Cerdas Memanfaatkan Data untuk Memaksimalkan Pasar

FLORA FEBRIANINDYA
Odoo image and text block

 


Luasnya data yang dimiliki oleh platform aplikasi membuat mereka leluasa untuk menyajikan data rinci hingga ke ranah individu.

 

“Kondisi pasar kini berubah. Dari yang sebelumnya B2B dan B2C, kini menjadi C2B atau consumer to business, dan bahkan C2C, consumer to consumer. Jadi strategi pasar harus disesuaikan dengan kondisi ini, termasuk dengan memanfaatkan Big Data,” kata Reni Lestari Razaki, Direktur Jasa Pengembangan Eksekutif PPM Manajemen pada Rabu (28/02) pagi.

Big data sesungguhnya bukanlah sesuatu yang baru. Namun sistem pengolahan data saat ini semakin baik dan akurat, sehingga menyuguhkan terobosan dalam menata kembali potensi dan karakter pasar. Seperti yang disampaikan Komisaris Dattabot, Tjahjono Soeryodibroto. “Gojek bukan sekedar menghadirkan ojek berbasis aplikasi. Namun Gojek menghimpun data customer dengan lebih akurat. Misalnya mengenai penyakit seseorang melalui data valid dari obat apa saja yang pernah mereka order melalui layanannya,” kata Tjahjono.

Luasnya data yang dimiliki oleh platform aplikasi membuat mereka leluasa untuk menyajikan data rinci hingga ke ranah individu. Misalnya mengenai karakteristik dan minat seseorang, yang bisa dianalisa melalui foto-foto yang diunggahnya di Instagram. “Bukan lagi hanya data, tapi bukti transaksional seseorang,” jelas Tjahjono saat mengisi acara seminar Memanfaatkan Big Data untuk Membangun Perusahaan Berorientasi Pasar di PPM Manajemen.

Meskipun bergerak berdasarkan data, namun besarnya data yang dimiliki bukanlah jaminan jika implementasi Big Data berjalan maksimal. Kualitas data harus benar-benar diperhatikan. Seperti yang dijelaskan Market Development Director General Electric Indonesia Muliandy Nasution. Ditemui di seminar yang sama, Muliandy berpendapat jika memiliki data lebih banyak belum tentu lebih baik untuk organisasi. “Ini bukan tentang seberapa besar investasi Anda, namun seberapa bermanfaat dan berharga data tersebut. Jangan menghabiskan waktu untuk besar-besaran data!”.

Ditemui di tempat yang sama, Andy menekankan pentingnya memiliki data yang mampu mendatangkan value lebih bagi organisasi. Menurutnya, teknologi tak akan bermanfaat jika tak ada kelebihan yang dihasilkan. “Disebut Smart House, Smart City, namun selama tidak mampu dipergunakan dengan baik dan tidak bisa memberikan feedback yang efektif, buat apa?” jelas Andy.

(FLO)

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.