Kian Perlunya Manajemen Perilaku

Manajemen perilaku atau behavioral management adalah sebuah perspektif yang menekankan pentingnya manajemen memerhatikan perilaku dan kebiasaan individu dalam sebuah organisasi, serta pentingnya manajemen melakukan perubahan perilaku dan kebiasaan individu agar organisasi dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.

GALUH PUTRI ASRIRANI
Odoo image and text block





Oleh:  Galuh Putri Asrirani - Manajer Operasional Asesmen SDM PPM Manajemen

*Tulisan ini dimuat di Majalah Pajak Vol LXXXII | 2021 hlm. 63

Perubahan mengharuskan perusahaan memerhatikan hal yang mungkin baru disadari kehadirannya pada masa pandemi ini: manajemen perilaku.

Sudah tiga triwulan kita menjalani hari-hari dengan pandemi Covid-19. Pemerintah telah berupaya untuk menanggulangi pandemi dan mencegah penularannya semakin meluas. Sebut saja lockdown, dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang masih berlangsung sampai sekarang dan berlaku hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Hal tersebut berdampak pada adanya perubahan regulasi dalam sistem kerjadi banyak perusahaan. Bagaimanapun juga, roda perkonomian tetap harus jalan, perusahaan memberlakukan work from home (WFH) untuk semua karyawannya. Ada juga yang menggunakan metode shifting dengan persentase tertentu, karena beberapa jenis pekerjaan membutuhkan tools atau equipment yang tidak mungkin bisa dilakukan di rumah.

Perubahan pola kerja tersebut memberikan dampak yang cukup signifikan bagi karyawan dalam hal penyesuaian. Bukan hanya sekadar lokasi saja yang dipindahkan ke rumah, tapi juga bagaimana karyawan harus cerdik mengatur waktunya dalam melakukan pekerjaan dari rumah dengan berbagai peran lain yang harus dijalaninya di rumah.

Ada yang berperan sebagai anak, ayah, ibu, saudara, dan lainnya yang mungkin mengakibatkan keberadaan karyawan di rumah dirasa memiliki tuntutan lain di luar pekerjaannya. Sedangkan jika bekerja dari kantor, karyawan tentu saja bisa fokus dengan pekerjaannya, tanpa dituntut dengan kepentingan lain di luar perannya sebagai karyawan sebauah perusahaan.

Tanpa pandemi pun, load pekerjaan punya tekanan tersendiri. Berada di rumah bisa jadi tantangan yang berbeda di mana masyarakat Indonesia selama ini mungkin belum terbiasa dengan WFH. Terkadang malah mermbuat karyawan jadi tidak mengenal waktu dalam jam kerjanya.

Di kantor, sudah jelas jam kerjanya, tapi kalau dirumah? Tuntutan lain di rumah yang bukan urusan pekerjaan dapat membuat jam kerja berantakan, tidak mengenal waktu. Pandemi Covid-19 tidak diragukan lagi mencetus stres banyak orang karena berbagai akibat yang ditimbulkannya. Meski demikian, sebagian karyawan merasa lega karena memiliki jadwal lebih fleksibel dan bisa bekerja jarak jauh dari rumah.


Manajemen perilaku

Perubahan itu mengharuskan tiap perusahaan memerhatikan hal yarg mungkin baru disadari kehadirannya pada masa pandemi ini, yaitu manajemen perilaku di dalam orgarisasi. Manajemen perilaku atau behavioral management adalah sebuah perspektif yang menekankan pentingnya manajemen memerhatikan perilaku dan kebiasaan individu dalam sebuah organisasi, serta pentingnya manajemen melakukan perubahan perilaku dan kebiasaan individu agar organisasi dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya.

Manajemen perilaku ini merupakan aliran yang menempatkan penekanan sikap dan perilaku individu dalam sebuah proses kelornpok. Aliran ini merupakan praktik penerapan konsep psikologi terhadap tatanan industri yang menekankan pada kebutuhan manusia, kelompok kerja, dan, peran faktor sosial dalam lingkungan kerja.

Prinsip dasarnya adalah, semua perilaku individu yang ada di dalam organisasi harus sesuai dengan kebutuhan organisasi. Oleh karena itu dibutuhkan serangkaian penataan pengaturan, dan pengelolaan agar semua perilaku individu tersebut dapat selaras dengan tujuan dan kebutuhan organisasi.

Ada banyak bentuk penataan, pengaturan, dan pengelolaan perilaku individu tersebut, beberapanya yang dianggap penting adalah melalui serangkaian proses belajar sebagai mekanisme charging bagi peningkatan kapasitas individu dalam beradaptasi perubahan lingkungan. Mekanisme charging ini bisa dilakukan dengan cara mengundang pihak ketiga yang dipandang expert di bidangnya.

Kebijakan menjaga jarak (social distancing) telah mengubah pola perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Tahun 2021 masih harus dilalui dengan ketidakpastian terhadap pandemi. Cara yang efektif mengarahkan karyawan untuk mencapai tujuan atau sasaran organisasi sesuai dengan yang diharapkan adalah dengan melakukan peninjauan ulang prioritas perusahaan di tangah kondisi pandemi ini.

Selanjutnya, pastikan bahwa sasaran dan yang menjadi prioritas utama tersebut tersosialisasikan dan dipahami oleh para karyawan hingga level yang paling bawah. Komunikasi yang sangat intens

dan jelas atas insiatif-inisiatif brilian sangat dibutuhkan pada situasi sepert ini, sehingga karyawan di samping merasa diperhatikan juga akan termotivasi.


Artikel terkait:

Galuh Putri Asrirani - Bersepeda dan Berkebun, Kompensasi Psikologis Saat Pandemi

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.