http://ppm-manajemen.ac.id/wp-content/themes/ppmCorporate
  • August  2014
    Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
       
      1 2 3
    4 5 6 7 8 9 10
    11 12 13 14 15 16 17
    18 19 20 21 22 23 24
    25 26 27 28 29 30 31
  • Fun and Practical Experiential Learning to be A Great Supervisor

    Para pemimpin terkadang kurang memahami fungsi supervisor yang merupakan first line manager adalah posisi yang cukup kritikal di dalam perusahaan. Mengapa dikatakan posisi yang kritikal? Karena merekalah yang langsung berhubungan dengan satu kelompok kerja terdepan.

    Keberhasilan dalam mengelola kelompok kerja tersebut akan sangat berdampak terhadap kinerja dan image perusahaan. Kondisi yang terjadi saat ini adalah supervisor belum menyadari betapa besarnya peran mereka di perusahaan dan para supervisor belum memaksimalkan potensi yang dimiliki dalam melaksanakan pekerjaannya. (more...)



    Coin Forum – Collaboration and Innovation

    Invitation FREE of CHARGE

    Building Competitiveness - through innovation practice from various industries

    thursday, 5 December 2013 Speaker :
      • Mardi Wu - CEO of PT Nutrifood Indonesia
      • Ir. Erlinda N. Yunus, MM., Ph.D - CIC Coordinator
      • Octa Melia Jalal, SH., MM., - CIC Researcher

    Venue : PPM Manajemen Building Gathering Room 8th floor Jl. Menteng Raya No. 9, Jakarta Pusat

    RSVP :

    Hanum 2300313 ext. 2414

    num@ppm-manajemen.ac.id

    Registration Deadline 4 December 2013 - 10.00 am


    Persembahan PPM Manajemen untuk Indonesia
    [caption id="attachment_5786" align="aligncenter" width="600"] (Foto: Arif Rachman)[/caption]

    Persembahan PPM Manajemen untuk Indonesia-Di usia 47 tahun

    Menteng (26/06/14), Riuh rendah tepuk tangan mengiringi sajian Tari Piring yang dipersembahkan oleh karyawati PPM Manajemen sebagai pembukaan perhelatan Diskusi Panel bertemakan Peran Pemimpin dan Inovasi Perusahaan Angkat Daya Saing di Era MEA 2015”. Di usianya yang menginjak 47 tahun PPM Manajemen memberi “kado” kepada Republik ini, semata demi kemajuan bangsa, sehingga bisa angkat daya saing Indonesia dalam kancah dunia.

    Kado itu berbentuk sebuah penelitian (riset) yang hasilnya dipaparkan dalam diskusi panel bersama para praktisi dan birokrat yang terkait serta akan diteruskan sebagai masukan kepada Pemerintah Republik Indonesia.

    Diskusi panel sendiri dimoderatori oleh Pieter GeroWartawan Senior Kompas Desk Ekonomi Bisnis . Hadir sebagai panelis perwakilan dari kalangan perusahaan (bisnis) :

    1. Ismed Hasan Putro - Direktur Utama PT. Rajawali Nusantara Indonesia

    2. H.M. Johari Zein - Direktur Eksekutif Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE)

    3. Yuswohady Pendiri Komunitas Memberi

    4. Octa Melia Jalal Staf Profesional PPM Manajemen

    Dihadiri sekitar 80 orang, sebagian besar mewakili perusahaan swasta (61%) dengan tingkat jabatan manajer puncak dan madya (64%).

    Melalui Center of Innovation and Collaboration (CIC) dan Center for Human Capital Development (CHCD), yang merupakan dua dari total empat Center yang sengaja dibentuk PPM Manajemen untuk selalu mengawal dunia manajemen, sehingga hal-hal kebaruan didapat demi menyesuaikan perubahan zaman, CIC telah melakukan penelitian terhadap 208 perusahaan Indonesia.

    Penelitian menitik-beratkan mengenai kesiapan perusahaan-perusahaan tersebut melakukan inovasi dan juga karakter pemimpin yang mendukung terciptanya inovasi di perusahaan. Bicara tentang MEA 2015 yang sudah didepan mata, Martinus Sulistyo Rusli Ph.D selaku PPM 1 dalam sambutannya berujar “MEA itu bisa sebagai ancaman tapi malah bisa jadi sebagai peluang, tergantung darimana kita mau melihat”.

    Turut hadir sebagai keynote speaker Ir. Bambang Prijambodo, MA - Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembiayaan Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan/BAPPENAS “siap tidak siap, Indonesia akan terlibat dalam MEA.” ujarnya. Hal yang perlu diperhatikan menyambut MEA menurut Bambang adalah unsur pembentuk daya saing. Banyak yang harus dibenahi, seperti pelabuhan, regulasi dan lainnya, termasuk kemudahan dalam menjalankan bisnis.

