http://ppm-manajemen.ac.id/wp-content/themes/ppmCorporate
  • September  2014
    Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
       
    1 2 3 4 5 6 7
    8 9 10 11 12 13 14
    15 16 17 18 19 20 21
    22 23 24 25 26 27 28
    29 30  
  • Persembahan PPM Manajemen untuk Indonesia
    [caption id="attachment_5786" align="aligncenter" width="600"] (Foto: Arif Rachman)[/caption]

    Persembahan PPM Manajemen untuk Indonesia-Di usia 47 tahun

    Menteng (26/06/14), Riuh rendah tepuk tangan mengiringi sajian Tari Piring yang dipersembahkan oleh karyawati PPM Manajemen sebagai pembukaan perhelatan Diskusi Panel bertemakan Peran Pemimpin dan Inovasi Perusahaan Angkat Daya Saing di Era MEA 2015”. Di usianya yang menginjak 47 tahun PPM Manajemen memberi “kado” kepada Republik ini, semata demi kemajuan bangsa, sehingga bisa angkat daya saing Indonesia dalam kancah dunia.

    Kado itu berbentuk sebuah penelitian (riset) yang hasilnya dipaparkan dalam diskusi panel bersama para praktisi dan birokrat yang terkait serta akan diteruskan sebagai masukan kepada Pemerintah Republik Indonesia.

    Diskusi panel sendiri dimoderatori oleh Pieter GeroWartawan Senior Kompas Desk Ekonomi Bisnis . Hadir sebagai panelis perwakilan dari kalangan perusahaan (bisnis) :

    1. Ismed Hasan Putro - Direktur Utama PT. Rajawali Nusantara Indonesia

    2. H.M. Johari Zein - Direktur Eksekutif Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE)

    3. Yuswohady Pendiri Komunitas Memberi

    4. Octa Melia Jalal Staf Profesional PPM Manajemen

    Dihadiri sekitar 80 orang, sebagian besar mewakili perusahaan swasta (61%) dengan tingkat jabatan manajer puncak dan madya (64%).

    Melalui Center of Innovation and Collaboration (CIC) dan Center for Human Capital Development (CHCD), yang merupakan dua dari total empat Center yang sengaja dibentuk PPM Manajemen untuk selalu mengawal dunia manajemen, sehingga hal-hal kebaruan didapat demi menyesuaikan perubahan zaman, CIC telah melakukan penelitian terhadap 208 perusahaan Indonesia.

    Penelitian menitik-beratkan mengenai kesiapan perusahaan-perusahaan tersebut melakukan inovasi dan juga karakter pemimpin yang mendukung terciptanya inovasi di perusahaan. Bicara tentang MEA 2015 yang sudah didepan mata, Martinus Sulistyo Rusli Ph.D selaku PPM 1 dalam sambutannya berujar “MEA itu bisa sebagai ancaman tapi malah bisa jadi sebagai peluang, tergantung darimana kita mau melihat”.

    Turut hadir sebagai keynote speaker Ir. Bambang Prijambodo, MA - Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembiayaan Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan/BAPPENAS “siap tidak siap, Indonesia akan terlibat dalam MEA.” ujarnya. Hal yang perlu diperhatikan menyambut MEA menurut Bambang adalah unsur pembentuk daya saing. Banyak yang harus dibenahi, seperti pelabuhan, regulasi dan lainnya, termasuk kemudahan dalam menjalankan bisnis.

    Upaya yang harus dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi MEA adalah dengan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, sinergi antara pemerintah dengan dunia usaha juga sangat penting. Kemudian adalah tenaga kerja, memberikan kepastian hukum tentang tenaga kerja, “kita tidak bisa lagi menuntut pasar tenaga kerja, akan diberlakukan rule of origin untuk melindungi tenaga kerja.” . imbuhnya.

    Hasil riset CIC tentang praktik inovasi perusahaan di Indonesia yang dipaparkan oleh Erlinda Yunus, Ph. D antara lain menyimpulkan bahwa secara umum praktik inovasi perusahaan di Indonesia mengalami peningkatan. Inovasi mendorong daya saing, serta pastinya punya kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Dalam Hal inovasi kebaruan, “baru” disini diartikan sebagai sesuatu yang baru bagi pasar dan baru bagi organisasi, grafik inovasi kebaruan ini juga meningkat. Dampak inovasi terhadap revenue growth adalah perusahaan tumbuh 20-30% setelah melakukan inovasi yang komprehensif.

    “Karakter pemimpin yang dibutuhkan adalah pemimpin yang tidak hanya punya visi, tapi juga berani melakukan perubahan dan memberikan kesempatan pada karyawan untuk melakukan percobaan sesuatu yang baru dan memberikan dukungan.” tutup Erlinda merujuk hasil riset.

    Johari Zein dalam diskusi panel menyinggung tentang karakter leader yang dibutuhkan untuk inovasi, salah satunya adalah karakter berkemauan untuk berbagi. “Sebagai pemimpin, haruslah komit terhadap value, people dan learning untuk membangun daya saing berkaitan dengan integritas, yang membuat inovasi punya daya tahan.” katanya. Menurutnya inovasi ada banyak sekali, namun harus ada yang meramunya menjadi sesuatu yang nyata.

    Lain lagi dengan Ismed Hasan Putro (RNI) yang menyoroti inovasi dari mata BUMN. Menurutnya setiap perubahan dari perusahaan BUMN sangatlah susah karena terkait dengan birokrasi termasuk didalamnya adalah kajian dan sistem pengadaan. “Merubah gaya seorang pemimpin menjadi kunci” ujar Ismet. 

    Menyoal MEA 2015, Ismet mengatakan BUMN ada yang sudah sangat siap dan ada yang belum. Mantan wartawan ini juga menekankan jikalau militansi sebagai bangsa itu perlu, agar tidak dapat dikalahkan oleh perusahaan luar.

