Jangan Sampai Karyawan Bekerja Benar di Jalan yang Salah

Dalam melakukan transformasi, menentukan arah perubahan menjadi hal yang begitu penting

FLORA FEBRIANINDYA




Transformasi Organisasi:
Jangan Sampai Karyawan Bekerja Benar di Jalan yang Salah
Odoo text and image block

Dalam melakukan transformasi, menentukan arah perubahan menjadi hal yang begitu penting. Visi dan misi adalah panduan sekaligus tujuan kemana organisasi melangkah. Karena itu, penetapan arah perubahan memerlukan pertimbangan yang sangat matang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Andi Ilham Said, Core Faculty PPM Manajemen pada acara Seminar SUKSES TRANSFORMASI ORGANISASI (21/11). Seminar ini memaparkan hasil riset PPM Manajemen mengenai model transformasi, dan membahas satu persatu elemen pendukung suksesnya transformasi organisasi tersebut, salah satunya mengenai arah bisnis visioner. “Visi yang salah membuat arah menjadi tidak terprediksi. Jangan sampai karyawan kita bekerja dengan benar di jalan yang salah,” jelas bapak yang akrab disapa Ais ini.

Lebih lanjut Ais memaparkan, untuk memetakan arah tujuan transformasi, perusahaan dipandang perlu untuk melakukan perenungan terkait arah tujuan seperti visi, misi, penetapan arena bisnis, juga nilai. Untuk mendapatkan visi, pimpinan perlu menjawab beberapa pertanyaan, antara lain mengapa usaha ini didirikan? Apa tujuan organisasi? Apa bisnis utama kita?

Odoo image and text block
Pernyataan lain yang perlu diurai adalah “akan kemanakah kita, dan bagaimana kita di masa depan?”. Hal ini bisa menjadi panduan langkah organisasi yang mengacu pada visi yang ingin dicapai. Dalam hal penetapan arena bisnis, yang perlu digali adalah di arena mana kita akan berbisnis, dan juga uraian mengenai pasar, konsumen, produk, geografi, teknologi dan distribusi yang sedang dan akan dijalani di masa depan.
Selanjutnya adalah ‘nilai’. Di tahapan ini, pimpinan perlu melibatkan karyawan dan juga mitra bisnis mengenai apa saja nilai-nilai yang diharapkan. Setelah nilai sudah didapat, perlu kemauan untuk memahami dan menjalankannya dalam bentuk sikap dan perilaku.

Mantan Direktur Utama PPM Manajemen inipun menutup pemaparannya dengan sebuah ilustrasi. “Ibarat sebuah perahu yang sedang terombang-ambing di lautan. Janganlah menjadi pemimpin yang sibuk menstabilkan perahu di tengah ombak. Jadilah pemimpin yang berani mengambil langkah, mau berupaya menuju pulau yang mana?” tutupnya. (FLO).

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.