HAPPY! Meningkatkan Produktivitas

Dari hasil penilitian yang dilakukan kepada 1.000 karyawan menunjukkan bahwa 70% responden menyatakan pertemanan di dunia kerja merupakan hal yang penting untuk meningkatkan “Happy Work”.

PUPUT SUWASTIKA
Odoo image and text block

 

Oleh: Puput Suwastika, M.M. – Trainer, Jasa Pengembangan Eksekutif PPM Manajemen


*Tulisan ini dimuat di Majalah Sindo Weekly No. 06 Tahun VII, 9-15 April 2018 p. 82

Kisah menarik datang dari serial kartun keluaran Disney –Goldie and Bear. Suatu hari, Goldie dan Bear sedang menyambangi kediaman Jack (seorang peternak angsa petelur emas). Goldie dan Bear mendapati Jack sedang cemas dan gelisah. Kegelisahan Jack tersebut bersumber dari ketakutannya menghadapi lomba telur terbesar di Fairy Tale Forest yang sebentar lagi akan dilaksanakan karena telur angsa ajaibnya selalu kecil.

Padahal, Jack selalu memperlakukan angsanya dengan baik. Angsanya diberi kandang yang baik, bersih, dengan jerami yang empuk, makanan pun selalu tersedia setiap saat.

Jack berniat untuk pergi ke dokter hewan yang ada di tengah kota. Singkat cerita, Goldie dan Bear bersedia menjaga angsa selama Jack pergi ke kota dengan imbalan dua telur angsa emas sebagai balas jasanya.

Tak lama berselang kepergian Jack, Angsa ajaib kabur karena Goldie lupa menutup kembali kandang setelah memberinya makan. Dalam cerita, selama masa kabur dari kandang, Angsa kembali menjadi Angsa dengan jati dirinya, makan makanan di alam, bermain bersama angsa lainnya di kolam dan mengejar kupu-kupu sesuai dengan kesenangannya. Angsa itu terlihat sangat gembira.


Sore harinya, Jack kembali ke peternakan. Jack memanggil angsanya dengan suara lantang, sang angsa pun datang menghampirinya. Tidak disangka angsa bertelur dengan ukuran yang besar disebelah Jack! Alangkah senang hatinya, tanpa memakan pakan obat, ukuran telur angsa sudah kembali seperti sedia kala.

Besaran telur emas dapat kita ibaratkan sebagai kinerja output yang dihasilkan atas suksesi input atau sebagai Produktivitas. Banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan produktivitas karyawannya. Tak Jarang perusahaan menginvestasikan dana yang tidak sedikit untuk hal tersebut. Apakah langkah tersebut berhasil

Penelitian yang dilakukan oleh Jessica Pryce-Jones, dari 3.000 responden yang berasal dari 79 negara, menunjukkan adanya hubungan kebahagian kerja dengan optimalisasi kinerja karyawan. Karyawan yang bahagia akan merasakan 180% lebih bersemangat daripada rekan kerja mereka yang kurang bahagia, 155% akan lebih bahagia dengan pekerjaan mereka, 150% lebih bahagia dengan kehidupan, 50% lebih termotivasi, dan yang paling mengejutkan, karyawan yang bahagia juga 50% lebih produktif.

Nilai produktivitas yang tidak bahagia berkisar 40% dalam satuan minggu, sedangkan karyawan yang bahagia memiliki nilai produkivitas kerja berkisar 80% dalam satuan minggu. Ini dapat diartikan bahwa hari kerja produktif karyawan yang tidak bahagia hanya dua hari dalam seminggu.

Dalam penelitian ini, juga menunjukkan bahwa karyawan yang bahagia mengambil cuti atau izin sakit 66% lebih sedikit dibandingkan dengan karyawan yang tidak bahagia. Mengapa hal ini dapat terjadi?

Untuk meningkatkan kebahagiaan memang bukan menjadi hal yang mudah. Banyak ahli yang sepakat bahwa pendorong kebahagiaan di tempat kerja sulit ditemukan. Sebab, manusia pada umumnya tidak bertahan pada salah satu unsur kebahagiaan.

Namun, kebahagiaan masih dapat dihasilkan dengan langkah sederhana di perusahaan. pertama, buat para manajerial paham bahwa "Happy" dapat meningkatkan produktivitas kerja. Kedua, Rekrut karyawan dengan karakteristik Happy, baik karyawan yang memiliki emotion intelligent yang baik maupun karyawan yang dapat membuat sekitarnya Happy.

Ketiga, kembangkan pelatihan yang mampu meningkatkan emotional intelligence untuk level manajeria. Keempat,  berikan pengakuan sebagai bentuk penghargaan kepada karyawan. Sekadar berterimakasih secara konsisten atas kinerja baik yang telah diberikan karyawan.

Kelima, beri kesempatan karyawan untuk bersosialisasi, berkomunikasi antarkaryawan untuk menciptakan pertemanan. Dari hasil penelitian yang dilakukan kepada 1.000 karyawan menunjukkan bahwa 70% responden menyatakan pertemanan di dunia kerja merupakan hal yang penting untuk meningkatkan “Happy Work”.

Keenam, memberikan keamanan finansial kepada karyawan. Bukan sekadar besaran pendapatan yang didapat karyawan. Lebih dari itu, karyawan membutuhkan tingkat keamanan atas pendapatannya. Seperti halnya penyediaan jaminan asuransi kesehatan yang memadai untuk karyawan dan keluarganya, serta penyediaan layanan Employee Assistance Program (EAP),


Banyak cara praktis lainnya untuk menciptakan Happy. Cara sederhana yang dapat dilakukan masing-masing individu adalah selalu tersenyum, bersyukur dan mencintai apa yang kita kerjakan. Yuk, ciptakan Happy dari diri sendiri terlebih dahulu.