Ibadah Syukur 100 Tahun dan Peluncuran Buku TB Simatupang

EDI PREMONO

Jenderal TB Simatupang adalah sosok Pahlawan Nasional pemikir, nasionalis, dan memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat. Beliau telah memberikan sumbangsih luar biasa pada bangsa Indonesia, dalam ketahanan negara, keagamaan dan pendidikan.  

Pada 1 Januari 1990, Jenderal TB Simatupang, menghadap sang Pencipta. Untuk mengenang kembali Bapak TB Simatupang, para kolega, sahabat, dan keluarga, berkumpul bersama mengikuti Ibadah Syukur 100 Tahun TB Simatupang di Grha Oikoumene, Jakarta, Selasa (28/1), yang dipimpin oleh Majelis GKI Kwitang. Pada kesempatan itu, sejumlah tokoh turut menyampaikan testimoni. 

Odoo CMS - a big picture

PPM Manajemen sebagai Manajemen Lembaga Terintegrasi sangat cocok dengan prinsip Jenderal TB Simatupang, beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Pertama Yayasan PPM. Maka dari itu PPM Manajemen sangat mengapresiasikan karya Jenderal TB Simatupang dengan menerbitkan buku beliau yang berjudul “Membuktikan Ketidakbenaran Suatu Mitos”. Pada saat Ibadah Syukur mengenang 100 tahun wafatnya Jenderal TB Simatupang, sebanyak 1000 eksemplar diberikan kepada keluarga Jendral TB Simatupang yang diberikan secara simbolis oleh Prof. Bramantyo Djohanputro, M.B.A., Ph.D., QIA, CRMP ; Ir. Tjahjono Soerjodibroto, MBA dan Ir. Mangiring L. Toruan, MBA, MM.

Sekretaris Umum PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty menyampaikan rasa syukur karena dapat merayakan 100 Tahun Jenderal TB Simatupang. “Dia adalah prajurit, intelektual, yang gagasannya memberi sumbangsih tidak hanya bagi TNI, tetapi juga gereja.”

Odoo CMS - a big picture

Mantan Presiden WCC (World Council of Churches) yakni Pdt. Dr. SAE. Nababan mengatakan bahwa, “TB Simatupang berhasil memberikan contoh pemikiran bahwa perjuangan keadilan, perjuangan kemerdekaan, dan perjuangan mewujudkan kemakmuran adalah bagian dari Injil. TB Simatupang juga menggugah para pendeta, para teolog di Indonesia ini untuk bangkit memperluas wawasan, dan kerjasama lintas agama. Sedangkan pada tingkat dunia, dia menekankan bahwa semua bangsa adalah sama."

Sementara itu, Prof. Emil Salim mengatakan “Ketika Jendral Sudirman meninggal, Presiden Soekarno menunjuk Jenderal TB Simatupang sebagai penggantinya. Padahal tahun 50an usianya belum sampai 30 tahun, tetapi sudah memikul tanggung jawab yang tinggi. Juga memiliki semangat juang tinggi. Jenderal TB Simatupang juga tidak tergoda untuk memanfaatkan kekuasaan demi kepentingan pribadi. Dalam perjalanan hidupnya, beliau banyak menemui tokoh-tokoh besar, salah satunya Bung Karno, tetapi tetap memelihara integritas.” 

Odoo CMS - a big picture
Odoo CMS - a big picture