http://ppm-manajemen.ac.id/wp-content/themes/ppmCorporate
  • January  2015
    Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
       
      1 2 3 4
    5 6 7 8 9 10 11
    12 13 14 15 16 17 18
    19 20 21 22 23 24 25
    26 27 28 29 30 31  
  • Webinar “Manajemen SDM” (25 Nov – 9 Des 2014)

    Dulu peran Bagian SDM di dalam organisasi hanyalah sebagai pencatat absen, menghitung gaji dan mengurus karyawan yang sakit. Tuntutan organisasi terhadap peran Bagian SDM saat ini sangat berbeda.  Salah satu tuntutan peran Bagian SDM yang dibutuhkan saat ini adalah menajdi strategic partner bagi manajemen dalam mengambil keputusan, yaitu dengan memberikan data karyawan terkini (updated)  dan [...]


    Webinar “Menyusun Uraian Pekerjaan” (27 Nov – 11 Des 2014)

    Banyak orang beranggapan bahwa uraian pekerjaan bukanlah merupakan hal yang penting dalam suatu perusahaan sehingga tidak dibutuhkan lagi. Buktinya, tanpa uraian pekerjaan pun perusahaan tetap dapat berjalan dengan baik. Pendapat tsb. tidak sepenuhnya benar. Ternyata, dengan memiliki uraian pekerjaan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan perusahaan, banyak manfaat positif yang dapat diperoleh perusahaan, seperti tidak terjadinya [...]


    PDMA Indonesia Academics Gathering, “Sukses Lintas Generasi”
    Saat ini setidaknya terdapat empat kelompok generasi yang berbeda, yaitu Baby Boomer, Gen X, Gen Y, dan Gen Z. Keempat generasi tersebut hidup secara berdampingan dan saling berhubungan. Meskipun demikian, mereka mempunyai perbedaan dalam banyak hal, misalnya perbedaan selera, pilihan, nilai, dan harapan. Dalam Academics Gathering PDMA Indonesia yang dihelat di Executive Lounge PPM Manajemen Rabu 19 November 2014, Wahyu T. Setyobudi (Core Faculty PPM School of Management) memaparkan ‘persinggungan’ antara dua generasi pekerja pengisi perusahaan saat ini, yaitu Gen X dan Gen Y. Dimulai dengan adanya kesadaran dari masing-masing generasi bahwa telah berlaku perbedaaan, dilanjut dengan kesediaan untuk meleburnya generasi terdahulu (Gen X) dengan generasi saat ini Gen Y, karena tak dapat dipungkiri bahwa kedepannya tampuk perusahaan akan jatuh pada Generasi Y ini, diyakini sebagai salah satu solusi jitu bagi perusahaan agar bisa survive di masa mendatang. Dalam lingkup bisnis, Tunghadi Indra (Head of Nutrition Business Kalbe Nutritionals) di acara yang sama mengatakan, hal tersebut tentu saja menuntut perusahaan untuk memahami dan melakukan pendekatan yang berbeda dari tiap generasi yang ada. Oleh karena itu, produk yang dihasilkan oleh perusahaan pun diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan pada satu masa tertentu, namun lebih ke lintas generasi. Suatu hal yang perlu diingat adalah bahwa setiap inovasi produk harus selalu diarahkan kepada kebutuhan pelanggan. Inovasi tanpa memperhatikan kebutuhan pelanggan hanya akan mengakibatkan produk tersebut gagal ketika dipasarkan. Be fast, be melting and be different, atau anti mainstream bisa menjadi modal persaingan di jaman ini, sekiranya itu penutup dari Milawati Asshagab selaku moderator. RIF/XI/14