    “Keberanian dalam hal inovasi, juga berkaitan dengan berani menanggung risiko jika inovasi gagal.” ujar Melia Jalal (PPM Manajemen). Karakteristik pemimpin yang mendukung inovasi yakni harus  berani dan mempunyai visi. Menurut staf pengajar PPM ini karakter pemimpin memang sulit untuk diubah, namun perilaku bisa diubah. Masukkan aspek perilaku pemimpin yang mendukung inovasi ke dalam model kompetensi.

    Sedangkan Yuswohady selaku pemerhati UKM melihat bahwa Indonesia sudah diacak-acak oleh global brand, market Indonesia diambil oleh global,  dominasi global brand tidak hanya sebatas pada invasi di market, tapi juga pada aspek budaya.  “Innovate or die: applied di Indonesia. Kalau indonesia tidak melakukan inovasi, kita akan mati kalah oleh produk global.” katanya.

    Masih menurut penggagas Komunitas Memberi ini, dalam hal UKM hambatan yang perlu diatasi adalah mental dan karakter entrepreneurship yang tahan banting dan punya daya juang dalam hal bisnis, bukan modal.

    Inovasi harus dilakukan kapanpun, setiap saat. Jangan takut menghadapi MEA 2015, kita sikapi dengan menjadikan peluang. tutup Pieter Gero sebagai moderator. RIF/06/14


    PPM Booktalk : Great Spirit Grand Strategy

    Menteng, 19 Desember 2013 PPM Manajemen kembali menggelar BookTalk atau biasa dikenal PPM BookTalk. Kali ini merupakan juga acara pamungkas di PPM Manajemen sebagai penutup tahun 2013. Dengan menggandeng Telkom, PPM Manajemen melalui PPM Booktalknya ingin berbagi wawasan, diskusi dengan mengangkat topik Strategi Pamungkas Pemimpin Paripurna sesuai dengan isi buku Great Spirit Grand Strategy karangan Arief Yahya Direktur Utama Telkom.

    Topik ini akan menyajikan gambaran mengenai sebuah pemikiran bahwa sukses berkesinambungan sebuah organisasi terwujud karena adanya keseimbangan antara Spirit dan Strategi. Keseimbangan tersebut dimungkinkan oleh adanya peran sentral dari para pemimpin paripurna yang memiliki kemampuan olah Ruh, olah Rasa, olah Rasio, olah Raga (4R) dan olah Karsa yang solid dan seimbang.

    Hadir di Ruang Gathering  gedung PPM Manajemen dimana BookTalk ini berlangsung  sebagai pembicara langsung  Arief Yahya selaku pengarang didampingi Andi Ilham Said-Direktur Utama PPM Manajemen sebagai moderator, serta Yuswohady selaku editor buku Great Spirit Grand Strategy. PPM BookTalk kali ini juga diramaikan oleh hadirnya para corporate customer telkom, karyawan telkom, praktisi, konsultan, media serta mahasiswa yang ingin mengenal lebih dekat dengan “buku” nya Arief Yahya ini.

    “Kemenangan itu sesuatu yang direncanakan” ujar AY sapaan akrab Arief Yahya di tengah BookTalk, termasuk menjadi yang terbaik pun perlu direncanakan tambahnya. Lebih Jauh dalam bukunya AY menulis kesuksesan sebuah organisasi bersumber pada dua elemen inti, yaitu spirit dan strategy. Yang pertama menyangkut heart (hati), yang kedua menyangkut head (pikiran). Yang pertama adalah soft aspect dari sebuah organisasi, Yang kedua adalah hard aspect. Yang pertama menyangkut karakter sebagai hasil olah Ruh dan olah Rasa, yang kedua menyangkut kompetensi sebagai hasil dari olah Rasio dan olah Raga.

    PPM BookTalk merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh PPM Manajemen, dengan membahas buku-buku populer PPM Manajemen ingin berbagi wawasan, berdiskusi dan membahas topik-topik hangat terkini. PPM BookTalk dapat menjadi semacam oase bagi para praktisi dan memberikan tawaran solusi atas beragam permasalahan yang ada.  Rif/12/13


    Talent Fair STM PPM memasuki tahap Drop CV sampai Psikotes

    Riuh rendah gelaran Talent Fair hari ke-4 yakni hari pertama para job seeker bertemu langsung dengan perusahaan perusahaan yang membuka peluang untuk bergabung bersama. jarum jam baru menunjuk ke arah angka satu siang, tapi tak kurang dari 200-an job seeker silih berganti mendatangi booth-booth perusahaan, info yang di dapat dari petugas registrasi menyatakan bahwa dari jam 10.00 ketika acara hari ini dimulai sampai sekarang (pukul 13.30 wib-red) sudah lebih dari 500 job seeker yang datang.

    Kalau ditilik kebelakang, ini merupakan tahun keempat PPM Manajemen melalui Sekolah Tinggi Manajemen-nya menyelenggarakan Job Fair, di penghujung tahun 2013 kali ini dengan menjadikan Jod street sebagai media partner dan dengan menyebarkan info tentang Job fair ke Universitas-universitas serta melalui Kopertis diharapkan mampu memfasilitasi para pelamar dan perusahaan pemberi kerja.

    Jumat 13 Desember 2013 merupakan hari terakhir dari gelaran ini, selain masih berlangsung Drop CV, Company Presentation, Walk-in Interview juga akan diaadakan psikotes langsung. Jadi bagi yang belum menyiapkan CV nya, siapkan dari sekarang, bawa CV nya ke Talent Fair 2013 PPM Manajemen, drop CV-nya di perusahaan yang diminati, walk-in interview lanjut psikotes.  /arf/