http://ppm-manajemen.ac.id/wp-content/themes/ppmCorporate
  • April  2014
    Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
       
      1 2 3 4 5 6
    7 8 9 10 11 12 13
    14 15 16 17 18 19 20
    21 22 23 24 25 26 27
    28 29 30  
  • Fun and Practical Experiential Learning to be A Great Supervisor

    Para pemimpin terkadang kurang memahami fungsi supervisor yang merupakan first line manager adalah posisi yang cukup kritikal di dalam perusahaan. Mengapa dikatakan posisi yang kritikal? Karena merekalah yang langsung berhubungan dengan satu kelompok kerja terdepan.

    Keberhasilan dalam mengelola kelompok kerja tersebut akan sangat berdampak terhadap kinerja dan image perusahaan. Kondisi yang terjadi saat ini adalah supervisor belum menyadari betapa besarnya peran mereka di perusahaan dan para supervisor belum memaksimalkan potensi yang dimiliki dalam melaksanakan pekerjaannya. (more...)



    Coin Forum – Collaboration and Innovation

    Invitation FREE of CHARGE

    Building Competitiveness - through innovation practice from various industries

    thursday, 5 December 2013 Speaker :
      • Mardi Wu - CEO of PT Nutrifood Indonesia
      • Ir. Erlinda N. Yunus, MM., Ph.D - CIC Coordinator
      • Octa Melia Jalal, SH., MM., - CIC Researcher

    Venue : PPM Manajemen Building Gathering Room 8th floor Jl. Menteng Raya No. 9, Jakarta Pusat

    RSVP :

    Hanum 2300313 ext. 2414

    num@ppm-manajemen.ac.id

    Registration Deadline 4 December 2013 - 10.00 am


    MEET AND GREET PENULIS PEDOMAN LENGKAP SOFT SKILLS

    “Area SDM itu cukup kompleks karena melibatkan manusia, maka tidak melulu bersifat teknis.”

    Dengan semangat memberikan pemahaman tentang manfaat, fungsi dan lingkup soft skills sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan menjalin hubungan para praktisi profesional, PPM Manajemen kembali menggagas PPM Meet&Greet dengan menghadirkan penulis Buku Pedoman Lengkap Softskills yaitu Brian Aprinto, SPHR dan Fonny Arisandy Jacob sebagai pembicara, Kamis 6 Maret 2014 di Gedung Bina Manajemen.

    Disini Brian dan Fonny yang juga penulis buku Best Seller Pedoman Lengkap Profesional SDM Indonesia sharing apa-apa yang ada dibuku Pedoman Lengkap Soft Skills seperti model soft skills, pengembangan sikap/karakter, pengembangan kapasitas pribadi, pengembangan interpersonal skill, pengembangan skill organisasi.

    Menurut pasangan hidup ini (Brian dan Fonny-red) kunci yang paling utama dari pengembangan diri sendiri itu ialah nilai-nilai yang dipunya oleh seseoarang yang bisa dijadikan pegangan bagi dirinya serta mengetahui prinsip yang berlaku dalam proses pengembangan diri seseorang. Itu sesuai dengan apa yang mereka tulis dalam bukunya tersebut yakni setidaknya ada tiga nilai utama yang perlu dimiliki dan dijadikan pedoman oleh seseorang dalam pengambilan keputusan untuk diri sendiri.

    Ketiga nilai itu ialah Pelayanan; Rendah Hati; dan Integritas. Tanpa harus diminta pun dituntut oleh perusahaan sejatinya ketiga nilai itu harus dipunya dan dipakai oleh setiap pribadi karyawan. Ketika ditanya tentang buku Pedoman Lengkap Soft Skills ini mereka menjawab bahwa buku ini merupakan mengenai ide, pemikiran yang mereka dapat dan kumpulkan selama bertahun-tahun yang dicatat sebagai bentuk abadi serta bisa dijadikan pembelajaran bagi diri sendiri dan untuk khalayak ramai.

    Penguasaan soft skills menjadi kebutuhan yang penting dalam organisasi agar terbina keselarasan dan sinergi kinerja para karyawan perusahaan. Keterampilan-keterampilan seperti mengelola stress, memotivasi diri, membangun hubungan, menjual, bernegosiasi, melakukan presentasi serta membangun kelompok merupakan contoh-contoh soft skill yang dibutuhkan personil organisasi. Menggunakan soft skills untuk menopang pengetahuan dan mengimplementasikannya merupakan kunci keberhasilan karyawan berbakat dalam perusahaan. RIF/03/14



    Siasat dan Implementasi Outsourcing

    Tarik ulur mengenai persoalan outsourcing masih saja terus terjadi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah. Pemerintah telah mengeluarkan peraturan baru untuk mengatur pelaksanaan outsourcing melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 19/2012 dan Surat Edaran No. 04/MEN/VIII/2013. Namun, dewasa ini masih banyak perusahaan yang belum menerapkan PerMen dan SE tersebut.

