http://ppm-manajemen.ac.id/wp-content/themes/ppmCorporate
  • October  2014
    Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
       
      1 2 3 4 5
    6 7 8 9 10 11 12
    13 14 15 16 17 18 19
    20 21 22 23 24 25 26
    27 28 29 30 31  
  • Fun and Practical Experiential Learning to be A Great Supervisor

    Para pemimpin terkadang kurang memahami fungsi supervisor yang merupakan first line manager adalah posisi yang cukup kritikal di dalam perusahaan. Mengapa dikatakan posisi yang kritikal? Karena merekalah yang langsung berhubungan dengan satu kelompok kerja terdepan.

    Keberhasilan dalam mengelola kelompok kerja tersebut akan sangat berdampak terhadap kinerja dan image perusahaan. Kondisi yang terjadi saat ini adalah supervisor belum menyadari betapa besarnya peran mereka di perusahaan dan para supervisor belum memaksimalkan potensi yang dimiliki dalam melaksanakan pekerjaannya. (more...)


    Talent Fair 2013 – PPM School of Management

    PPM School of Management kembali mengadakan acara Talent Fair 2013 untuk membuka peluang kerja bagi para mahasiswa tingkat akhir dan lulusan S1/s2 dengan melibatkan perusahaan-perusahaan ternama. Acara ini akan diselenggarakan selama 5 (lima) hari dengan rangkaian kegiatan berupa seminar, company presentation, mock-up interview, walk-in interview, dan psikotes.

    (more...)

    Persembahan PPM Manajemen untuk Indonesia
    [caption id="attachment_5786" align="aligncenter" width="600"] (Foto: Arif Rachman)[/caption]

    Persembahan PPM Manajemen untuk Indonesia-Di usia 47 tahun

    Menteng (26/06/14), Riuh rendah tepuk tangan mengiringi sajian Tari Piring yang dipersembahkan oleh karyawati PPM Manajemen sebagai pembukaan perhelatan Diskusi Panel bertemakan Peran Pemimpin dan Inovasi Perusahaan Angkat Daya Saing di Era MEA 2015”. Di usianya yang menginjak 47 tahun PPM Manajemen memberi “kado” kepada Republik ini, semata demi kemajuan bangsa, sehingga bisa angkat daya saing Indonesia dalam kancah dunia.

    Kado itu berbentuk sebuah penelitian (riset) yang hasilnya dipaparkan dalam diskusi panel bersama para praktisi dan birokrat yang terkait serta akan diteruskan sebagai masukan kepada Pemerintah Republik Indonesia.

    Diskusi panel sendiri dimoderatori oleh Pieter GeroWartawan Senior Kompas Desk Ekonomi Bisnis . Hadir sebagai panelis perwakilan dari kalangan perusahaan (bisnis) :

    1. Ismed Hasan Putro - Direktur Utama PT. Rajawali Nusantara Indonesia

    2. H.M. Johari Zein - Direktur Eksekutif Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE)

    3. Yuswohady Pendiri Komunitas Memberi

    4. Octa Melia Jalal Staf Profesional PPM Manajemen

    Dihadiri sekitar 80 orang, sebagian besar mewakili perusahaan swasta (61%) dengan tingkat jabatan manajer puncak dan madya (64%).

    Melalui Center of Innovation and Collaboration (CIC) dan Center for Human Capital Development (CHCD), yang merupakan dua dari total empat Center yang sengaja dibentuk PPM Manajemen untuk selalu mengawal dunia manajemen, sehingga hal-hal kebaruan didapat demi menyesuaikan perubahan zaman, CIC telah melakukan penelitian terhadap 208 perusahaan Indonesia.

    Penelitian menitik-beratkan mengenai kesiapan perusahaan-perusahaan tersebut melakukan inovasi dan juga karakter pemimpin yang mendukung terciptanya inovasi di perusahaan. Bicara tentang MEA 2015 yang sudah didepan mata, Martinus Sulistyo Rusli Ph.D selaku PPM 1 dalam sambutannya berujar “MEA itu bisa sebagai ancaman tapi malah bisa jadi sebagai peluang, tergantung darimana kita mau melihat”.

