Tantangan Inklusi Keuangan Di Indonesia

EDI PREMONO
Odoo CMS - a big picture

Berdasarkan data yang dicantumkan di post sebelumnya, kepemilikan akun layanan perbankan memang meningkat signifikan. Namun hal tersebut tidak bisa menjadi tolak ukur utama peningkatan inklusi keuangan Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa, Indonesia memiliki tantangan tersendiri dalam meningkatkan inklusi keuangan.

Pertama, kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau lebih dari 17.500 pulau menyebabkan akses perbankan dari dan ke masyarakat menjadi sulit. Kondisi sangat kontras dengan negara Asia lainnya seperti Singapura atau Tiongkok dengan kondisi geografis yang didominasi oleh daratan.

Tantangan yang kedua terkait dengan biaya operasional perbankan yang tidak murah. Biaya ini tentu semakin tinggi ketika perbankan perlu untuk memberikan akses layanan keuangan ke penduduk Indonesia di wilayah yang terpencil. Tidak hanya biaya operasional, infrastruktur daerah yan belum terbangun secara merata juga turut menjadi salah satu faktor yang menyulitkan penyediaan akses perbankan di pedalaman Indonesia.

Ketiga, tingkat literasi finansial yang masih rendah juga menjadi salah tantangan inklusi keuangan Indonesia. Menurut OJK, tingkat literasi keuangan Indonesia masih berkisaar pada angka 30%. Angka ini tergolong rendah apabila dibandingkan dengan negara tetangga Thailand sebesar 78%, Malaysia sebesar 81%, dan Singapura sebesar 96%.