Digital Identity

EDI PREMONO
Odoo CMS - a big picture

Sejak 2016, Bank Indonesia telah mencanangkan Penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital dalam rangka mendukung tercapainya keuangan inklusif di Indonesia. Guna menjamin keberlanjutan layanan keuangan digital, terdapat beberapa faktor pendukung yang diperlukan dalam menyokong penyelenggaraan layanan keuangan digital.

Digital identity menjadi salah satu faktor utama yang perlu dipenuhi. Sebelumnya, ketika sistem perbankan masih berjalan secara manual, kehadiran fisik dan kontak secara tatap muka menjadi hal yang mengonfirmasi you are who you are, bahwa Anda benarlah diri Anda. Proses ini juga lazim dilakukan dengan memperlihatkan KTP ataupun kartu identitas lainnya.

Dalam layanan perbankan digital, dimana kehadiran fisik digantikan oleh kontak secara virtual, digital identity menjadi hal yang krusial. Sejauh ini, kebanyakan perbankan digital menggunakan PIN atau Alphanumeric Password sebagai alat untuk memverifikasi identitas pengguna. Beberapa layanan keuangan digital lainnya telah menggunakan pendekatan lain dalam proses verifikasi identitas, yaitu menggunakan data biometrik. Misalnya melalui pemindaian sidik jari ataupun retina. Menggeser verifikasi manual, berbagai cara ini menjadi langkah untuk memverifikasi identitas Sobat PPM.

Dengan ini, diharapkan proses verifikasi nasabah perbankan digital menjadi semakin aman dari ancaman hackers dan memberikan kemudahan pengguna dalam mengakses akun perbankan digital mereka.