|
|
|
|
| Mon | Tue | Wed | Thu | Fri | Sat | Sun |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 2 | |||||
| 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
| 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 |
| 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 |
| 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 |
Beberapa konsep manajemen lalu lintas telah diterapkan untuk mengatasi kemacetan di Ibu kota, salah satunya adalah pengintegrasian moda transportasi umum yang ada pada saat ini. Konsep ini sudah mulai dilaksanakan, salah satunya dengan adanya pengintegrasian Kopaja di jalur Busway dan adanya sistem tiket elektronik bagi pengguna Transjakarta. Namun, sampai saat ini, pengintegrasian moda transportasi di Jakarta belum merambah kepada sistem transportasi angkutan umum berbasis rel.
Perlu adanya sinergi antara PT. KAI yang memiliki otoritas penuh terhadap transportasi berbasis rel dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan pengintegrasian angkutan umum berbasis rel dengan angkutan umum lainnya. Sebagai contoh, saat ini, di Jakarta, sudah ada beberapa stasiun KRL Jabodetabek yang lokasinya berdekatan dengan halte transjakarta. Beberapa di antaranya terletak di Dukuh Atas, Cawang, Kota, dan Jatinegara. Merujuk praktik di negara lain, kondisi tersebut memenuhi prasyarat untuk dilakukan integrasi antarmoda transportasi. (more...)
Nyok Benahi Manajemen Transportasi Jakarta
Executive Lounge PPM Manajemen, 20 Maret 2013. Transportasi merupakan komponen utama dalam suatu kegiatan masyarakat. Di Jakarta sendiri, transportasi menjadi tulang punggung dalam mendukung keberlangsungan kegiatan perekonomian, sehingga setiap ada masalah dalam transportasi akan berdampak luas pada kelancaran lalu lintas yang pada akhirnya akan menghambat kegiatan tersebut.
Beragam masalah transportasi di Ibukota diantaranya, kemacetan lalu lintas, pelayanan dan kondisi angkutan umum yang masih jauh memenuhi harapan masyarakat. Tak hanya itu, masalah tarif angkutan umum yang seringkali kontradiktif, tingkat pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang relatif masih tinggi, perilaku sebagian besar pengguna jalan yang tidak tertib dan disiplin, belum lagi masalah parkir kendaraan yang belum memadai. Semua masalah tersebut saling berkaitan sehingga menyebabkan masalah transportasi DKI Jakarta menjadi semakin kompleks.
Berbagai masalah transportasi tersebut, yang paling menjadi sorotan adalah masalah kemacetan lalu lintas. Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi masalah ini, salah satunya yakni moda busway Transjakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaruh harapan yang besar terhadap TransJakarta untuk dapat memberikan layanan yang nyaman, aman dan cepat bagi seluruh lapisan masyarakat kota Jakarta. Akan tetapi, kenyataan berkata lain, setelah sembilan tahun beroperasi, harapan tersebut belum sepenuhnya dapat terpenuhi. Timbulnya masalah dalam segi pelayanan dan permasalahan dari segi teknis seperti kurangnya armada, belum adanya ruang kendali operasional dan ukuran shelter yang terbatas menyebabkan penumpang tidak terakomodasi secara optimal pada jam-jam tertentu yang sangat padat.
Dari hasil diskusi kemarin terkumpullah impian akan Transjakarta dari setiap Narasumber yakni
Transjakarta menjadi Andalan Masyarakat, sebagai Backbone moda transportasi, angkutan yang Nyaman, Transportasi Terbaik, sebagai Budaya Baru , dan Terintegrasi.
Narasumber :
- M. Akbar Msc, Kepala Unit Pengelolaan Transjakarta Busway
- Alvinsyah, M.Sc., Urban Transport Forum, Masyarakat Transportasi Indonesia
- Banu Astono, Kepala Desk Metropolitan Harian Umum Kompas
- David Tjahjana, Kordinator Suara Transjakarta
- Djoko Rebowo ,SE.MM., Kosultan PPM Manajemen
- Bani Saksono, Penulis Buku “Manajemen Transjakarta Busway”
The only way for HR Professional to creating added value
Sudah saatnya bagi praktisi HR untuk kembali mengkaji ulang peran mereka dalam organisasi
Executive Lounge PPM, Jumat, 31 Mei 2013. Praktisi SDM atau mereka yang mendapat amanah sebagai pihak yang harus mengatur tata kelola SDM atau juga sering disebut sebagai Personalia seringkali merasakan banyak tekanan ketika menjalankan pekerjaannya. Alih-alih sebagai perwakilan pekerja di depan manajemen, Personalia lebih sering diposisikan sebagai ‘perpanjangan tangan’ manajemen, sehingga seringkali tidak populer di kalangan pekerja pada umumnya.