    PPM Manajemen Marketing Gathering With Yuswohady
    Untuk mencari tahu tantangan apa yang akan dihadapi di tahun 2015 dan apa yang perlu dipersiapkan untuk mengasah kemampuan, terutama di kalangan Marketing PPM, Corporate Marketing menggagas PPM Marketing Gathering (17/11/14). Dengan menggandeng 'anak' TFL 5 sebagai bagian dari tim kreatif, juga mengajak Yuswohady, seorang pakar marketing yang juga penulis buku-buku pemasaran. Beliau selama 12 tahun bekerja di MarkPlus Inc dengan posisi terakhir sebagai Chief Executive, MarkPlus Institute of Marketing (MIM) dan menjadi Founder #KomunitasMemberi. Tak kurang dari 40 Marketer PPM hadir dan sangat antusias menyimak 'wejangan' Siwo (Yuswohadi biasa dipanggil). Siwo menggiring Marketer PPM melihat lanskap makro Indonesia, dimulai dari pemerintahan baru, MEA 2015, seraya mengingatkan jikalau era ini, eranya social connection, dimana bisa menjadi celah masuk marketing dalam 'jualan'. Perihal Strategi Marketing "Get, Keep, Grow" juga disinggung oleh Siwo, mengingatkan Marketer PPM agar setiap tenaga pemasar dituntut untuk selain mampu melakukan rekrutmen pelanggan baru, pun juga mempertahankan setiap pelanggan yang telah dimiliki berikut kemampuan mengembangkan pelanggan dengan antara lain melalui aktivitas cross selling. Acara yang dikemas semenarik mungkin ini, yang diawali dengan pengalungan selendang identitas Marketer, dilanjut dengan 'foto booth', santap siang bersama dan joget bareng Ibu WIta Hartanto selaku Manager Corporate Marketing sejatinya tujuan utamanya adalah selain dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama di antara Marketer PPM, juga dimaksudkan untuk lebih meningkatkan dedikasi, loyalitas dan produktivitas para Marketer serta untuk mendapatkan masukan terhadap berbagai permasalahan yang terjadi dilapangan. Setelah pelaksanaan marketing gathering, diharapkan dapat lebih memotivasi dan meningkatkan semangat kerja serta kekompakan seluruh jajaran yang tergabung dalam Marketing PPM. RIF/11/14

    Siap Menghadapi MEA 2015 Dengan Strategi Inovasi & Pengembangan Produk
    PDMA Indonesia dan Center of Innovation and Collaboration (CIC) dengan menggandeng FKM-PPM menjawab kebutuhan berbagai industri mengenai MEA dengan menggelar konferensi yang mengupas tuntas strategi pengembangan inovasi untuk menghadapi MEA 2015 (Rabu-Kamis, 22-23/10/2014). MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) akan diberlakukan tahun 2015. Sudah semakin dekat dan menjadi topik perbincangan paling hangat diantara pelaku bisnis dari berbagai industri. Ada industri yang telah mempersiapkan diri dengan berbagai strategi jitu, namun banyak pula Industri yang tidak siap dan khawatir pasar akan diambil alih oleh pendatang dengan cepat. Di balik kesiapan berbagai industri di tanah air, banyak pengamat ekonomi berpendapat, kehadiran MEA adalah peluang besar bagi berbagai industri untuk meningkatkan dan memperbaiki diri, memperkuat keunggulan dan keistimewaan dari perusahaan agar tetap menang bersaing. Senafas dengan itu, Bachrul Chairi selaku Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementrian Perdagangan, berpendapat bahwa Indonesia tak perlu khawatir dengan MEA 2015, karena sejatinya MEA itu hanya memperlancar kerjasama ekonomi. Bicara tentang produk, dalam Konferensi ini yang juga mendatangkan kalangan akademisi, salah satunya Riza Aryanto (PPM Manajemen), mengingatkan kalau sebuah produk inovatif harus dapat dukungan di pasar saat diluncurkan agar menggapai keberhasilan. “Berkaca dari Michellin yang meluncurkan ban tubeless inovatif, namun di bengkel-bengkel AS sendiri tidak ada support sehingga konsumen mengeluh jika harus diganti dengan ban baru yang mahal harganya” imbuh Riza. Lain lagi yang disampaikan oleh Ismed Hasan Putro – Direktur Utama RNI, yang mewakili suara kalangan praktisi bisnis dalam Konferensi ini, beliau memaparkan kunci sukses dalam menghadapi perubahan, antara lain : Tentukan bisnis yang jelas (Road Map); Dikerjakan dengan professional; dan selalu peka terhadap perubahan itu sendiri. Harapannya dengan mengumpulkan ABG (Academic, Business, Government), semua lini tersebut dapat bersinergi. Satu langkah nyata PPM Manajemen dalam mengangkat daya saing Tanah Air. RIF/X/14