4 Jenis TekFin yang Berkembang di Indonesia

EDI PREMONO
Odoo CMS - a big picture

Seiring dengan kemajuannya, teknologi digital mulai memasuki beragam ranah industri, industri keuangan salah satunya. Salah satu bentuk kolaborasi teknologi digital dan keuangan yang kita kenal adalah Teknologi Finansial (tekfin). Sebuah platform digital yang mengakomodir kebutuhan layanan industri keuangan, baik bagi layanan perbankan maupun layanan keuangan non bank.

Menurut Bank Indonesia, ada 4 jenis tekfin yang berkembang di Indonesia saat ini yaitu peer to peer lending, market aggregator, risk and investment management dan payment, settlement, and clearing. Jumlah jenis tekfin ini tidak bisa dipukul rata di setiap negara. Perkembangan jenis tekfin ini ditentukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan permasalahan keuangan apa yang ingin diselesaikan.

Di Indonesia sendiri, 4 jenis tekfin yang berkembang ini bukanlah tanpa alasan. Dengan adanya tekfin ini diharap bisa meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia yang secara langsung akan berhubungan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan, berdasar survei yang dilakukan tahun 2016, tingkat literasi keuangan di Indonesia hanya sebesar 29,66% dengan tingkat inklusi keuangan sebesar 67,82%. Dari data tersebut, bisa dilihat bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum bisa mengelola keuangan dengan melibatkan layanan perbankan maupun non bank untuk tujuan jangka panjang. Begitu pun dengan jumlah masyarakat Indonesia yang masih berstatus unbanked-tidak bisa mendapatkan layanan perbankan.

Dengan adanya tekfin, yang memudahkan masyarakat mendapatkan akses layanan keuangan dan memberikan peluang lebih besar pada masyarakat untuk mendapatkan sumber dana maupun layanan perbankan, target peningkatan inklusi keuangan Indonesia pun bisa tercapai.