http://ppm-manajemen.ac.id/wp-content/themes/ppmCorporate
  • April  2014
    Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
       
      1 2 3 4 5 6
    7 8 9 10 11 12 13
    14 15 16 17 18 19 20
    21 22 23 24 25 26 27
    28 29 30  
  • Fun and Practical Experiential Learning to be A Great Supervisor

    Para pemimpin terkadang kurang memahami fungsi supervisor yang merupakan first line manager adalah posisi yang cukup kritikal di dalam perusahaan. Mengapa dikatakan posisi yang kritikal? Karena merekalah yang langsung berhubungan dengan satu kelompok kerja terdepan.

    Keberhasilan dalam mengelola kelompok kerja tersebut akan sangat berdampak terhadap kinerja dan image perusahaan. Kondisi yang terjadi saat ini adalah supervisor belum menyadari betapa besarnya peran mereka di perusahaan dan para supervisor belum memaksimalkan potensi yang dimiliki dalam melaksanakan pekerjaannya. (more...)


    Talent Fair 2013 – PPM School of Management

    PPM School of Management kembali mengadakan acara Talent Fair 2013 untuk membuka peluang kerja bagi para mahasiswa tingkat akhir dan lulusan S1/s2 dengan melibatkan perusahaan-perusahaan ternama. Acara ini akan diselenggarakan selama 5 (lima) hari dengan rangkaian kegiatan berupa seminar, company presentation, mock-up interview, walk-in interview, dan psikotes.

    (more...)

    MENYONGSONG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN 2015

    Managing Our Nation

    Pemerintah harus lebih serius memperhatikan masalah kualitas SDM dalam menyongsong economic border less country yang disebut Asean Economic Community (AEC) atau lebih akrab dikenal Masyarakat Ekonomi ASEAN  (MEA) pada 2015.

    Pelaksanaan MEA ini diikuti oleh 10 negara anggota ASEAN yang memiliki total penduduk 600 juta jiwa dan sekitar 43% jumlah penduduk ASEAN itu berada di Indonesia. Artinya, pelaksanaan MEA  sebenarnya akan menempatkan Indonesia sebagai pasar utama yang besar, baik untuk arus barang maupun arus investasi.

    Namun menurut Prof. Sarlito Wirawan Sarwono Guru Besar Psikologi UI, masyarakat Indonesia sebenarnya siap, yang tidak siap adalah sistemnya. “Sistem di republik ini yang menyebabkan masyarakat yang paling kreatif pun jadi tidak kreatif.” kata prof. Sarlito ditengah diskusi Managing Our Nation di PPM Manajemen (Jum’at 21/03/14).

    Masih menurut pentolan The Profesor Band ini, yang paling penting adalah sikap. Sikap seperti tepat waktu, dan tanggung jawab. Jika sikap  profesional dimiliki pasti SDM bangsa ini makin siap dalam memasuki MEA 2015. Birokrasi dirasa jadi penghambat. Pemerintah harus mengembangkan negara yang sistemik, tapi jangan melalui peraturan tapi melalui budaya, “Ciptakan budaya-budaya yang bisa dijadikan pola kebiasaaan yang positif.” Imbuh prof. Sarlito.

    Seraya mengamini, Djoko Rebowo staf professional PPM Manajemen berujar “sejatinya perusahaan sudah siap, jangan semua gerak langkah perusahaan dibatasi regulasi, kasihlah kelonggaran. polanya harus dengan sistem jangan dengan regulasi.” Harus ada sinergi antara tiga pihak, Academi, Business dan Government agar dapat meningkatkan daya saing dimata asing.

    Hal diatas terkuak dalam gelaran Managing Our Nation pada Jum’at 21/03/2014 yang digagas oleh PPM Manajemen untuk memfasilitasi para praktisi, akademisi dan birokrat yang terkait dengan kompetensi teknis SDM untuk bisa memberikan masukan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Acara dalam bentuk Music & Talk Interactive yang santai dan inspiratif. Diskusi narasumber diselingi dengan hiburan musik dari kalangan akademisi yakni The Profesor Band yang beranggotakan para Guru Besar Universitas Indonesia. RIF/03/14


    Grand Opening Business Incubator – PPM School of Management

    Kewirausahaan itu bukanlah hal yang diturunkan namun hal yang dapat dipelajari. Ungkapan tersebut menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang pengusaha, yang dibutuhkan bukanlah bakat atau keturunan, namun ilmu dan praktek sebagai bekal.

