http://ppm-manajemen.ac.id/wp-content/themes/ppmCorporate
  • March  2015
    Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
       
      1
    2 3 4 5 6 7 8
    9 10 11 12 13 14 15
    16 17 18 19 20 21 22
    23 24 25 26 27 28 29
    30 31  
  • Angkat Daya Saing Melalui Inovasi
    Indonesia adalah negara yang tertinggal dalam soal inovasi. Data yang dikeluarkan oleh Global Innovation Index (GII) 2014 menempatkan Indonesia di peringkat ke 87 dari 143 negara. Tahun sebelumnya Indonesia ada di peringkat 85.

    Peringkat rendah Indonesia dalam inovasi ini sangat mengkhawatirkan. Ini karena inovasi merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Tanpa adanya upaya mendorong peningkatan inovasi, maka target pemerintahan baru untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan sulit tercapai. (more...)



    Human Capital Conference “Gen Y, The Millenials: Will change the way you do business – and that’s good”
    Terminologi Gen Y digunakan untuk mendiskripsikan remaja yang lahir antara tahun 1981-1992. Dalam dunia pekerjaan, Gen Y dapat digambarkan sebagai anak muda yang selalu ingin coba-coba, berpindah pindah pekerjaan dalam waktu singkat, dan sangat peduli teknologi terbaru. Sepintas, Gen Y terlihat pintar, aktif, dan agresif. Mereka hebat dalam mengerjakan banyak hal dalam waktu bersamaan. Contohnya, sambil mendengarkan musik lewat iPod yang menempel di telinga, mereka bisa menulis e-mail di tablet, sekaligus chatting dari telepon pintar. Penampilan kasual dan santai menjadi ciri khas, sehingga generasi pendahulu sering menilai gen Y tidak pernah serius dan tidak disiplin. (more...)


    Kenali Gen Y dan Menangkan Hatinya
    Forum Kajian Manajemen (FKM) PPM, kembali menggelar Human Capital National Conference. Kali ini bertemakan Gen Y, 'The Millenials, Will Change The Way do Business and That’s Good' bertempat di Lantai 8, Gedung PPM Manajemen, Jakarta, 26-27 November 2014. Dalam konferensi kali ini, pembicara yang hadir antara lain: • Maharsi Anindyajati (Core Assesor PPM Manajemen] • Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono (Guru Besar Psikologi UI) • Charles Bonar Sirait (Penulis Buku Best Seller The Power of Public Speaking & Consultant Public Speaker) • Lena Setiawati (Kepala Divisi Pembelajaran & Pengembangan PT Bank Central Asia,Tbk) • Indra Prastomiyono (Director of Group Governance and Organisation Development at MNC Media) • Heriyanto Agung Putra (Direktur SDM & Umum PT.Garuda Indonesia,Tbk) • Irvandi Ferizal (HR Director Mondelez Indonesia) • Nina Insania K. Permana (President Director of IPC Corporate University) • Mardi Wu (CEO PT Nutrifood Indonesia) Dari aspek psikologi, Prof Sarlito, menjelaskan bahwa Gen Y sebagai generasi yang lahir tahun 1980-dst sebagai generasi yang sangat terbiasa dengan teknologi. “Cirinya itu sudah terbiasa dengan teknologi informasi yang sangat tinggi, pola pikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Gen Y itu tidak lagi mempunyai lingkungan yang terbatas seperti tetangga, keluarga tetapi lingkungannya itu sudah sampai ke tingkat internasional, dunia maya sampai ke penjuru dunia, karena itu cara berpikirnya sangat berbeda dengan generasi sebelumnya,” terangnya. Gen Y inilah yang nanti akan menyongsong era bonus demografi, yang terjadi antara tahun 2020 hingga 2030, di mana generasi mudanya akan lebih besar dibanding