http://ppm-manajemen.ac.id/wp-content/themes/ppmCorporate
  • February  2015
    Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
       
      1
    2 3 4 5 6 7 8
    9 10 11 12 13 14 15
    16 17 18 19 20 21 22
    23 24 25 26 27 28  
  • PPM SoM Talent Fair 2014

    PPM School of Management kembali mengadakan acara Talent Fair 2014 untuk membuka peluang kerja bagi para mahasiswa tingkat akhir dan lulusan S1/S2 dengan melibatkan perusahaan-perusahaan ternama. Acara ini akan diselenggarakan selama empat hari dengan rangkaian kegiatan berupa seminar, simulasi wawancara kerja, company presentation, drop CV, walk-in interview, dan psikotes. Acara tersebut terbuka untuk umum (mahasiswa [...]

    1st OCI Indonesia Award: In Depth Interview

    Tak kurang dari 14 perusahaan yang sedang berkembang dan maju hadir mengikuti proses In Depth Interview. Mereka berlomba memperebutkan The 1st OCI Award Indonesia  yang diselenggarakan PDMAI bekerja sama dengan Majalah SWA, yang pada puncaknya nanti pemenang utama  berkesempatan berbagi kisah sukses dalam konferensi PDMA yang diadakan di Amerika Serikat tahun 2015. Situasi penjurian tahap [...]

    PPM Manajemen di Gelaran “Director Lunch Meeting” Datascrip
    Senin (01/09) PPM Manajemen hadir di tengah-tengah jajaran Direksi dan Manajer PT Datascrip dalam gelaran rutin mingguan perusahaan “Business Solutions” tersebut. Di acara yang berjuluk Director Lunch Meeting itu, Ibu Wita Hartanto selaku Corporate Marketing PPM Manajemen membuka dan mengawali perkenalan sekilas tentang PPM. Dilanjutkan Pak Ichsan Syarifudin (senior consultant) yang  membawakan sharing-nya mengenai model transformasi organisasi dan model human capital management. Seraya tak mau kalah, panggung acara diambil alih oleh Ibu Nina Maharsi Anindyajati yang menggiring hadirin untuk menyelami watak Gen Y (Generasi Y). Menurut Zaky Makarim (Division Manager Datascrip) animo hadirin diluar dugaan, mereka sangat antusias menyerap habis materi yang diberikan oleh PPM Manajemen. Lebih jauh Joe Kamdani (Founder & Chairman PT Datascrip) malah mengajak tim PPM Manajemen ke ruang kerjanya sembari memperlihatkan “masalah” yang sekiranya kedepan akan di fasilitasi oleh PPM Manajemen untuk menanganinya. Ayo PPM, terus dampingi mitra menapaki Jalan Daun tumbuh dan berkembang menjadi organisasi dan pelaku ekonomi yang berharkat dan bermartabat. RIF/09/14  

    Gelaran BUMD & CEO BUMD Award 2014: Angkat Daya Saing Menuju MEA
    Setelah sukses dengan Anugerah BUMN dalam hal penjurian dan perancangan assessment tool tahun lalu, kali ini giliran PPM Manajemen menjadi tempat dalam proses penjurian gelaran BUMD dan CEO BUMD Award 2014. Selama empat hari, 19-22 Agustus 2014 PPM Manajemen akan disambangi tidak kurang dari 30 BUMD seluruh Indonesia. Para petinggi BUMD pun hadir sebagai bagian dari rangkaian perhelatan BUMD dan CEO BUMD Award 2014. Dimotori oleh Majalah Business Review, ajang ini merupakan apresiasi dan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada BUMD serta CEO BUMD terbaik di Indonesia, yang tentu saja berprestasi dan telah berhasil meningkatkan kinerja BUMD-nya. Memang PPM Manajemen untuk perhelatan kali ini hanya “ketempatan” saja, tapi ini boleh jadi sebagai pijakan pertama PPM memasuki ranah BUMD setelah jauh hari sebelum ini sudah berpijak di tengah BUMN dalam pengembangan serta mengangkat daya saing Tanah Air. Terlebih jika melihat suasana pemerintahan Indonesia yang saat ini memiliki prioritas pembangunan daerah, dirasa cocok dengan prioritas peluang PPM dalam menyongsong agenda PPM 2015. Semoga ajang ini bisa lebih membuka lebar pintu masuk dalam ranah BUMD demi capaian kontribusi PPM dalam angkat daya saing Indonesia dimata dunia.  RIF/VIII/14

    Persembahan PPM Manajemen untuk Indonesia Di Usia 47 Tahun

    Menteng (26/06/14), Riuh rendah tepuk tangan mengiringi sajian Tari Piring yang dipersembahkan oleh karyawati PPM Manajemen sebagai pembukaan perhelatan Diskusi Panel bertemakan Peran Pemimpin dan Inovasi Perusahaan Angkat Daya Saing di Era MEA 2015”. Di usianya yang menginjak 47 tahun PPM Manajemen memberi “kado” kepada Republik ini, semata demi kemajuan bangsa, sehingga bisa angkat daya saing Indonesia dalam kancah dunia.

    Kado itu berbentuk sebuah penelitian (riset) yang hasilnya dipaparkan dalam diskusi panel bersama para praktisi dan birokrat yang terkait serta akan diteruskan sebagai masukan kepada Pemerintah Republik Indonesia.