    Turut hadir sebagai keynote speaker Ir. Bambang Prijambodo, MA - Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembiayaan Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan/BAPPENAS “siap tidak siap, Indonesia akan terlibat dalam MEA.” ujarnya. Hal yang perlu diperhatikan menyambut MEA menurut Bambang adalah unsur pembentuk daya saing. Banyak yang harus dibenahi, seperti pelabuhan, regulasi dan lainnya, termasuk kemudahan dalam menjalankan bisnis.

    Upaya yang harus dilakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi MEA adalah dengan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, sinergi antara pemerintah dengan dunia usaha juga sangat penting. Kemudian adalah tenaga kerja, memberikan kepastian hukum tentang tenaga kerja, “kita tidak bisa lagi menuntut pasar tenaga kerja, akan diberlakukan rule of origin untuk melindungi tenaga kerja.” . imbuhnya.

    Hasil riset CIC tentang praktik inovasi perusahaan di Indonesia yang dipaparkan oleh Erlinda Yunus, Ph. D antara lain menyimpulkan bahwa secara umum praktik inovasi perusahaan di Indonesia mengalami peningkatan. Inovasi mendorong daya saing, serta pastinya punya kontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Dalam Hal inovasi kebaruan, “baru” disini diartikan sebagai sesuatu yang baru bagi pasar dan baru bagi organisasi, grafik inovasi kebaruan ini juga meningkat. Dampak inovasi terhadap revenue growth adalah perusahaan tumbuh 20-30% setelah melakukan inovasi yang komprehensif.

    “Karakter pemimpin yang dibutuhkan adalah pemimpin yang tidak hanya punya visi, tapi juga berani melakukan perubahan dan memberikan kesempatan pada karyawan untuk melakukan percobaan sesuatu yang baru dan memberikan dukungan.” tutup Erlinda merujuk hasil riset.

    Johari Zein dalam diskusi panel menyinggung tentang karakter leader yang dibutuhkan untuk inovasi, salah satunya adalah karakter berkemauan untuk berbagi. “Sebagai pemimpin, haruslah komit terhadap value, people dan learning untuk membangun daya saing berkaitan dengan integritas, yang membuat inovasi punya daya tahan.” katanya. Menurutnya inovasi ada banyak sekali, namun harus ada yang meramunya menjadi sesuatu yang nyata.

    Lain lagi dengan Ismed Hasan Putro (RNI) yang menyoroti inovasi dari mata BUMN. Menurutnya setiap perubahan dari perusahaan BUMN sangatlah susah karena terkait dengan birokrasi termasuk didalamnya adalah kajian dan sistem pengadaan. “Merubah gaya seorang pemimpin menjadi kunci” ujar Ismet. 

    Menyoal MEA 2015, Ismet mengatakan BUMN ada yang sudah sangat siap dan ada yang belum. Mantan wartawan ini juga menekankan jikalau militansi sebagai bangsa itu perlu, agar tidak dapat dikalahkan oleh perusahaan luar.

    “Keberanian dalam hal inovasi, juga berkaitan dengan berani menanggung risiko jika inovasi gagal.” ujar Melia Jalal (PPM Manajemen). Karakteristik pemimpin yang mendukung inovasi yakni harus  berani dan mempunyai visi. Menurut staf pengajar PPM ini karakter pemimpin memang sulit untuk diubah, namun perilaku bisa diubah. Masukkan aspek perilaku pemimpin yang mendukung inovasi ke dalam model kompetensi.

    Sedangkan Yuswohady selaku pemerhati UKM melihat bahwa Indonesia sudah diacak-acak oleh global brand, market Indonesia diambil oleh global,  dominasi global brand tidak hanya sebatas pada invasi di market, tapi juga pada aspek budaya.  “Innovate or die: applied di Indonesia. Kalau indonesia tidak melakukan inovasi, kita akan mati kalah oleh produk global.” katanya.

    Masih menurut penggagas Komunitas Memberi ini, dalam hal UKM hambatan yang perlu diatasi adalah mental dan karakter entrepreneurship yang tahan banting dan punya daya juang dalam hal bisnis, bukan modal.