Terlebih seringkali Personalia hanya menjadi ‘tukang cuci piring’ ketika terjadi masalah yang melibatkan manajemen dengan pekerja. Padahal jika dikembalikan dalam peran utamanya, sungguh Personalia memiliki posisi yang teramat penting dalam organisasi. Di tangan merekalah kendali penggerak utama organisasi, Human Capital, talenta dan para pekerja. Namun karena seringkali Praktisi SDM tidak dilibatkan secara penuh, mereka menjadi rikuh ketika menjalankan peran mereka yang sebenarnya.
Dalam kondisi seperti ini para Praktisi SDM memerlukan pegangan yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalankan pekerjaan mereka sehari-hari, namun juga tidak terlalu menyita waktu. Maka jawabannya adalah Buku yang berisikan beragam pedoman dan arahan agar Praktisi SDM menyadari peran mereka yang sesungguhnya, dan menjalankan perannya dengan sebaik mungkin.
Adalah PPM Manajemen yang memprakarsai BookTalk, sebuah acara diskusi buku “Pedoman lengkap Profesional SDM Indonesia” karya Brian Aprinto, ST, MM, SPHR. Buku ini sendiri diterbitkan atas beberapa pemikiran, Pertama, Buku ini menyajikan pengetahuan praktis yang lengkap bagi profesional SDM. Dengan kata lain buku ini merupakan yang pertama yang membahas lengkap mengenai SDM professional di Indonesia. Kedua, Tidak dapat dipungkiri pembuatan buku ini terinspirasi dari buku-buku yang ada hubungannya dengan SDM; Ketiga, Bidang SDM dinilai sangat penting bagi setiap organisasi khususnya bagi perusahaan yang akan meningkatkan kinerja organisasi melalui peningkatan mutu SDM dan kinerja karyawannya. Kinerja karyawan itu sendiri sangat dipengaruhi oleh keberhasilan organisasi dalam menerapkan SDM yang professional, dan Keempat, Semua manajer SDM layak mengoleksi buku ini sebagai pedoman mereka untuk menuju professional.
Tentang Penulis
Brian Aprinto, ST, MM, SPHR
Merupakan Praktisi Profesional SDM dengan pengalaman dalam berbagai implementasi sistem organisasi dan Manajemen SDM. Brian adalah orang Indonesia pertama yang memperoleh Sertifikasi Senior Profesional in Human Resource (SPHR) dari Human Resources Certification Institute yang merupakan bagian dari Society for Human Resource Management (SHRM), yaitu asosiasi profesi SDM International.
Penulis adalah alumni Fakultas Teknik Industri Universitas Indonesia dan selanjutnya menamatkan Program Magister Manajemen dari Universitas Gajah mada. Pengalaman Kerja Brian antara lain:
- Penata dan Internal fasilitator PT. Jamsostek (Persero)
- Operation & HR Manager PT. Total Solusi Mandiri
- Warehouse Assistant Manager PT. Kedaung Distribution Centre.
Fonny Arisandy Jacod, SE, Msi
Fonny adalah fasilitator berpengalaman dalam berbagai perusahaan baik perusahaan nasional maupun multinasional dan telah menfasilitasi pelatihan ribuan professional di Indonesia. Penulis alumni Fakultas Ekonomi dan Studi pembangunan Universitas Gajah Mada dan juga menyandang gelar Master of Management Science dari Universitas Indonesia.
