|
|
|
|
| Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat | Sun |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | |||||
| 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
| 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 |
| 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 |
| 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 |
Sekarang perusahaan semakin menyadari pentingnya manajemen risiko. Sayangnya perusahaan-perusahaan yang berada pada industri nonperbankan banyak yang belum memahami bagaimana mengimplementasikan manajemen risiko. Mereka mengajukan pertanyaan diantaranya:
Apa standar manajemen risiko yang harus digunakan?
Bagaimana struktur organisasi pelaksanaannya?
Bagaimana tahapan penerapannya?
Bagaimana sosialisasi dan pelatihannya?
(more...)Kompleksitas persaingan dewasa ini menuntut perusahaan untuk merumuskan kebijakan keuangan secara dinamis, akurat dan efisien. Untuk itu kehadiran model bisnis yang mampu memberikan ‘insight’ spesifik dan up to date serta berelasi dengan dimensi keuangan mutlak dibutuhkan.
Meski kini model bisnis telah banyak ditemui, namun tak semua model mampu diturunkan dalam dimensi keuangan secara langsung. Sehingga langkah merumuskan model bisnis hingga penelusuran permodelan keuangan menjadi sangat vital.
Sasaran Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu;
Merumuskan model bisnis perusahaan Menurunkan model bisnis dalam dimensi keuangan Merumuskan permodelan keuangan Memetakan evaluasi atas pelaksanaan model (more...)
The only way for HR Professional to creating added value
Sudah saatnya bagi praktisi HR untuk kembali mengkaji ulang peran mereka dalam organisasi
Executive Lounge PPM, Jumat, 31 Mei 2013. Praktisi SDM atau mereka yang mendapat amanah sebagai pihak yang harus mengatur tata kelola SDM atau juga sering disebut sebagai Personalia seringkali merasakan banyak tekanan ketika menjalankan pekerjaannya. Alih-alih sebagai perwakilan pekerja di depan manajemen, Personalia lebih sering diposisikan sebagai ‘perpanjangan tangan’ manajemen, sehingga seringkali tidak populer di kalangan pekerja pada umumnya.
Terlebih seringkali Personalia hanya menjadi ‘tukang cuci piring’ ketika terjadi masalah yang melibatkan manajemen dengan pekerja. Padahal jika dikembalikan dalam peran utamanya, sungguh Personalia memiliki posisi yang teramat penting dalam organisasi. Di tangan merekalah kendali penggerak utama organisasi, Human Capital, talenta dan para pekerja. Namun karena seringkali Praktisi SDM tidak dilibatkan secara penuh, mereka menjadi rikuh ketika menjalankan peran mereka yang sebenarnya.
Dalam kondisi seperti ini para Praktisi SDM memerlukan pegangan yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalankan pekerjaan mereka sehari-hari, namun juga tidak terlalu menyita waktu. Maka jawabannya adalah Buku yang berisikan beragam pedoman dan arahan agar Praktisi SDM menyadari peran mereka yang sesungguhnya, dan menjalankan perannya dengan sebaik mungkin.
Adalah PPM Manajemen yang memprakarsai BookTalk, sebuah acara diskusi buku “Pedoman lengkap Profesional SDM Indonesia” karya Brian Aprinto, ST, MM, SPHR. Buku ini sendiri diterbitkan atas beberapa pemikiran, Pertama, Buku ini menyajikan pengetahuan praktis yang lengkap bagi profesional SDM. Dengan kata lain buku ini merupakan yang pertama yang membahas lengkap mengenai SDM professional di Indonesia. Kedua, Tidak dapat dipungkiri pembuatan buku ini terinspirasi dari buku-buku yang ada hubungannya dengan SDM; Ketiga, Bidang SDM dinilai sangat penting bagi setiap organisasi khususnya bagi perusahaan yang akan meningkatkan kinerja organisasi melalui peningkatan mutu SDM dan kinerja karyawannya. Kinerja karyawan itu sendiri sangat dipengaruhi oleh keberhasilan organisasi dalam menerapkan SDM yang professional, dan Keempat, Semua manajer SDM layak mengoleksi buku ini sebagai pedoman mereka untuk menuju professional.
Tentang Penulis
Brian Aprinto, ST, MM, SPHR
Merupakan Praktisi Profesional SDM dengan pengalaman dalam berbagai implementasi sistem organisasi dan Manajemen SDM. Brian adalah orang Indonesia pertama yang memperoleh Sertifikasi Senior Profesional in Human Resource (SPHR) dari Human Resources Certification Institute yang merupakan bagian dari Society for Human Resource Management (SHRM), yaitu asosiasi profesi SDM International.
Penulis adalah alumni Fakultas Teknik Industri Universitas Indonesia dan selanjutnya menamatkan Program Magister Manajemen dari Universitas Gajah mada. Pengalaman Kerja Brian antara lain:
- Penata dan Internal fasilitator PT. Jamsostek (Persero)
- Operation & HR Manager PT. Total Solusi Mandiri
- Warehouse Assistant Manager PT. Kedaung Distribution Centre.
Fonny Arisandy Jacod, SE, Msi
Fonny adalah fasilitator berpengalaman dalam berbagai perusahaan baik perusahaan nasional maupun multinasional dan telah menfasilitasi pelatihan ribuan professional di Indonesia. Penulis alumni Fakultas Ekonomi dan Studi pembangunan Universitas Gajah Mada dan juga menyandang gelar Master of Management Science dari Universitas Indonesia.