dengan generasi tua, dan ini sangat menguntungkan untuk ekonomi dan ini satu-satunya yang ada di dunia saat ini. Namun demikian jika saja generasi ini adalah generasi yang jelek kualitasnya maka akan menjadi hancur ekonomi kita. Sementara itu, Maharsi Anindyadjati, Core Assesor PPM Manajemen memberikan kiat-kiat bagaimana mendapatkan high quality Gen Y, atau bisa dibilang para Generasi Y yang dinilai potensial. Dalam 20 hingga 30 tahun mendatang angkatan kerja akan diisi oleh para Gen Y ini, sebagai generasi penerus organisasai maka sangat penting untuk mempersiapkannya. “Think like Gen Y to get Gen Y.” katanya, berpikir selayaknya Gen Y, pertama dari proses rekrutmen, gunakan akses-akses yang biasa digunakan oleh Gen Y. Contohnya ialah campuss visit, kita ajak sosok yang membaur dengan mereka, sejalan, sebahasa dengan Gen Y. Gunakan presentasi yang menarik dan atraktif. Kedua, gunakan online engagement, manfaatkan sosial media, blog, website untuk mensosialisasikan perusahaan kita. Dengan proses rekrutmen dan seleksi yang menyesuaikan dengan karakter Gen Y maka kita akan mendapatkan Gen Y yang potensial. Lain lagi menurut Charles Bonar Sirait, pendiri sekolah public speaking, yang bicara dari sudut bagaimana memahami dan berkomunikasi dengan Gen Y. Menurutnya, Gen Y adalah salah satu angkatan kerja atau generasi yang menjadi bagian dari multiple generation at workplace yang memang tidak mudah dimengerti dan dipahami karena mereka hidup dan tumbuh dengan kemajuan teknologi yang jauh berkembang pesat ketimbang generasi-generasi sebelumnya. Sehingga di dalam manajemen, menjadi tantangan yang luar biasa untuk menyelaraskan dan menyatukan pemikiran dan berkomunikasi dengan Gen Y. Kalau manajemen melihat bahwa ini adalah sumber daya manusia yang harus dipertahankan, maka dibutuhkan kesabaran, dibutuhkan empati yang sangat dalam pada saat mendengarkan permasalahan mereka. Dibutuhkan ketelian dan kemampuan untuk mencatat karena yang disampaikan kadang-kadang banyak sekali, mana yang intinya dan ini akan diulangi lagi, ditagih di waktu mendatang kalau mereka belum mendapatkan kepuasan, atau belum mendapatkan support dari generasi-generasi sebelumnya. Mereka menyebarkan begitu banyak persoalan, tetapi orang HR harus bisa merumuskan mana yang paling prioritas walaupun menurut Gen Y semuanya adalah prioritas. Indra Prastomiyono (Director of Group Governance and Organisation Development at MNC Media) mengatakan Gen Y butuh room untuk kreativitas, room untuk belajar, mereka senang dinilai berbeda dengan yangg lain, harus diberikan kesempatan untuk tugas yang mengandung risiko, diberi tantangan karena Gen Y tidak selamanya memandang sesuatu dengan uang, reward-nya tak melulu uang, tapi dampingi Ia untuk menuju kepuasan dan pengembangan diri. Lain cerita dibawakan oleh HR Director Mondelez Indonesia, Irvandi Ferizal. Beliau tak segan mempertanyakan apa iya hanya Gen Y yang diperlakukan khusus, Gen X dan generasi-generasi sebelumnya yang harus me-manage Gen Y, sejatinya menurutnya Gen Y juga harus bisa me-manage generasi yang terdahulu, dengan begitu akan lebih baik, dan semua generasi akan sinergi dalam satu tubuh perusahaan Dimulai dengan adanya kesadaran dari masing-masing generasi bahwa telah berlaku perbedaaan, dilanjut dengan kesediaan untuk meleburnya generasi terdahulu (Gen X) dengan generasi saat ini Gen Y, karena tak dapat dipungkiri bahwa kedepannya tampuk perusahaan akan jatuh pada Generasi Y ini, diyakini sebagai salah satu solusi jitu bagi perusahaan agar bisa survive di masa mendatang. RIF/berbagai sumber/11/14


