Kantor Millennial-Friendly

Bukan Sekedar Tampilan Fisik yang Warna Warni

FLORA FEBRIANINDYA

Kehadiran milenial seringkali dimaknai dua sisi oleh generasi sebelumnya. Satu hal mereka ‘kutu loncat’, cepat berubah sikap dan mengambil keputusan, namun di sisi lain perusahaan membutuhkan kontribusi milenial sebagai calon pemimpin masa depan. Potensi jangka panjang ini membuat organisasi mencari tahu faktor apa saja yang dapat membuat milenial ini betah bekerja, salah satunya dengan membuat kantor yang lebih modern dan kekinian.

 

Hasil studi Center of Human Capital Development (CHCD) tahun 2017 memaparkan beberapa alasan bertahan para milenial Indonesia mengenai alasan mereka bertahan di organisasi. Kompensasi gaji, work-life balance, kepemimpinan dan manajemen, serta karakteristik pekerjaaan yang dirasa cocok dengan keinginan mereka. Namun yang menempati urutan pertama ternyata adalah work environment.

Odoo text and image block

Untuk memenuhi tuntutan mengenai suasana kerja bagi para milenial, organisasipun merubah tampilan fisik kantor. Suasana lebih cerah dan atraktif, dinding dengan quote-quote populer. Tersedianya fasilitas refreshment untuk mengusir penat, sofa-sofa empuk, makan siang dan snack yang bebas diambil, suasana dibangun senyaman mungkin agar karyawan muda nyaman di kantor, dan contoh-contoh lainnya.

Sayangnya, langkah-langkah di atas seringkali dirasa sudah cukup bagi perusahaan untuk melabelkan diri sebagai organisasi yang millennial-friendly. Padahal jika dilihat lebih luas, lingkungan kerja tidak berhenti pada kondisi fisik saja, namun iklim kerja (working climate) secara keseluruhan harus terpenuhi. “Cara memanjakan milenial Indonesia masih berkutat pada fisik kantor, bukan ke iklim. Organisasi tidak bisa cukup hanya fokus pada physical evidence,” jelas Yosefin Candra Pranadewi,  koordinator Center for Human Capital Development (CHCD) PPM Manajemen.

Iklim organisasi diartikan sebagai persepsi dan kesamaan sikap terhadap organisasi. Adanya iklim organisasi yang positif sangat erat kaitannya dengan tingkat kepuasan dan produktivitas karyawan. Iklim organisasi yang sejuk, bersahabat dan positif dapat membuat kerja individu, tim hingga antar departemen menjadi lebih optimal. Sebaliknya, iklim yang tak sehat membuat ‘warga’ organisasi menjadi tidak nyaman bekerja dan berkembang.

Dari hal tersebut, muncul pertanyaan: bagaimanakah mewujudkan kantor yang millennial-friendly yang sesungguhnya? Tidak meninggalkan nilai-nilai dan budaya yang sudah mengakar lama, namun mampu diselaraskan dengan preferensi yang kekinian. Temukan jawabannya pada acara konferensi tahunan Human Capital National Conference (HCNC) 2018 yang berjudul: How Millennials are Reshaping Corporate Culture? Yang akan dilaksanakan pada tanggal 5-6 september 2018 di Ayana Midplaza Jakarta.

Odoo text and image block

HCNC 2018 hadir dengan format yang inovatif dan menarik, menyuguhkan sharing praktisi dan riset PPM Manajemen dan suasana yang atraktif karena disajikan dengan konsep experiential learning. Peserta akan mampu mengembangkan budaya organisasi yang sesuai personal value milenial serta akan dibimbing untuk merancang model kepemimpinan masa depan. Dengan hadir di HCNC 2018, organisasi juga akan semakin mampu memaksimalkan potensi generasi milenial dengan strategi Human Capital yang tepat.

 

Segera daftarkan tim perusahaan Anda pada acara ini. Untuk informasi dan pendaftaran, silahkan hubungi Tajudin/Lia pada nomor telepon 0212300313 Ext. 2419/1119, email seminar@ppm-manajemen.ac.id maupun Whatsapp di nomor 089637344646. (FLO)