Menemukan Senjata Ampuh untuk Lawan Disrupsi

FLORA FEBRIANINDYA

Inovasi menjadi kunci bagi Apple saat perusahaan ini nyaris bangkrut. “Solusi bagi Apple bukanlah pengurangan biaya. Namun mengambil jalan keluar yang inovatif bagi kesulitan yang dihadapi saat ini,” ungkap Steve Jobs saat kembali ke Apple setelah absen selama 12 tahun. Begitu masuk, Jobs langsung ngebut menggagas beragam inovasi dan menyelamatkan Apple yang hampir terpuruk.

Mari lihat apa yang terjadi pada LEGO. Sejak tahun 1960-an, LEGO menjadi salah satu mainan paling populer dengan sebaran penjualan lebih dari 40 negara. Mainan ini begitu digemari karena membuat anak-anak lebih kreatif dalam merancang suatu bentuk sesuai imajinasinya. Namun, awal tahun 2000 LEGO terguncang karena penjualannya menurun drastis dan popularitasnya merosot tajam. Perusahaan kesulitan untuk mengontrol biaya, ditambah dengan sistem pemasaran dan keuangan yang kacau. LEGO pun terus merugi.

Setelah melakukan berbagai perbaikan internal seperti pengurangan pegawai dan restrukturisasi, CEO baru LEGO Jørgen Vig Knudstorp berinovasi dengan membuat jargon ‘back to the brick’. LEGO memadukan langkah inovasi sekaligus fokus pada produk awal mereka dengan meluncurkan produk Legends of Chima, Ninjago, juga LEGO Friends. Bahkan film The Lego Movie menjadi salah satu film terlaris di tahun 2014.

Urgensi berinovasi memang harus melekat sebagai kebutuhan organisasi. Bertumbuhnya kebutuhan dan tren terkini yang terus bergerak membuat organisasi tak boleh lengah untuk terus mencari titik inovasi yang berkelanjutan. Inovasi dimaknai sebagai pembuka jalan yang mendorong sistem operasi yang lebih efektif dan efisien, sekaligus meningkatkan engagement dengan pelanggan melalui produk yang superior dan layanan prima.

Dalam jangka panjang, inovasi berperan sebagai ‘multivitamin’ bagi organisasi dengan meningkatkan daya tahan perusahaan terhadap gempuran persaingan dan disrupsi. Inovasi telah menjadi amunisi penting yang tak terbantahkan, dan perusahaan dituntut untuk menjadi lebih inovatif. Oleh karena itu, hal pertama yang kemudian menjadi penting untuk dipahami adalah: seberapa inovatifkah perusahaan Anda saat ini?

Untuk mempertajam misi menjadi perusahaan yang inovatif, PPM Manajemen merancang sebuah program khusus berjudul “A Secret Weapon to Conquer Disruptive Era” pada tanggal 25-26 Juli 2018 di Jakarta. Program ini dirancang khusus bagi tim R&D perusahaan, Product Development, Business Development, Knowledge Management, juga Innovation Division untuk mampu merancang roadmap inovasi yang cerdas dan terukur.

Disampaikan dengan metode menarik experiential learning, program ini sesuai bagi perusahaan BUMN yang perlu mengelola inovasi dengan baik, sebagaimana menjadi salah satu tata nilai KPKU yang harus dipenuhi. Program ini juga sangat cocok bagi perusahaan swasta yang ingin memulai dan meningkatkan potensi inovasi di perusahaannya secara efektif dan berkelanjutan.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini, silahkan menghubungi kami melalui:

Tajudin/Galuh

Telepon: 021-31909224 atau 021-2300313 Ext. 2419/1119

Email: seminar@ppm-manajemen.ac.id / pme.ppm@gmail.com

Whatsapp: +62896-3734-4646