    Upaya yang harus dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi MEA adalah dengan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, sinergi antara pemerintah dengan dunia usaha juga sangat penting. Kemudian adalah tenaga kerja, memberikan kepastian hukum tentang tenaga kerja, “kita tidak bisa lagi menuntut pasar tenaga kerja, akan diberlakukan rule of origin untuk melindungi tenaga kerja.” . imbuhnya.

    Hasil riset CIC tentang praktik inovasi perusahaan di Indonesia yang dipaparkan oleh Erlinda Yunus, Ph. D antara lain menyimpulkan bahwa secara umum praktik inovasi perusahaan di Indonesia mengalami peningkatan. Inovasi mendorong daya saing, serta pastinya punya kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Dalam Hal inovasi kebaruan, “baru” disini diartikan sebagai sesuatu yang baru bagi pasar dan baru bagi organisasi, grafik inovasi kebaruan ini juga meningkat. Dampak inovasi terhadap revenue growth adalah perusahaan tumbuh 20-30% setelah melakukan inovasi yang komprehensif.

    “Karakter pemimpin yang dibutuhkan adalah pemimpin yang tidak hanya punya visi, tapi juga berani melakukan perubahan dan memberikan kesempatan pada karyawan untuk melakukan percobaan sesuatu yang baru dan memberikan dukungan.” tutup Erlinda merujuk hasil riset.

    Johari Zein dalam diskusi panel menyinggung tentang karakter leader yang dibutuhkan untuk inovasi, salah satunya adalah karakter berkemauan untuk berbagi. “Sebagai pemimpin, haruslah komit terhadap value, people dan learning untuk membangun daya saing berkaitan dengan integritas, yang membuat inovasi punya daya tahan.” katanya. Menurutnya inovasi ada banyak sekali, namun harus ada yang meramunya menjadi sesuatu yang nyata.

    Lain lagi dengan Ismed Hasan Putro (RNI) yang menyoroti inovasi dari mata BUMN. Menurutnya setiap perubahan dari perusahaan BUMN sangatlah susah karena terkait dengan birokrasi termasuk didalamnya adalah kajian dan sistem pengadaan. “Merubah gaya seorang pemimpin menjadi kunci” ujar Ismet. 

    Menyoal MEA 2015, Ismet mengatakan BUMN ada yang sudah sangat siap dan ada yang belum. Mantan wartawan ini juga menekankan jikalau militansi sebagai bangsa itu perlu, agar tidak dapat dikalahkan oleh perusahaan luar.

    “Keberanian dalam hal inovasi, juga berkaitan dengan berani menanggung risiko jika inovasi gagal.” ujar Melia Jalal (PPM Manajemen). Karakteristik pemimpin yang mendukung inovasi yakni harus  berani dan mempunyai visi. Menurut staf pengajar PPM ini karakter pemimpin memang sulit untuk diubah, namun perilaku bisa diubah. Masukkan aspek perilaku pemimpin yang mendukung inovasi ke dalam model kompetensi.

    Sedangkan Yuswohady selaku pemerhati UKM melihat bahwa Indonesia sudah diacak-acak oleh global brand, market Indonesia diambil oleh global,  dominasi global brand tidak hanya sebatas pada invasi di market, tapi juga pada aspek budaya.  “Innovate or die: applied di Indonesia. Kalau indonesia tidak melakukan inovasi, kita akan mati kalah oleh produk global.” katanya.

    Masih menurut penggagas Komunitas Memberi ini, dalam hal UKM hambatan yang perlu diatasi adalah mental dan karakter entrepreneurship yang tahan banting dan punya daya juang dalam hal bisnis, bukan modal.

    Inovasi harus dilakukan kapanpun, setiap saat. Jangan takut menghadapi MEA 2015, kita sikapi dengan menjadikan peluang. tutup Pieter Gero sebagai moderator. RIF/06/14



    MEET AND GREET PENULIS PEDOMAN LENGKAP SOFT SKILLS

    “Area SDM itu cukup kompleks karena melibatkan manusia, maka tidak melulu bersifat teknis.”

    Dengan semangat memberikan pemahaman tentang manfaat, fungsi dan lingkup soft skills sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan menjalin hubungan para praktisi profesional, PPM Manajemen kembali menggagas PPM Meet&Greet dengan menghadirkan penulis Buku Pedoman Lengkap Softskills yaitu Brian Aprinto, SPHR dan Fonny Arisandy Jacob sebagai pembicara, Kamis 6 Maret 2014 di Gedung Bina Manajemen.

