I Hate Monday

Kemampuan mendisiplinkan diri dan mengelola waktu perlu dibiasakan agar kita terbantu untuk lebih efektif dan efisien dalam bekerja sesuai waktu yang dialokasikan.

KARTIKA DESTIANI
Odoo image and text block

 


Oleh: Kartika Destiani, M.Psi. – Konsultan, Jasa Pengembangan Organisasi PPM Manajemen

*Tulisan ini dimuat di Majalah Sindo Weekly No. 25 tahun VII 20-26 agustus 2018, p.74

Manakah yang lebih sering dirasakan? “I hate Monday” atau “I love Monday"? Pernahkah merasa berat menghadapi Senin? Apakah situasi ini merupakan hal yang lumrah dirasakan? Apakah ada dampak yang membahayakan jika kita merasakan hal ini setiap awal pekan? Lalu, bagaimana kita menyikapi hal tersebut?

Salah satu kasus di dunia yang paling ekstrem mengenai hal ini terjadi pada Senin pagi pada awal 1979, tepatnya di Grover Cleveland Elementary School. Brenda Spencer saat itu yang masih berusia 16 tahun melakukan penembakan kepada murid-murid sekolah dasar. Ketika ditanya oleh petugas kepolisian soal motif yang melatarbelakanginya melakukan hal tersebut, Brenda Spencer saat itu hanya mengatakan bahwa dia sangat benci Senin.

Perasaan cemas berlebihan menghadapi Senin yang dirasakan mulai dari Minggu sore adalah hal yang biasa disebut dengan istilah Sunday night syndrome (sindrom minggu malam) atau Sunday night blues. Dalam suatu survei yang dilakukan, sebanyak 76% pekerja di Amerika Serikat (AS) merasakan apa yang mereka sebut sebagai Sunday night blues. Hal ini ditandai dengan perasaan cemas yang berlebihan, khususnya menghadapi satu pekan ke depan.

Dalam kondisi yang lebih ekstrem, timbul perasaan tidak berdaya atau perasaan sulit tidur. Bahkan, jika hal ini berlangsung lama, bisa mengarah pada perasaan depresi. Pada dasarnya, sindrom Minggu malam merupakan bentuk dari stres yang dirasakan oleh seseorang. Sama halnya ketika kita menghadapi hal yang menekan. Jadi, yang perlu dilakukan pertama kali adalah kenali apa yang menjadi sumber kecemasan. Apakah rasa cemas yang dirasakan disebabkan oleh beratnya beban pekerjaan kantor? Apakah lingkungan kerja tidak sehat? Ataukah karena atasan? Kita perlu mengidentifikasi terlebih dahulu sebelum melakukan langkah untuk mengurangi dan mengatasi stres yang dirasakan.

Di dunia yang terkoneksi 24 jam sehari 7 hari seminggu, sebagai pekerja, kita menjadi terbiasa untuk melakukan pekerjaan di luar jam kerja rutin, seperti mengecek surel atau menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai di hari kerja.

Situasi ini bisa membuat akhir pekan menjadi kurang berkualitas dan pada akhirnya di akhir pekan  kita menyadari bahwa dua hari libur tidak termanfaatkan dengan baik. Memutuskan koneksi dari pekerjaan dan mengondisikan kepada rekan kerja bahwa kita tidak bisa bekerja pada Sabtu dan Minggu bisa membuat kita mengalokasikan waktu libur untuk me-recharge diri setelah menghadapi satu pekan yang berat.

Agar akhir pekan dapat difokuskan untuk menyegarkan diri, kita perlu memastikan bahwa pekerjaan-pekerjaan yang mungkin mengganggu saat akhir pekan berlangsung dapat diselesaikan sebelumnya. Biasakan untuk tidak menunda-nunda pekerjaan hingga detik-detik akhir. Kemampuan mendisiplinkan diri dan mengelola waktu perlu dibiasakan agar kita terbantu untuk lebih efektif dan efisien dalam bekerja sesuai waktu yang dialokasikan.

Banyak orang melakukan aktivitas-aktivitas menyenangkan pada Sabtu, sedangkan kegiatan yang sifatnya kewajiban dan pekerjaan rumah pada Minggu. Hal ini juga yang membuat Minggu menjadi berat untuk dijalankan. Betapa tidak? Menjalankan kewajiban di sisa waktu liburan dan membayangkan tugas seminggu ke depan bisa menjadi sumber kecemasan.

Salah satu tips yang dapat dilakukan adalah menukar aktivitas tersebut. Lakukan pekerjaan berat yang sifatnya suatu kewajiban pada Sabtu ketika mood masih baik. Sebut saja misalnya mengunjungi keluarga, membereskan rumah, dan belanja bulanan. Ketika kita menunda pekerjaan dan kewajiban pada Sabtu dan baru melakukannya di Minggu, Minggu kita akan terbebani dengan pekerjaan-pekerjaan yang menumpuk.

Salah satu hal yang juga berpotensi dirasakan dalam sindrom Minggu malam adalah rasa kecewa karena akhir pekan akan berakhir dan Anda tidak melakukan apa-apa di hari libur tersebut. Oleh karena itu, buatlah rencana hal-hal yang menyenangkan yang dapat dilakukan pada hari libur, khususnya di Minggu sore.

Pilihlah aktivitas-aktivitas yang menenangkan dan menyenangkan, sebut saja misalnya mendengarkan musik, melakukan relaksasi dan yoga, menonton film bersama, atau membuat rencana makan malam keluarga. Dengan melakukan aktivitas seperti ini, perasaan cemas yang Anda rasakan diharapkan dapat dikurangi dan teralihkan.