan atas prakarsa Research Center and Case Clearing House (RC-CCH), sebuah divisi strategis PPM School of Management (PPM SoM) yang kesehariannya membawahi tugas riset, dan menggiatkan penulisan kasus bisnis tidak hanya untuk kalangan internal PPM SoM, pun untuk kalangan pendidikan dilingkup nasional dan regional. PT. Samudera Indonesia Tbk yang merupakan perusahaan publik dan bergerak dalam bidang pelayaran, transportasi serta logistik, rela ‘rahasia’nya diangkat sebagai kasus dalam perhelatan RBCC kali ini. Ini menjadi bukti bahwa pemain besar dalam kepelabuhanan di Indonesia ini peduli pada kemajuan bangsa serta berkontribusi aktif pada perkembangan dunia pendidikan tanah air. Dalam ajang ini, mahasiswa Magister Manajemen (MM dan setara) dari berbagai perguruan tinggi menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang mereka serap sepanjang studi untuk berkompetisi dalam hal kualitas analisis, sintesis dan presentasi kasus bisnis yang belum pernah dipublikasikan. Tahun ini peserta yang mendaftar sebanyak 74 tim, setelah ‘disaring’ maka 12 tim berhak masuk final dan berdebat seru mengemukakan konsepnya di depan dewan juri (19/11). Hasilnya, University of The Philippines Baguio menjuarai The 6th RBCC ini, disusul oleh PPM SoM ditempat ke-dua, lalu perwakilan dari ITB mengisi tempat ke-tiga, adapun peringkat ke-empat kembali diisi oleh tim dari PPM SoM. Sejauh ini RC-CCH telah banyak menghasilkan kasus bisnis yang bercita rasa lokal, namun tetap mengacu pada perubahan yang terjadi di dunia bisnis global. Kasus bisnis tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan ajar, baik dalam ranah pendidikan formal, maupun dalam beragam pelatihan manajemen yang tidak hanya dimanfaatkan oleh PPM SoM namun oleh entitas pendidikan manajemen lainnya, baik nasional maupun internasional. Selamat buat para pemenang! RIF/XI/15

    Wisuda PPM 2015: Corporate Governance dalam Era Persaingan Global

    Kamis, 22 Oktober 2015. Discovery Hotel & Convention Ancol. Sekolah Tinggi Manajemen PPM atau biasa disebut PPM School of Management (PPM SoM) kembali mencetak para agen perubahan, agen yang membawa perubahan dimana pun mereka berkarya dan senantiasa proaktif dalam membangun peradaban Tanah Air.

    Total terdapat 231 wisudawan wisudawati terdiri dari 59 Strata 1 yang berisi 7 Sarjana Akuntansi Bisnis dan 52 Sarjana Manajemen Bisnis. Juga jenjang Strata 2 sebanyak 172 wisudawan/i, yakni 33 Magister Manajemen (MM) dari Program MM Eksekutif, 58 MM dari Program Wijawiyata Manajemen dan 81 MM Wisudawan dari  Program MM Eksekutif Muda.

    Wisuda kali ini mengangkat tema Tantangan Mewujudkan Corporate Governance dalam Menghadapi Persaingan Global. Senada dengan itu pada perhelatan Wisuda kali ini, Sekolah Tinggi Manajemen PPM menghadirkan Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika RI yang juga Alumni STM-PPM. Beliau berbagi kepada Wisudawan mengenai kiprahnya mengemban tugas di Tanah Air sembari memaparkan pentingnya good corporate governance.

    Perusahaan dituntut untuk tangguh agar bisa bertahan dalam persaingan, terlebih dalam era persaingan global ini, dimana batas-batas negara tidak lagi menjadi penghalang untuk berkompetisi, yang menyebabkan beratnya persaingan karena negara asing bebas bermain di dalam negeri. Good Corporate Governance (GCG) dirasa menjadi senjata ampuh untuk dapat memenangkan persaingan. GCG diperlukan untuk menciptakan sistem dan struktur perusahaan yang kuat sehingga mampu menjadi perusahaan kelas dunia.

    GCG pada dasarnya merupakan suatu sistem (input, proses, output) dan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholders) demi tercapainya tujuan perusahaan. GCG dimaksudkan untuk mengatur, malah lebih jauh untuk membuat rencana strategis perusahaan. Tapi tak bisa dipungkiri faktor pemimpin juga menjadi kunci dalam menjalankan GCG.

    Pemimpin jadi sangat penting demi memetakan dan menyusun rencana bisnis jangka panjang yang efektif, dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan skenario yang akan terjadi dalam situasi ketidakpastian yang dinamis. Untuk itulah para lulusan STM-PPM dipersiapkan tidak berhenti pada agen perubahan tetapi menjadi seorang pemimpin perubahan.

    Dr. Alexander Liang, Ketua STM-PPM dalam pidatonya seraya mengingatkan, dewasa ini maupun di hari-hari mendatang, kita menghadapi berbagai ketidakpastian dan berbagai gejolak dalam berbagai bidang kehidupan. Kondisi seperti sekarang ini belum pernah ada di dalam sejarah peradaban kita. Jim Collins – penulis buku terkenal “Build to Last”, dalam suatu artikel dengan jelas menggambarkan situasi sekarang ini “In this era of dramatic change, we’re hit from all sides with loopsided perspectives that urge us to hold nothing sacred, to “re-engineer” and dynamite everything, to fight chaos with chaos, to battle a crazy world with total, unfettered craziness. Everybody knows that the transformations facing us—social, political, technological, economic—render obsolete the lessons of the past”.

    Kita semua menyadari bahwa saat ini sedang berhadapan dengan transformasi yang terjadi di bidang sosial, politik, teknologi, ekonomi, dan melupakan pelajaran-pelajaran yang ada dimasa lalu.

    Pertanyaannya adalah, bagaimanakah suatu perusahaan dapat merespon dengan tepat terhadap perubahan yang dramatik? Perusahaan-perusahaan yang mampu bertahan dan meningkatkan kinerjanya secara konsisten, dalam jangka waktu yang panjang meskipun menghadapi berbagai krisis yang disebut oleh Jim Collins sebagai “visionary companies”.

    Sejatinya yang dicetak oleh STM PPM adalah insan-insan yang soft competencies-nya prioritas dikembangkan, antara lain; Self Confidence; Relationship Building; Team Leadership; dan Passion for Growth.

    Selamat mewarnai Indonesia para pemimpin perubahan. RIF/X/15

    Tulisan terkait:

    - Praktik GCG dan Etika Bisnis Untuk Menangkan Persaingan http://kominfo.go.id/index.php/content/detail/6274/Pidato+Ilmiah+Menkominfo+di+depan+wisudawan+Sekolah+Tinggi+Manajemen+PPM/0/berita_satker#.Vi2VUyuPVGB

    -Sekolah Tinggi Manajemen PPM Wisuda 231 Mahasiswa di Ancol http://www.koranmetro.com/read/2015/10/21/1/17476/1/Sekolah.Tinggi.Manajemen.PPM.Wisuda.231.Mahasiswa.di.Ancol