Pengalaman kerja Fonny mencakup:
- Independent facilitator and Guest Speaker
- Facilitator di Dunamis Organization Services
- Consultant for Corporate Culture Division in Dunamis Organization Service
- HRD staf di PT. Panin Bank
- Marketing Manager di Wahana Unggul Utama Line
- Coordinator of Lecture Team of Profesional Writing and Reading Skills di STEKPI Jakarta bersama dengan Rhenald Kasali
- System and Business Analyst di PT. Infinitechnology
- Consultant & Researcher di Regulatory and Organization Development Study Center University of Indonesia
Hendi Suaeb
Media Relation PPM Manajemen
E. purel_media@ppm-manajemen.ac.id
M. 0878 873 66 255
Academics Gathering PDMA Indonesia
Executive Lounge PPM Manajemen, topik inovasi dan transformasi saat ini sedang hangat dibicarakan di Indonesia atau pun di dunia Internasional, dalam hal ini Product Development menjadi hal yang sangat fundamental bagi perusahaan yang ingin survive di industrinya. PDMA Indonesia berposisi netral dan merupakan kolaborator yang bisa menyatukan triangle ABG, A (Academic) B (Business) & G (Government) untuk mengembangkan riset di Indonesia. Kenyataannya, jika pemerintah terlalu ikut campur akan mempersulit hasil yang diperoleh oleh industri, dalam hal ini produk inovasi yang akan dikembangkan oleh riset dan industri bisa berkolaborasi tanpa campur tangan pemerintah. Sebagai contoh, hasil inovasi kepiting soka di Makassar dan pengembangan buah mangga di Filipina. Oleh karena itu, riset industri dan pemerintah perlu bekerjasama dalam berinovasi untuk meningkatkan hasil industri. Itulah kata pembuka dari Direktur Utama PPM Manajemen sekaligus Direktur PDMA (Product Development and Management Association) Indonesia Andi Ilham Said, Ph.D.
Acara yang bertajuk Academics Gathering PDMA Indonesia ini berlangsung 28 Maret 2013 di executive lounge PPM Manajemen di bilangan Menteng Raya. PDMA Indonesia itu sendiri merupakan asosiasi nirlaba untuk inovasi produk dan manajemen. PDMA Indonesia dimulai oleh PPM Manajemen pada tahun 2012 dengan tujuan untuk menjadi pusat keunggulan untuk pengembangan produk, inovasi dan manajemen di Indonesia. Pusat untuk ide-ide inovatif, pengembangan produk yang efektif, serta kerjasama dan promosi antar profesional, akademisi, dan lembaga-lembaga. Sebagai bagian dari pengembangan di wilayah Asia Pasifik, PDMA Indonesia menaungi wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. arf/03/13
Transformasi dan Inovasi
Executive Lounge PPM Manajemen Jumat 23 November 2012, ini kali kelima PPM Manajemen bekerjasama dengan Jaringan Radio Smart FM, mengudarakan secara langsung talkshow yang mengangkat beragam isu yang sedang marak di tengah masyarakat. Dengan sebuah harapan acara ini dapat menjadi semacam alternatif sumber inspirasi, tidak hanya bagi pribadi yang mendengarkan, namun lebih jauh bagi Bangsa Indonesia, yakni Friday Nite Music and Talk.
Tema yang diangkat ialah tranformasi dan inovasi menuju Indonesia yang lebih baik, selain The Profesor Band yang bertindak sebagai guestband dan narasumber, kini menghadirkan Gindo Tampubolon, Ph.D –Alumni sekolah tinggi manajemen PPM; Faculty member of institute for social change serta para eksekutif professional PPM Manajemen.
Dengan dipandu Dariel Adam (Smart FM) sebagai host didampingi Diana Permatasari (Kepala divisi Riset Manajemen PPM) sebagai co-host, dialog hangat nan sarat makna mengalir diiringi lagu-lagu The Beatles yang dibawakan oleh The Profesor Band.
Sebagai Pembuka Gindo Tampubolon, Ph.D berujar “kreativitas itu cuma satu sisi dari inovasi, sisi satunya lagi disiplin. Itu sebabnya ada yang namanya manajemen inovasi dan kolaborasi di PPM”. Bisa ditarik kesimpulan bahwa dua hal diatas memang tidak bisa dipisahkan satu sama lain, kreativitas belaka tidak akan menjadikan inovasi apapun jika tidak diikuti dengan disiplin. Arf/11/12
Kongres Pustakawan
3 Photos






http://ppm-manajemen.ac.id/wp-content/themes/ppmCorporate







