Digital Banking

EDI PREMONO
Odoo CMS - a big picture

Sekitar tahun 2000an, perbankan di Indonesia mulai memberikan fasilitas SMS banking dan Internet banking yang memberikan kemudahan bagi para nasabahnya untuk melakukan transaksi. Misalnya, pengiriman dana, cek saldo dan pembayaran tagihan. Selain memberikan kemudahan transaksi, layanan ini juga memberikan layanan notifikasi terhadap batas waktu pembayaran tagihan dan aliran dana masuk maupun keluar.

Pada era digital banking, layanan-layanan di atas kemudian dikembangkan dengan satu nilai tambah yang sangat penting: personalisasi.

Dengan bantuan data intelligence, digital banking kini mampu untuk memberikan berbagai informasi yang memberikan nilai tambah bagi nasabah dalam mengatur transaksi keuangan dan portofolio investasi. Contohnya, pola penggunaan uang tiap nasabah. Melalui pola yang terbaca oleh aplikasi digital banking, nasabah akan menerima rekomendasi terhadap baik tidaknya penggunaan dana. Contoh lainnya adalah profil bauran konsumsi dan perencanaan keuangan terhadap proses pencapaian target akumulasi dana tertentu. Salah satu contohnya adalah fitur dream saver dari Jenius. Dalam hal investasi, aplikasi digital banking juga dapat memberikan rekomendasi instrument investasi berdasarkan profil risiko nasabah.

Dengan personalisasi yang mengarah pada personal financial performance, digital banking pada akhirnya mampu memberikan solusi keuangan nasabah yang selama ini belum dapat terakomodir oleh perbankan konvensional.