    Café Incubator - PPM Manajemen, Jum’at 07 Maret 2014, Berbekal prinsip itulah PPM School of Management (PPM SoM) mendidik mahasiswanya dalam menjalankan bisnis. Sebut saja Mata Kuliah Entrepreneurship 2 yaitu Business Incubator Activity yang merupakan laboratorium bagi mahasiswa, terbagi dalam beberapa tim mahasiswa akan menjalankan usaha selama 3 bulan. Setiap tim akan dievaluasi kinerja bisnisnya setiap bulan, tim juga akan didampingi  mentor-mentor bisnis yang fungsinya adalah sebagai pemberi masukan dan evaluasi dari praktek bisnis yang dijalani sehingga kinerja bisnisnya semakin lama akan semakin baik.

    “Semua mahasiswa didalam business incubator ini diminta untuk mempraktekan ilmu manajemennya yang telah dipelajari dari semester satu” kata Aries Heru Prasetyo selaku Ketua Program Sarjana PPM SoM. Mahasiswa PPM SoM memang mendapat gemblengan  sedari awal semester satu demi memupuk jiwa entrepreneurship-nya, “semua langsung diajak praktek, jika di tempat lain baru sebatas materi teori di PPM sudah diminta praktek” kata Aries menambahkan.

    Dalam Business Incubator kali ini terdapat 6 usaha yaitu:

    1. Pape Café, singkatan dari Café pagi petang yang menawarkan pilhan menu makanan sehat dan praktis yang dibuka mulai dari pagi hingga petang
    2. Wagiman, singkatan dari Warung Nagih Man!!, yang menyajikan menu nasi kucing dengan harga murah, nuansa anak muda, dengan pilihan menu nasi merah, nasi kucing dan nasi hijau.
    3. Delicicakes, menyajikan menu cakes dan pastry homemade yang dijual online
    4. Relico, menjual apparel bertema “Unspoken Culture” untuk anak muda
    5. Mobius, menjual fashion untuk pria dan wanita dengan konsep unik, multipurpose, dan fashionable.
    6. Kopi Kenthel, menjual Kopi hitam kental khas daerah-daerah di Indonesia.

    Acara Grand Opening yang dibuka oleh Ketua Program Sarjana PPM SoM Aries Heru Prasetyo, juga dimeriahkan oleh dua pembicara dari kalangan pebisnis muda yang sharing dalam format talkshow dengan tema “Innovative Young Entrepreneur”. Yakni : Ali Bagus Antra - founder dan owner Bebek Garang (Segar Merangsang) dan Mahaditra Jakarespati Wiradisuria -  founder dan owner Valadoo Tours and Travel.

    Diharapkan dengan dibukanya Business Incubator  tersebut, para mahasiswa akan belajar menjalankan bisnis, menarik pelajaran dari setiap peristiwa yang dialami sehingga diharapkan akan muncul pengusaha-pengusaha muda yang bermental tangguh dan mampu menjalankan bisnis dengan sustainable dan tangible.

    Sekilas tentang  Usaha yang di buka pada Business Incubator kali ini      

    1.      DeliciCakes

    DeliciCakes bergerak dalam bidang pastry. Produk yang ditawarkan antara lain Nutella Pisang, Jar Cakes, Pie Susu, Rice Crispy dan Cheese Cake. Dengan kisaran harga antara Rp. 3.000 hingga Rp. 40.000, konsumen sudah bisa menikmati produk homemade dengan bahan kualitas tinggi yang merupakan keunggulan dari DeliciCakes, selain itu produk hanya dibuat berdasarkan pre-order sehingga terjamin kesegarannya. Pemasarannya dengan melalui media online dan  juga membuka stand saat Car Free Day sehingga dapat lebih dikenal publik. Menurut mereka salah satu kesuksesan dalam menjalankan bisnis adalah dengan membangun teamwork yang baik sehingga dapat terus berkembang.

     2.      Pape Café

    Pape Cafe merupakan singkatan dari Pagi Petang Café, bergerak dalam bidang kuliner dengan pangsa pasar para mahasiswa serta karyawan dari PPM School of Management. Dengan kisaran harga Rp. 5.000 – Rp. 20.000, konsumen sudah mendapat menu dengan rasa yang enak serta porsi yang besar. Pape Café selama ini banyak memetik pelajaran dari teori yang telah diajarkan dalam perkuliahan, terutama konsep manajemen operasi karena butuh kemapuan tersendiri untuk membagi waktu antara kuliah dengan menjalankan bisnis. Harapan mereka ke depan adalah dapat melakukan layanan delivery dan memenuhi kuota pemesanan.

