Anugerah Manajemen Indonesia 2018

ARIF RACHMAN
Odoo image and text block

PPM Manajemen menggelar Anugerah Manajemen Indonesia (AMI). Pada perhelatan pertamanya ini menggandeng Majalah SWA. Diikuti oleh 38 perusahaan yang berasal dari berbagai sektor industri. Tidak hanya BUMN, perusahaan swasta pun turut serta dalam Anugerah Manajemen Indonesia. Tema yang diusung dalam AMI pertama ini adalah "Transformasi Untuk Inovasi, Penambahan Nilai, dan Keberlanjutan Bagi Organisasi".


06-09 Maret 2018 AMI masuk tahap proses penjurian (in depth interview). AMI sendiri bersemangatkan memberikan penghargaan terhadap organisasi yang telah melakukan transformasi demi meningkatkan daya saingnya; mendorong perusahaan untuk keberhasilan transformasi; dan sebagai wadah bagi perusahaan untuk menunjukkan keberhasilan transformasi serta kinerjanya.

 

Penilaian dalam AMI 2018 merujuk pada model transformasi yang dibangun PPM Manajemen yang diluncurkan tepat bersamaan dengan perayaan HUT PPM Manajemen ke-50 pada Juli 2017 lalu. Model ini terdiri dari sembilan aspek. Pertama, yang dinilai pada AMI 2018 ini adalah menyoal Arah Bisnis Visioner. Dalam aspek ini, perusahaan dinilai bagaimana melakukan peninjauan terhadap visi perusahaan, terutama untuk tiga tahun terakhir.  

 

Penjelasan mengenai aspek ini didukung oleh data-data yang ada di perusahaan seperti visi lamanya dan perubahannya, kemudian wujud program sosialisasi visi tersebut di perusahaan, juga bukti bahwa visi baru dijadikan rujukan oleh organisasi, serta menghasilkan ide-ide yang baru.

 

Aspek yang kedua dalam penilaian AMI 2018 adalah Kesiapan Berubah. Dalam hal ini, organisasi dilihat kesiapannya dalam menghadapi lingkungan eksternal yang dinamis.  Hal ini diperkuat dengan adanya program perubahan yang disiapkan, disosialisasikan, disepakati, dipahami, diterima positif dan dijalan secara konsisten. Tak lupa juga, hasil dari program tersebut, apakah berjalan dengan baik atau mengalami kendala dalam pelaksanaannya.

 

Kemudian aspek yang ketiga adalah Orientasi Pasar. Organisasi dinilai pencapaiannya dalam peningkatan market share. Hal ini dilihat dari program peningkatan market share yang berfokus pada tiga pilar, yaitu pelanggan, pemasaran yang terkoordinasi, dan juga profitabilitas organisasi.

Odoo image and text block

Aspek yang keempat, Tanggap Terhadap Lingkungan Eksternal. Organisasi harus menjelaskan mengenai program yang sudah dilakukan dalam mengenali kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya, serta bagaimana menggunakannya dalam menghadapi tantangan dan ancaman lingkungan eksternal. Hal ini diperkuat dengan penjelasan strategi-strategi perusahaan yang didukung oleh sumber daya yang terintegrasi.

 

Pengelolaan operasi perusahaan dalam menciptakan keunggulan berdaya saing juga menjadi salah satu aspek penilaian. Aspek yang termasuk di dalam Operasi Prima (aspek kelima) ini dinilai dengan melihat penerapan program pengelolaan operasi dan evaluasinya.

 

Aspek selanjutnya, Kepemimpinan Yang Kuat. Ya, organisasi haruslah mempersiapkan pemimpin organisasi yang mampu menggerakkan semua sumber daya dan organ organisasi guna mencapai visi organisasi. Hal ini dapat dilihat dengan adanya program kaderisasi untuk mengisi posisi puncak dari internal dan proses uji kelayakan yang sesuai standar, juga pengoptimalan talent pool.

 

Aspek berikutnya menyasar  Insan Yang Kompeten. Pengelolaan sumber daya manusia untuk menciptakan keunggulan berdaya saing membutuhkan program pengembangan berbasis kompetensi yang baik sehingga terintegrasi dengan sasaran organisasi.

 

Lalu ada aspek Budaya Organisasi dan Manajemen Risiko, internalisasi nilai budaya di organisasi harus diperhatikan, pun manajemen risiko yang terimplementasi di semua lini dan proses bisnis demi keberlangsungan organisasi dan kelancaran proses transformasi organisasi.

 

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.