Pengalaman kerja Fonny mencakup:
- Independent facilitator and Guest Speaker
- Facilitator di Dunamis Organization Services
- Consultant for Corporate Culture Division in Dunamis Organization Service
- HRD staf di PT. Panin Bank
- Marketing Manager di Wahana Unggul Utama Line
- Coordinator of Lecture Team of Profesional Writing and Reading Skills di STEKPI Jakarta bersama dengan Rhenald Kasali
- System and Business Analyst di PT. Infinitechnology
- Consultant & Researcher di Regulatory and Organization Development Study Center University of Indonesia
Hendi Suaeb
Media Relation PPM Manajemen
E. purel_media@ppm-manajemen.ac.id
M. 0878 873 66 255
Gedung Bina Manajemen B, 23 Mei 2013. Banyak perusahaan melakukan alih daya (outsourcing) SDM hanya dengan pertimbangan efisiensi produksi, yaitu mengubah upah dari biaya tetap menjadi biaya variabel. Dan tidak juga dipungkiri bahwa Outsourcing telah menjadi momok bukan hanya bagi pekerja, namun juga bagi kalangan pengusaha. Pekerja melihat praktik Outsourcing sangat tidak adil, dan melihat pengusaha sebagai pihak yang hanya menginginkan keuntungan semata tanpa mengindahkan hak-hak pekerja secara utuh. Di lain pihak kalangan pengusaha justru melihat outsourcing sebagai solusi dari masalah pengangguran yang masih menjadi PR terbesar negara ini. Dan peluang bagi industri untuk fokus kepada bisnis inti, dan mengalihkan pekerjaan yang bukan core business ke tangan para outsourcee.
Belakangan Pemerintah sebagai Regulator mengeluarkan KepMen No. 19 Tahun 2012 tentang outsourcing, pertanyaaan besarnya apa yang harus dilakukan oleh kalangan bisnis terkait tatakelola outsourcing?
Adalah Divisi Forum Kajian Manajemen (FKM) PPM Manajemen yang mengangkat isu Outsourcing sebagai pokok bahasan dalam seminar yang bertajuk “Focus to your Core Business; Peluang & Solusi Outsourcing terhadap KepMen No.19/2012.” Seminar ini lebih jauh juga membahas; Metode menjalankan praktik Outsourcing sejalan dengan peraturan, Metode menjalankan praktik Outsourcing sesuai dengan kebutuhan bisnis, Berbagi pengalaman mengenai bagaimana mengimplementasikan praktik outsourcing setelah keluar KepMen No 19/2012, hambatan yang dihadapi serta solusi dalam menghadapinya dan Aspek Legal Outsourcing tahun 2013.
Pembicara yang berkenan berbagi dalam seminar ini di antaranya adalah; Indra Prastomiyono, Director PT. Global Mediacom, Tbk., yang akan mengangkat tema Praktik Outsourcing dari Perspektif Bisnis. Pokok Bahasan: Metode menjalankan praktik Outsourcing sesuai dengan kebutuhan bisnis. Oktav P Zamani, Managing Partner OPZ & Rekan Industrial Relations & Human Resources Consulting, dengan Topik yang berjudul “Peluang & Solusi Outsourcing SDM di tahun 2013; Pokok Bahasan: Metode menjalankan praktik Outsourcing sejalan dengan peraturan.” Kemalsjah Siregar, Advocate Specialist yang ahdir dengan tema “Aspek Legal Outsourcing pada tahun 2013.”
Gedung Bina Manajemen B, 27 Maret 2013. Tak dapat dipungkiri, masih banyak ditemukan ketidakselarasan antara strategi Sumber Daya Manusia dengan strategi bisnis organisasi. Padahal pengalaman membuktikan bahwa SDM adalah aset terpenting dalam sebuah organisasi, sebagai akibatnya masalah seputar SDM masih menghantui banyak entitas bisnis, tak terkecuali di Indonesia. Kenyataan ini membuktikan sebenarnya masih banyak yang bisa dilakukan dalam aspek pengembangan strategi SDM, agar sebuah organisasi bisnis dapat berkembang secara optimal.
Individu-individu yang diyakini mampu menjadi agen perubahan, mereka yang umumnya masih relatif muda dan dinamis yang sering disebut sebagai talenta, menjadi fokus perhatian dalam pengembangan SDM. Namun para talenta ini seringkali ‘agak sulit’ untuk bertahan dan berkontribusi secara maksimal dalam perusahaan. Program insentif hingga pemilikan saham perusahaan sepertinya tidak lagi cukup. Membuat para praktisi SDM memutar otak memahami mereka yang termasuk dalam golongan Talenta ini.
Kemudian muncul wacana Talent Pool untuk menseleksi dan menjaring sedini mungkin mereka yang ditengarai akan menjelma menjadi talenta. Program ini selain membekali para talenta juga menciptakan nuansa loyalitas kepada organisasi. Demi melihat kenyataan ini, Divisi Forum Kajian Manajemen PPM, menyelenggrakan seminar dengan mengangkat tema: “New Ways to Build Effective Talent Pool” : Strategi Pengembangan Talenta untuk Keunggulan Organisasi.
Seminar ini diisi oleh :
- Nina Insania K, Advisor Human Capital PT IPC II, hadir dengan topik Alligning Strategic Capabilities to Human Capital Strategy
- Mirta Amaranti, Head of Assessment Center Division PPM Manajemen, membawakan topik Talent Assessment : New Ways to Build Effective Talent Pool
Sementara ketiga pembicara lainnya membawakan topik yang sama yakni Best Practice: How to Build Effective Talent Pool in Food and Beverage industry and Service industry.
- Nadiasari Wahyuhardini, National Capability Development Manager PT Coca-Cola Amatil
- Bekti Harsono, Direktur Dana Pensiun PT Samudera Indonesia
- Latif Harnoko, Vice President Corporate Service Division of TransTV
Enterprises Seminar
4 Photos
BMC Book Signing
5 Photos






http://ppm-manajemen.ac.id/wp-content/themes/ppmCorporate







