Experiential Learning Keliling Desa di Borobudur untuk Eselon 1 dan 2 Setjen DPR

FLORA FEBRIANINDYA
 Odoo CMS - a big picture

Pengetahuan tentang kepemimpinan tak selalu dipelajari dengan duduk di kelas dan penjelasan satu arah. Seperti para pejabar Eselon 1 dan 2 Sekretariat Jenderal DPR RI ini, yang bekerjasama dengan PPM Manajemen mewujudkan pelatihan kepemimpinan dengan metode experiential learning berbasis pengalaman yang seru sekaligus penuh insight. Berlokasi di desa-desa sekitar Candi Borobudur Magelang, acara berlangsung sukses dan menyenangkan!

Acara dibuka oleh Sekjen DPR Bapak Indra Iskandar pada Jumat (21/09) malam, berlokasi di Plataran Borobudur Hotel, Jawa Tengah. Selanjutnya instruktur PPM Manajemen Dr. Maharsi Anindyajati, M.Psi melakukan tes yang menggambarkan kepribadian para peserta dan pola kepemimpinan yang dilakukan berdasarkan kepribadian tersebut. Dari sana, para peserta mengetahui apa saja kekurangan dan kelebihan gaya memimpin yang selama ini dilakukan.

Odoo CMS - a big picture

Selanjutnya pada Sabtu (22/09) pukul 04.00 pagi, para peserta disiplin berkumpul untuk menyaksikan sunrise di Punthuk Setumbu. Lokasi ini menjadi salah satu destinasi populer di Magelang karena menjadi tempat shooting film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) 2. Lokasinya memang sangat indah dan sempurna untuk menyaksikan matahari terbit.

Odoo CMS - a big picture

Selanjutnya, peserta melanjutkan trekking ke Rumah Doa Bukit Rhema, atau yang populer disebut dengan Gereja Ayam. Di sini, peserta mendengarkan cerita dari William Wenas, putra dari Daniel Alamsyah pendiri Rumah Doa Bukit Rhema. William bercerita bagaimana awal ayahnya mendirikan bangunan ini dari nol, visi misi pembuatannya, serta bagaimana rumah doa ini turut menggerakkan perekonomian warga. “Kami menggandeng warga sekitar untuk setiap aktivitas yang dilakukan di Rumah Doa,” kata William. William juga menekankan jika Rumah Doa ini diperuntukkan untuk pemeluk seluruh agama.

Odoo CMS - a big picture

Selesai aktivitas di Rumah Doa, sederet kegiatan lainnya sudah menunggu. Para peserta dari Sekretariat Jenderal DPR-Ri ini diminta untuk berganti seragam tradisional berupa surjan yang dipadankan dengan udeng batik di kepala. Motif bunga yang semarak dan model pakaian yang khas membuat peserta semakin antusias mengikuti rangkaian program selanjutnya yaitu mengelilingi desa-desa wisata di sekeliling Candi Borobudur.

Odoo CMS - a big picture
Odoo CMS - a big picture

Deretan VW Safari beraneka warna sudah menunggu untuk kemudian mengantar peserta ke destinasi pertama: Desa Candirejo. Setibanya di titik kumpul, peserta berganti armada dengan menggunakan andong untuk berkeliling desa menuju ke beberapa lokasi yang diminta. Peserta diminta untuk mengunjungi rumah masyarakat pembuat keripik slondok, juga melihat langsung pembuatan tempe. Keduanya merupakan industri rumahan yang masih dilakukan secara tradisional oleh masyarakat.

Peserta yang telah dibagi menjadi kelompok juga diminta untuk belajar memainkan gamelan sesuai arahan dan membentuk harmonisasi suara yang selaras memainkan lagu tradisonal. Ada pula titik keempat yang dikunjungi yaitu praktik membuat gerabah dan menyaksikan pertemuan delta 3 sungai yaitu sungai Progo, Belan dan Sileng. Peserta diminta membuat sebuah karya gerabah yang membutuhkan ketelitian dan keluwesan dalam pembuatannya.

Odoo CMS - a big picture
Odoo CMS - a big picture

Dari seluruh lokasi ini, peserta diharapkan memetik pembelajaran dari setiap lokasi yang didatangi. Peserta juga tampak aktif berinteraksi langsung dengan orang-orang yang mereka temui seperti kusir andong, supir VW, juga para pengusaha rumahan mengenai potensi dan kondisi desa. Kekompakan dan dinamika tim makin terasah dan diharapkan dapat terus bertahan melalui kegiatan ini.

Acara dilanjutkan di Balkondes Karanganyar untuk makan siang dan sharing session bersama Timbul Raharjo, perupa asal Yogyakarta yang dikenal dengan panggilan ‘Doktor Gerabah’. Timbul berkisah bagaimana ia mampu mempertahankan bisnis gerabah di Yogyakarta untuk terus bertahan di tengah tren yang senantiasa bergerak. Konsistensi sekaligus inovasi menjadi kunci yang dijalankannya untuk terus melestarikan gerabah, bahkan membawa gerabah ke level yang lebih tinggi dan diekspor ke mancanegara.

 Odoo CMS - a big picture

Selesai kegiatan di Balkondes Karanganyar, VW Safari kemudian mengantarkan peserta ke Rumah Kamera dan Balkondes Majaksingi yang letaknya bersebelahan. Di Rumah Kamera, peserta diminta untuk naik ke lantai tertinggi bangunan dan menuliskan komitmen nyata untuk Indonesia pada gembok cinta yang telah diberikan. Gembok ini kemudian dikunci dan disematkan pada tempat yang telah disediakan. Peserta juga diminta untuk berswafoto dengan latar belakang pucuk Candi Borobudur.

Odoo CMS - a big picture

Sebagai destinasi terakhir, peserta berkumpul kembali di Balkondes Wanurejo untuk pemaparan rangkuman kegiatan dan hasil observasi dari kegiatan sehari penuh. Experiential learning yang singkat namun padat bagi para pejabat di lingkungan Setjen DPR RI ini diharapkan dapat memberikan efek positif yang berdampak langsung pada interaksi sehari-hari, kepemimpinan yang unggul serta kekompakan yang semakin terasah untuk terus memajukan organisasi.

Acara inipun mendapatkan apresiasi positif. “Acara ini sangat baik sebagai sarana penguatan kepemimpinan, menambah wawasan dan pengetahuan, mengetahui situasi daerah dengan kehidupan sederhana, bersatu, komunikatif, saling percaya, inilah modal yang bisa didapat oleh kami untuk memimpin organisasi,” jelas Ignatius Bambang Rudi Anto yang turut menjadi peserta experiential learning. “Narasumber sangat bagus, lingkungan bagus, panitia mumpuni dan solid, sebagai ajang silaturahmi sangat bagus,” ungkap pria yang menjabat sebagai Inspektur 2 Setjen DPR RI ini.

Odoo CMS - a big picture