    Disini Brian dan Fonny yang juga penulis buku Best Seller Pedoman Lengkap Profesional SDM Indonesia sharing apa-apa yang ada dibuku Pedoman Lengkap Soft Skills seperti model soft skills, pengembangan sikap/karakter, pengembangan kapasitas pribadi, pengembangan interpersonal skill, pengembangan skill organisasi.

    Menurut pasangan hidup ini (Brian dan Fonny-red) kunci yang paling utama dari pengembangan diri sendiri itu ialah nilai-nilai yang dipunya oleh seseoarang yang bisa dijadikan pegangan bagi dirinya serta mengetahui prinsip yang berlaku dalam proses pengembangan diri seseorang. Itu sesuai dengan apa yang mereka tulis dalam bukunya tersebut yakni setidaknya ada tiga nilai utama yang perlu dimiliki dan dijadikan pedoman oleh seseorang dalam pengambilan keputusan untuk diri sendiri.

    Ketiga nilai itu ialah Pelayanan; Rendah Hati; dan Integritas. Tanpa harus diminta pun dituntut oleh perusahaan sejatinya ketiga nilai itu harus dipunya dan dipakai oleh setiap pribadi karyawan. Ketika ditanya tentang buku Pedoman Lengkap Soft Skills ini mereka menjawab bahwa buku ini merupakan mengenai ide, pemikiran yang mereka dapat dan kumpulkan selama bertahun-tahun yang dicatat sebagai bentuk abadi serta bisa dijadikan pembelajaran bagi diri sendiri dan untuk khalayak ramai.

    Penguasaan soft skills menjadi kebutuhan yang penting dalam organisasi agar terbina keselarasan dan sinergi kinerja para karyawan perusahaan. Keterampilan-keterampilan seperti mengelola stress, memotivasi diri, membangun hubungan, menjual, bernegosiasi, melakukan presentasi serta membangun kelompok merupakan contoh-contoh soft skill yang dibutuhkan personil organisasi. Menggunakan soft skills untuk menopang pengetahuan dan mengimplementasikannya merupakan kunci keberhasilan karyawan berbakat dalam perusahaan. RIF/03/14



    Siasat dan Implementasi Outsourcing

    Tarik ulur mengenai persoalan outsourcing masih saja terus terjadi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah. Pemerintah telah mengeluarkan peraturan baru untuk mengatur pelaksanaan outsourcing melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 19/2012 dan Surat Edaran No. 04/MEN/VIII/2013. Namun, dewasa ini masih banyak perusahaan yang belum menerapkan PerMen dan SE tersebut.

    Dengan menghadirkan beberapa pakar dibidangnya PPM Manajemen melalui unit Forum Kajian Manajemen merasa terpanggil untuk mengangkat terkait isu peraturan yang oleh banyak orang disebut “peraturan karet” ini, seminar sehari pun digelar demi membahas polemik bagaimana dunia bisnis menyikapi PerMen dan SE tersebut di gedung PPM Manajemen Kamis 13 Februari 2014.

    Sebut saja  Iftida Yasar Wakil Sekretaris Umum APINDO ini memaparkan bahwa permasalahan yang mengemuka dalam implementasi outsourcing itu timbul karena adanya pemahaman yang berbeda antara perusahaan, pemerintah, dan serikat pekerja tentang definisi outsourcing. “Belum lagi penentuan Core dan Non Core yang ditetapkan perusahaan” katanya.

    Sedangkan Oktav P. Zamani Managing Partner oPz & Rekan Industrial Relations & Human Resources Consulting dalam presentasinya menyoroti filosofi Hubungan Industrial (HI) dalam HAM di perusahaan. Tiga “KH” yang menjadi perhatian kita bersama, yakni Kepastian Hukum; Kepastian Hidup; dan Kepastian Hari Tua.

    Menurut Yunus Triyonggo Chief of Human Capital Development PT. Sierad Produce Tbk selaku pembicara, alasan perusahaan memilih outsourcing biasanya untuk meningkatkan fokus bisnis perusahaan. Ini juga yang digaris bawahi oleh A. Kemalsjah Siregar - Advocate Specialist selaku penbicara penutup yang menjelaskan Aspek Legal Outsourcing terhadap PerMen No. 19/2012 dan SE No. 04/MEN/VIII/2013, “pemilihan core dan non core pekerjaan jangan sampai di politisir” katanya. Memang tidak akan pernah ada undang-undang yang sempurna yang akan mampu memuaskan setiap orang. Namun masih menurut Kemal ketidaksempurnaan undang-undang tidak boleh dijadikan peluang untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan maksud undang-undang tersebut. RIF/02/14