    Inovasi harus dilakukan kapanpun, setiap saat. Jangan takut menghadapi MEA 2015, kita sikapi dengan menjadikan peluang. tutup Pieter Gero sebagai moderator. RIF/06/14


    Gathering PDMA Indonesia dan MASTEL

    PPM Manajemen, Selasa (20/05/14) PDMA Indonesia salah satu center milik PPM Manajemen yang merupakan afiliasi PDMA Internasional, organisasi non-profit yang fokus pada isu pengembangan produk baru dan inovasi kembali menyelenggarakan gathering, kali ini menggandeng MASTEL  bertemakan “Win The Competition Through Smart Product Management”.

    Hadir pada kesempatan itu Setyanto P. Santosa (Chairman MASTEL), Andi Ilham Said (Chairman PDMA Indonesia), Kencono Wibowo (Deputy CMO XL Axiata) serta Pepey Riawati Kurnia (Koordinator PDMA Indonesia). Mereka berpadu membahas potret saat ini serta tantangan kedepan dalam ranah industri telekomunikasi Indonesia, juga mengulas bagaimana memenangkan kompetisi dalam dunia telekomunikasi.

    Telekomunikasi di Indonesia merupakan salah satu industri yang berkembang cukup pesat. Hal ini dipengaruhi oleh cepatnya perkembangan perangkat TIK (teknologi informasi komunikasi) bagi dunia telekomunikasi. Tidak mengherankan jika pemain di industri ini semakin banyak dari waktu ke waktu.

    Kendati secara bisnis terjadi peningkatan yang cukup signifikan, Namun nilai perusahaan dalam bidang industri ini di Indonesia masih yang terendah secara regional. Selain itu, industri telekomunikasi juga menghadapi tantangan baru dalam persaingan, terutama dengan mulai dijajakinya teknologi 4G.

    Para pelaku  tentunya perlu untuk mengantisipasi dan mempersiapkan diri menghadapi arena baru persaingan telekomunikasi. Mereka juga dihadapkan pada tantangan untuk mencetuskan produk atau layanan terbaru yang mampu menangkap needs and wants konsumen di tanah air. Salah satu yang dapat dilakukan oleh pelaku industri adalah dengan menekankan fokus pada sisi Product Development dan Management.

    Setyaman P. Santosa orang nomor satu di MASTEL menuturkan bahwa sudah saatnya para pemain telko merubah pola pikirnya. Mengapa demikian dikarenakan isu mendunia saat ini para provider telekomunikasi telah membuat jaringan yang begitu mahal investasinya, tapi pendapatannya diambil oleh over the top yakni Google, Skype, Facebook dan lain sebagainya. “Itu merupakan ancaman” imbuhnya.

    Melalui proses pengembangan produk yang tepat dan sistematis, para pelaku industri dapat mengkreasi inovasi-inovasi bermutu guna meningkatkan kinerja penjualan. Dengan pengembangan produk yang berkualitas, para pelaku industri telekomunikasi akan mampu mengatasi tantangan sekaligus memaksimalkan peluang pasar tanah air dan berkontribusi positif bagi ekonomi Indonesia. RIF/berbagai sumber/05/14


    Donor Darah “Satu Untuk Semua”
     

    PPM Manajemen, Jakarta - Sebagai bentuk kepedulian kepada sesama yang membutuhkan, tim CSR PPM Manajemen bekerjasama dengan CSR HIKA (Himpunan Karyawan) PPM merangkul Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan Donor Darah, di Auditorium Bina Manajemen B pada Jum'at 25 April 2014.

    Program ini menjadi program rutin dalam kegiatan CSR PPM yang kedepannya setiap tiga bulan sekali akan dilaksanakan. Dalam kegiatan kali ini, Terhitung 78 Pendaftar Donor Darah, namun 28 diantaranya dinyatakan tidak boleh mendonor karena beberapa alasan.

    Pendonor terlebih dahulu harus menuliskan namanya di meja pendaftaran. Setelah itu para pendonor harus di cek kesehatannya. Jika tidak ada masalah, maka pendonor bisa diizinkan untuk menyumbangkan darahnya. Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam ini berjalan dengan tertib. Tim CSR PPM berharap dengan adanya program rutin donor darah ini kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya bisa meningkat. Selain untuk berbuat kebaikan bagi sesama, donor darah ini juga memberikan manfaat yang positif bagi para pendonornya seperti menurunkan risiko serangan jantung, membakar kalori, dan mengontrol tekanan darah. RIF/04/14