    Dengan menghadirkan beberapa pakar dibidangnya PPM Manajemen melalui unit Forum Kajian Manajemen merasa terpanggil untuk mengangkat terkait isu peraturan yang oleh banyak orang disebut “peraturan karet” ini, seminar sehari pun digelar demi membahas polemik bagaimana dunia bisnis menyikapi PerMen dan SE tersebut di gedung PPM Manajemen Kamis 13 Februari 2014.

    Sebut saja  Iftida Yasar Wakil Sekretaris Umum APINDO ini memaparkan bahwa permasalahan yang mengemuka dalam implementasi outsourcing itu timbul karena adanya pemahaman yang berbeda antara perusahaan, pemerintah, dan serikat pekerja tentang definisi outsourcing. “Belum lagi penentuan Core dan Non Core yang ditetapkan perusahaan” katanya.

    Sedangkan Oktav P. Zamani Managing Partner oPz & Rekan Industrial Relations & Human Resources Consulting dalam presentasinya menyoroti filosofi Hubungan Industrial (HI) dalam HAM di perusahaan. Tiga “KH” yang menjadi perhatian kita bersama, yakni Kepastian Hukum; Kepastian Hidup; dan Kepastian Hari Tua.

    Menurut Yunus Triyonggo Chief of Human Capital Development PT. Sierad Produce Tbk selaku pembicara, alasan perusahaan memilih outsourcing biasanya untuk meningkatkan fokus bisnis perusahaan. Ini juga yang digaris bawahi oleh A. Kemalsjah Siregar - Advocate Specialist selaku penbicara penutup yang menjelaskan Aspek Legal Outsourcing terhadap PerMen No. 19/2012 dan SE No. 04/MEN/VIII/2013, “pemilihan core dan non core pekerjaan jangan sampai di politisir” katanya. Memang tidak akan pernah ada undang-undang yang sempurna yang akan mampu memuaskan setiap orang. Namun masih menurut Kemal ketidaksempurnaan undang-undang tidak boleh dijadikan peluang untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan maksud undang-undang tersebut. RIF/02/14



    We Need Leaders in Supply Chain

    PPM Manajemen yang tahun ini genap 47 tahun mendukung peningkatan daya saing bangsa Indonesia dengan ilmu manajemennya menggelar acara yang bertajuk PPM Meet&Greet dengan topik “Membangun Daya Saing Dengan Supply Chain Yang Efektif” bersama narasumber John Paul, Managing Director iCognitive Pte Ltd. & Penulis Buku “Transformasi Rantai Suplai Dengan Model SCOR®: 15 Tahun Aplikasi Praktis Lintas Industri”, selaku buku yang dikupas dalam gelaran ini.

    Tepatnya Selasa, 28 Januari 2014 Pkl. 14.00 -17.00 wib di Ruang Gathering Lt.8 Gedung Bina Manajemen B. Model Supply Chain Operations Reference (SCOR) adalah sebuah bahasa rantai suplai, yang dapat digunakan dalam berbagai konteks untuk merancang, mendeskripsikan, mengkonfigurasi dan mengkonfigurasi-ulang berbagai jenis aktivitas komersial/ bisnis. Model SCOR dalam penerapannya cukup fleksibel dan dapat disesuaikan dengan upaya peningkatan produktivitas demi memenuhi kebutuhan konsumen.

    “Model ini merupakan yang paling banyak digunakan, jadi sudah menjadi referensi yang umum didalam manajemen logistik” ujar Andi Ilham Said Ph. D Direktur Utama PPM Manajemen dalam sambutannya mengawali PPM Meet&Greet ini.

    Dewasa ini sedang sangat kritis bagaimana menangani logistik, ilmu ini bisa membantu kita dalam memanajemeni logistik di perusahaan kita, Erlinda N. Yunus, Core Faculty PPM Manajemen selaku host di acara tersebut menjelaskan. “Kaitan PPM yakni untuk menyebarkan dengan cara membuat buku atau menerjemahkan buku tepatnya dalam hal ini unit bisnis pustaka binaman presindo mendapat hak untuk menerjemahkan buku yang dikarang oleh John Paul ini” ujarnya ketika ditanya singgungan PPM Manajemen dengan SCOR. RIF/01/14