    Scenario Planning: Antisipasi Dunia Bisnis terhadap Kebijakan Pemerintahan Baru
    Tidak punya perencanaan, sama saja merencanakan untuk sebuah kegagalan. Indonesia, negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara kini tengah sibuk mengurus pemilihan Legislatif dan Presiden di tahun ini. Kondisi tersebut membuat konsentrasi pemerintah berkurang pada sejumlah isu yang berhubungan dengan komitmennya mewujudkan MEA 2015. Betapa pentingnya scenario planning agar bisnis sinambung. Untuk dapat bertahan dan bertumbuh dalam situasi ketidakpastian yang tinggi akan dunia politik serta menyebabkan investor ataupun customer diharuskan wait and see, maka perusahaan harus jeli menganalisis berbagai situasi dan kondisi yang mungkin terjadi pada lingkungan bisnisnya. Rabu, 8 Oktober 2014 PPM Manajemen selaku pioneer dalam ilmu manajemen yang bertempat di Jl. Menteng Raya No.9 Jakarta Pusat, dibawah Forum Kajian Manajemen menyelenggarakan seminar Scenario Planning: Antisipasi Dunia Bisnis terhadap Kebijakan Pemerintahan Baru. Scenario planning merupakan salah satu metode yang banyak dipakai dan dinilai ampuh untuk menyusun rencana bisnis jangka panjang yang efektif, dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan skenario yang akan terjadi dalam situasi ketidakpastian yang dinamis. Pembicara yang hadir untuk mengupas scenario planning ini antara lain: Andi Ilham Said. Ph.D. (Core Faculty PPM Manajemen), Dr. Hamsal (Konsultan), Bambang Triwibowo (Direktur Utama PT. PP), Mochammad Nadjikh (President Director PT. Kelola Mina Laut), dan Prof. Dr. Didiek J. Rachbini (Pakar kebijakan ekonomi). "Masa depan penuh perubahan yang tidak dapat diprediksi. Untuk menyikapinya tergantung pada tingkat kepercayaan organisasi pada informasi yang diterima." ujar Andi Ilham Said yang diberi kesempatan pertama melakukan sharing. Menurutnya untuk dapat bertahan dan bertumbuh dalam situasi yang tidak pasti, perusahaan harus jeli mengantisipasi berbagai situasi dan kondisi yang bersentuhan dengan dunia bisnisnya. M. Nadjikh bercerita, yang dibutuhkan dalam scenario planning adalah inovasi, peran pemimpin dan knowledge management. Itu semua yang dapat membuat sebuah perusahaan bisa mengantisipasi situasi dan kondisi di masa mendatang. Seminar ditutup oleh Prof. Dr. Didiek J. Rachbini, sebagai pakar kebijakan ekonomi beliau menuturkan bahwa dua aspek yang merontokkan pertumbuhan ekonomi tidak lain adalah daya saing yang lemah dan kekuatan ekspor tidak sebanding dengan banjir impor sehingga melemahkan neraca perdagangan dan neraca berjalan. “Agenda kebijakan promosi ekspor dan meningkatkan daya saing nasional mutlak harus dilakukan.” tutup Rachbini. (RIF)


    Gelaran HRIS Expo and Conference 2014