     3.      Mobius

    Mobius diciptakakan oleh sebuah tim yang bernama ETW (Easy to Wear). Mobius bergerak dalam lini fashion yang memproduksi kemeja untuk laki-laki maupun perempuan. Kemeja yang diproduksi bersifat tematik dan dipasarkan melalui sistem online dan social media. Kisaran harga yang ditawarkan antara Rp. 100.000 hingga Rp. 150.000. Selain itu juga menerapkan konsep brand endorsement agar produknya dapat lebih dikenal masyarakat.

     4.      Wagiman

    Wagiman bergerak dibidang kuliner yang mengedepankan rasa serta penggunaan bahan yang natural. Tujuannya adalah bagaimana agar konsumen mendapatkan makanan dengan rasa yang enak, cepat, dan murah. Dengan kisaran harga Rp. 10.000- Rp. 12.000, konsumen sudah dapat menikmati menu nasi yang dibuat berwarna dengan pewarna alami serta berbagai lauk seperti telur dadar, orek tempe, bakwan, tempe mendoan, tahu, perkedel, dan lain-lain. Juga mengadakan mini games berhadiah makan gratis yang tentu saja menarik konsumen sesuai dengan target pasar mereka yaitu mahasiswa dengan low budget.

     5.       Relico

    Bergerak dalam lini fashion dan mengusung tag line “We Take You Around the World with Style” Relico menjual kaos dengan desain yang eksklusif serta dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp. 125.000. Desain yang dihadirkan pada debut pertama mereka adalah middle-east. Menangkap kebutuhan pasar yang antusias akan desain t-shirt berkualitas, maka Relico menciptakan t-shirt dengan desain eksklusif dan detail serta bahan yang berkualitas tinggi. RIF/03/14


    MEET AND GREET PENULIS PEDOMAN LENGKAP SOFT SKILLS

    “Area SDM itu cukup kompleks karena melibatkan manusia, maka tidak melulu bersifat teknis.”

    Dengan semangat memberikan pemahaman tentang manfaat, fungsi dan lingkup soft skills sekaligus sebagai ajang silaturahmi dan menjalin hubungan para praktisi profesional, PPM Manajemen kembali menggagas PPM Meet&Greet dengan menghadirkan penulis Buku Pedoman Lengkap Softskills yaitu Brian Aprinto, SPHR dan Fonny Arisandy Jacob sebagai pembicara, Kamis 6 Maret 2014 di Gedung Bina Manajemen.

    Disini Brian dan Fonny yang juga penulis buku Best Seller Pedoman Lengkap Profesional SDM Indonesia sharing apa-apa yang ada dibuku Pedoman Lengkap Soft Skills seperti model soft skills, pengembangan sikap/karakter, pengembangan kapasitas pribadi, pengembangan interpersonal skill, pengembangan skill organisasi.

    Menurut pasangan hidup ini (Brian dan Fonny-red) kunci yang paling utama dari pengembangan diri sendiri itu ialah nilai-nilai yang dipunya oleh seseoarang yang bisa dijadikan pegangan bagi dirinya serta mengetahui prinsip yang berlaku dalam proses pengembangan diri seseorang. Itu sesuai dengan apa yang mereka tulis dalam bukunya tersebut yakni setidaknya ada tiga nilai utama yang perlu dimiliki dan dijadikan pedoman oleh seseorang dalam pengambilan keputusan untuk diri sendiri.

    Ketiga nilai itu ialah Pelayanan; Rendah Hati; dan Integritas. Tanpa harus diminta pun dituntut oleh perusahaan sejatinya ketiga nilai itu harus dipunya dan dipakai oleh setiap pribadi karyawan. Ketika ditanya tentang buku Pedoman Lengkap Soft Skills ini mereka menjawab bahwa buku ini merupakan mengenai ide, pemikiran yang mereka dapat dan kumpulkan selama bertahun-tahun yang dicatat sebagai bentuk abadi serta bisa dijadikan pembelajaran bagi diri sendiri dan untuk khalayak ramai.

    Penguasaan soft skills menjadi kebutuhan yang penting dalam organisasi agar terbina keselarasan dan sinergi kinerja para karyawan perusahaan. Keterampilan-keterampilan seperti mengelola stress, memotivasi diri, membangun hubungan, menjual, bernegosiasi, melakukan presentasi serta membangun kelompok merupakan contoh-contoh soft skill yang dibutuhkan personil organisasi. Menggunakan soft skills untuk menopang pengetahuan dan mengimplementasikannya merupakan kunci keberhasilan karyawan berbakat dalam perusahaan. RIF/03/14