Tugas Berat Seorang Pemimpin, Menjadi Role Model (2)

Kualitas terpenting bagi seorang pemimpin adalah personal credibility sebagai fondasi suatu kepemimpinan. Pentingnya personal credibility seorang pemimpin ini dapat terwujud dengan adanya “trust” di dalam organisasi.

RATU ENENG KUSUMANINGRAT
Odoo image and text block




Oleh: Ratu Eneng Kusumaningrat – Trainer, Jasa Pengembangan Eksekutif PPM Manajemen

*Tulisan ini dimuat di Majalah SINDO WEEKLY No. 41, Tahun VIII, 9-15 Desember 2019, hlm. 50

Pada artikel sebelumnya (SINDO WEEKLY  No. 40 Tahun VIII), kita sudah membahas tentang pemimpin yang menjadi panutan. Artikel ini seraya menyambung artikel kemarin, kita bahas satu-satu apa saja yang bisa dilakukan oleh seorang pemimpin agar menjadi role model yang positif bagi timnya.


WALK THE TALK

Role model yang baik akan menjadi orang pertama yang melakukan apa yang dia harapkan dari anggota timnya. Ia menjalankan tugasnya penuh dengan integritas dan selalu berusaha mengakselerasi semangat anggota tim agar mampu berbuat lebih serta berkontribusi optimal.

Ia juga selalu menjaga konsistensi antara pernyataan dan perilaku. Sebab, saat ia menunjukkan sikap dan perilaku yang tidak sejalan dengan apa yang sudah diucapkan, kepercayaan sebagai elemen yang sangat kritis di dalam kepemimpinan akan hilang. Alhasil, motivasi tim akan sangat terganggu.

 

DUKUNG PERUSAHAAN DAN TIM

Pemimpin yang baik akan selalu mendukung pencapaian visi dan misi organisasi. Ia akan selalu berusaha memenuhi ekspektasi organisasi. Ia pun selalu memberi dukungan kepada anggota tim. Tidak hanya memerintah, lalu seolah bukan bagian dari tim. Ia akan senantiasa bekerja sepenuh hati. Saat dibutuhkan oleh tim, ia akan mem-boosting rasa percaya timnya kepada dirinya.

           

DATANG LEBIH AWAL

Seorang role model akan berusaha datang sebelum waktunya pada setiap rapat dan acara. Datang tepat waktu saja belumlah cukup. datanglah lebih awal.

 

PEMECAH MASALAH

Seorang pemimpin adalah seorang problem solver meskipun ia tetap melibatkan serta meminta pendapat anggota tim dalam mencari solusi.

 

FOLLOW THROUGH – NOT JUST FOLLOW UP

Menindaklanjuti suatu komitmen belum dipandang cukup untuk seorang pemimpin yang efektif. Lebih dari itu, ia akan follow through atas komitmen dan janji, menindaklanjuti, serta menyelesaikan sampai dengan hasil akhir yang ingin dicapai dapat terwujud. Ini  menunjukkan kualitas seorang pemimpin yang efektif.

 

DENGARKAN ANGGOTA TIM

Buat komunikasi efektif dengan mereka. Dengarkan, tanya, dan pahami kebutuhan mereka. Mintalah tambahan wawasan dan masukan dari tim. Tim akan termotivasi dan memiliki lebih banyak energi saat mereka mendapatkan seorang pemimpin yang memiliki arah yang jelas dan mampu berkomunikasi dengan baik. Pada saat yang bersamaan, ia juga mau mendengarkan keluhan timnya.

 

BERTANGGUNG JAWAB ATAS KESALAHAN TIM DAN BELAJAR DARI KESALAHAN

Seorang pemimpin berani mengakui kesalahan. Bahkan, ketika anggota tim melakukan kesalahan, ia berani untuk bertanggung jawab. Ia juga berani belajar dari kesalahan. Ia akan berusaha mencari solusi untuk memperbaiki kesalahan dengan melibatkan anggota timnya.  Blame costs  your credibility. Menyalahkan orang lain hanya akan menghilangkan kredibilitas Anda sebagai seorang pemimpin. Perilaku berani meminta maaf dan mengakui kesalahan menjadikan Anda pemimpin yang dapat diandalkan. Itulah  yang akan mencermikan kualitas seorang role model.

 

PERCAYA KEPADA TIM

Berikan kepercayaan kepada anggota tim. Jangan melakukan micromanagement kepada tim Anda. Ketika Anda sudah mengomunikasikan visi, misi, nilai dan sasaran, delegasikan secara efektif. Dorong dan berikan motivasi kepada tim untuk fokus pada kekuatan mereka.

 

TUNJUKKAN SIKAP HORMAT

Tunjukkan sikap menghormati serta saling menghargai dalam tim. Sikap ini akan menjadi budaya positif dalam membangun sebuah kerja tim yang optimal. Tim akan merasa termotivasi saat mereka berada dalam suatu lingkungan kerja dengan hubungan pemimpin dan antar anggota saling menghargai dan tidak menjatuhkan satu sama lain.

 

SELALU INGIN BELAJAR

Seorang pemimpin yang baik memiliki jiwa pembelajar yang tinggi. Ia selalu berusaha menambah pengetahuan dan kompetensinya. Ia tidak malu belajar dari anggota timnya. Ia juga tidak pernah mau berada dalam zona nyaman dan menyukai tantangan. Seperti kita ketahui, energy is contagious. Jadi, pemimpin yang pembelajar akan menularkan semangatnya kepada anggota tim sehingga menghasilkan individu-individu bertipe pembelajar dalam organisasi. Tipe individu seperti ini akan selalu bersemangat menambah ilmu dan wawasan.

Sulit? Tidak jika itu sudah dijadikan kebiasaan dan terinternalisasi dalam diri. The ball is in your court, leaders, Mulai dari diri Anda!