    SDM yang menjadi mitra strategis adalah SDM yang mampu membangun organisasi yang kompetitif. Karena SDM merupakan aset utama perusahaan dalam mengangkat daya saingnya. Forum Kajian Manajemen dari PPM Manajemen atau biasa dikenal FKM-PPM Manajemen menggelar HRIS EXPO & CONFERENCE 2014. Rangkaian acara ini digelar pada 10-11 September 2014 di Balai Kartini, Jakarta dengan melibatkan para ahli dan praktisi yang menjawab kebutuhan informasi seputar pengembangan dan pengelolaan HRIS dalam mendongkrak kinerja fungsi SDM di organisasi. Dari gelaran tersebut dapat diketahui bahwa, tantangan terbesar dalam dunia HR adalah meningkatkan fungsi HR menjadi lebih strategis. HR tidak boleh lagi hanya menjadi supporting unit, namun harus menjadi strategic partner. Fungsi HR bisa disebut strategis apabila bisa memberikan strategic information untuk pembuatan strategic decision. Terdapat beberapa hal yang harus dipenuhi oleh fungsi HR demi menjadi strategis, yakni Creativity and Business Innovations, dimana HR mampu menyediakan karyawan yang kreatif dan menghasilkan inovasi dalam bisnis. Kemudian Unusual Service Excellence, yaitu HR mampu menyediakan karyawan yang bisa menghasilkan produk jasa yang baik. Lalu Unusual High Quality Product, posisi HR mampu menyediakan karyawan yang mampu menghasilkan produk barang yang baik. Lanjut dengan High Productivity, dimana HR mampu menyediakan karyawan yang memiliki produktivitas tinggi. Kemudian Special Skills, dimana HR mampu menyediakan karyawan dengan kompetensi istimewa sehingga memunculkan branding tertentu bagi perusahaan. Dan juga Business Strategy and Risk Analyst, HR mampu mengembangkan strategi bisnis beserta analisis risikonya. Kondisi TI saat ini juga mengalami perkembangan yang sangat dinamis. Mulai dari penggunaan personal computer, bergeser ke internet, hingga saat ini menggunakan cloud. Bisa dibilang perkembangan tersebut membuat dunia saat ini sedang overloading data. Penggunaan cloud saat ini juga sudah sangat berkembang lagi, proses diskusi dan presentasi bisa disiapkan dan dilakukan di cloud. Teknologi ini sangat fleksibel dan modern. Semua fungsi HR bisa ada di sana. Perusahaan bisa mengembangkan HRIS dengan membeli aplikasi atau menyerahkannya ke cloud yang bisa diakses kapanpun dan dimanapun. Terkait kebutuhan SDM yang lebih dinamis tersebut maka sudah saatnya SDM memaksimalkan penggunaan teknologi Human Resources Information System (HRIS) dalam menjalankan fungsinya. Penggunaan HRIS ini bukan hanya akan mengalihkan fungsi administratif SDM ke arah strategis, namun juga dapat menjawab kebutuhan dari organisasi dan karyawan untuk melakukan aktivitas yang akan berpengaruh dengan SDM-nya. Dibalik besarnya manfaat HRIS, muncul beberapa tantangan dalam pengembangan dan pengelolaan, diantaranya adalah efektivitas dan efisiensi sistem, ketepatan pilihan teknologi, keandalan data dan privasi karyawan dalam HRIS. RIF/09/14 Para pembicara yang hadir antara lain: 1. Goenawan Loekito Marketing Director Oracle Indonesia 2. Riri Satria Praktisi Teknologi Informasi dan CEO Value Alignment Advisory 3. Mirta Amaranti Head of HR Assessment Division PPM Manajemen 4. Alex Deni Chief Learning Officer PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5. Elsa Novelia Head Performance and Talent Management Division BPJS Kesehatan 6. Nashrudin Ismail GM People Development PT XL AXIATA Tbk 7. Latif Harnoko Vice President Corporate Service PT Televisi Transformasi Indonesia 8. Lilis Halim Managing Consultant PT Tower Watson Indonesia 9. Aloysius Budi Santoso Chief Corporate HC Development PT Astra International Tbk 10. Indra Sosrodjojo CEO PT Andal Software Sejahtera 11. Asep Susilo HR Director PT. ICI Paints Indonesia 12. Megawaty Khie Managing Director PT SAP Indonesia 13. Irvandi Ferizal Human Resources Director Mondelez Indonesia