    Diskusi panel sendiri dimoderatori oleh Pieter GeroWartawan Senior Kompas Desk Ekonomi Bisnis . Hadir sebagai panelis perwakilan dari kalangan perusahaan (bisnis) :

    1. Ismed Hasan Putro - Direktur Utama PT. Rajawali Nusantara Indonesia

    2. H.M. Johari Zein - Direktur Eksekutif Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE)

    3. Yuswohady Pendiri Komunitas Memberi

    4. Octa Melia Jalal Staf Profesional PPM Manajemen

    Dihadiri sekitar 80 orang, sebagian besar mewakili perusahaan swasta (61%) dengan tingkat jabatan manajer puncak dan madya (64%).

    Melalui Center of Innovation and Collaboration (CIC) dan Center for Human Capital Development (CHCD), yang merupakan dua dari total empat Center yang sengaja dibentuk PPM Manajemen untuk selalu mengawal dunia manajemen, sehingga hal-hal kebaruan didapat demi menyesuaikan perubahan zaman, CIC telah melakukan penelitian terhadap 208 perusahaan Indonesia.

    Penelitian menitik-beratkan mengenai kesiapan perusahaan-perusahaan tersebut melakukan inovasi dan juga karakter pemimpin yang mendukung terciptanya inovasi di perusahaan. Bicara tentang MEA 2015 yang sudah didepan mata, Martinus Sulistyo Rusli Ph.D selaku PPM 1 dalam sambutannya berujar “MEA itu bisa sebagai ancaman tapi malah bisa jadi sebagai peluang, tergantung darimana kita mau melihat”.

    Turut hadir sebagai keynote speaker Ir. Bambang Prijambodo, MA - Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembiayaan Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan/BAPPENAS “siap tidak siap, Indonesia akan terlibat dalam MEA.” ujarnya. Hal yang perlu diperhatikan menyambut MEA menurut Bambang adalah unsur pembentuk daya saing. Banyak yang harus dibenahi, seperti pelabuhan, regulasi dan lainnya, termasuk kemudahan dalam menjalankan bisnis.

    Upaya yang harus dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi MEA adalah dengan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, sinergi antara pemerintah dengan dunia usaha juga sangat penting. Kemudian adalah tenaga kerja, memberikan kepastian hukum tentang tenaga kerja, “kita tidak bisa lagi menuntut pasar tenaga kerja, akan diberlakukan rule of origin untuk melindungi tenaga kerja.” . imbuhnya.

    Hasil riset CIC tentang praktik inovasi perusahaan di Indonesia yang dipaparkan oleh Erlinda Yunus, Ph. D antara lain menyimpulkan bahwa secara umum praktik inovasi perusahaan di Indonesia mengalami peningkatan. Inovasi mendorong daya saing, serta pastinya punya kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Dalam Hal inovasi kebaruan, “baru” disini diartikan sebagai sesuatu yang baru bagi pasar dan baru bagi organisasi, grafik inovasi kebaruan ini juga meningkat. Dampak inovasi terhadap revenue growth adalah perusahaan tumbuh 20-30% setelah melakukan inovasi yang komprehensif.

    “Karakter pemimpin yang dibutuhkan adalah pemimpin yang tidak hanya punya visi, tapi juga berani melakukan perubahan dan memberikan kesempatan pada karyawan untuk melakukan percobaan sesuatu yang baru dan memberikan dukungan.” tutup Erlinda merujuk hasil riset.

    Johari Zein dalam diskusi panel menyinggung tentang karakter leader yang dibutuhkan untuk inovasi, salah satunya adalah karakter berkemauan untuk berbagi. “Sebagai pemimpin, haruslah komit terhadap value, people dan learning untuk membangun daya saing berkaitan dengan integritas, yang membuat inovasi punya daya tahan.” katanya. Menurutnya inovasi ada banyak sekali, namun harus ada yang meramunya menjadi sesuatu yang nyata.

    Lain lagi dengan Ismed Hasan Putro (RNI) yang menyoroti inovasi dari mata BUMN. Menurutnya setiap perubahan dari perusahaan BUMN sangatlah susah karena terkait dengan birokrasi termasuk didalamnya adalah kajian dan sistem pengadaan. “Merubah gaya seorang pemimpin menjadi kunci” ujar Ismet. 

    Menyoal MEA 2015, Ismet mengatakan BUMN ada yang sudah sangat siap dan ada yang belum. Mantan wartawan ini juga menekankan jikalau militansi sebagai bangsa itu perlu, agar tidak dapat dikalahkan oleh perusahaan luar.

    “Keberanian dalam hal inovasi, juga berkaitan dengan berani menanggung risiko jika inovasi gagal.” ujar Melia Jalal (PPM Manajemen). Karakteristik pemimpin yang mendukung inovasi yakni harus  berani dan mempunyai visi. Menurut staf pengajar PPM ini karakter pemimpin memang sulit untuk diubah, namun perilaku bisa diubah. Masukkan aspek perilaku pemimpin yang mendukung inovasi ke dalam model kompetensi.

    Sedangkan Yuswohady selaku pemerhati UKM melihat bahwa Indonesia sudah diacak-acak oleh global brand, market Indonesia diambil oleh global,  dominasi global brand tidak hanya sebatas pada invasi di market, tapi juga pada aspek budaya.  “Innovate or die: applied di Indonesia. Kalau indonesia tidak melakukan inovasi, kita akan mati kalah oleh produk global.” katanya.

    Masih menurut penggagas Komunitas Memberi ini, dalam hal UKM hambatan yang perlu diatasi adalah mental dan karakter entrepreneurship yang tahan banting dan punya daya juang dalam hal bisnis, bukan modal.

    Inovasi harus dilakukan kapanpun, setiap saat. Jangan takut menghadapi MEA 2015, kita sikapi dengan menjadikan peluang. tutup Pieter Gero sebagai moderator. RIF/06/14