Transformasi Perusahaan Keluarga

A big picture

Di tengah kondisi perekonomian global yang tidak begitu baik, para pemimpin perusahaan harus bekerja keras guna mempertahankan eksistensi perusahaannya, termasuk perusahaan keluarga. Para pengelola perusahaan keluarga harus jeli membaca perubahan yang terjadi dan bisa beradaptasi dengan cepat untuk melakukan inovasi-inovasi agar tetap kokoh berdiri. Guna membahas transofrmasi di perusahaan keluarga, PPM Manajemen menggelar seminar di penghujung tahun 2016 yang mengangkat tema family business, bagaimana mengelola perusahaan keluarga agar dapat berkelanjutan dan menjadi sukses.

Seminar yang bertajuk Leveraging Family System fo Family Business ini dilangsungkan pada Senin, 19 Desember 2016, di Ruang Gathering Lantai 2, Gedung B PPM Manajemen dan menghadirkan M. Akhsanur Rofi - Faculty Member & Researcher PPM School of Management yang memaparkan hasil riset terkait transformasi family business. Sedangkan untuk sharing dari praktisi yang mengambil sudut pandang  ‘Pendekatan Kepemimpinan’ dalam family business menghadirkan Mochtar Riady pendiri LIPPO Group dan Arif Patrick Rachmat – CEO PT. Triputra Agro Persada.

Bisnis Keluarga bisa menjadi besar karena memiliki visi jangka panjang, nilai yang kuat, dan komitmen yang kuat dari Pemilik.  Namun demikian, konflik internal keluarga bisa mengancam bisnis yang dijalani, bahkan merusak hubungan keluarga. Oleh karena itu, usaha keluarga membutuhkan lebih banyak perhatian, perencanaan dan tetap harus menerapkan prinsip good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik.

Sesi seminar diawali dengan pemaparan riset oleh Akhsanur Rofi, tentang bagaimana family business bisa mengungguli perusahaan non-family business dalam hal kinerjanya. Dari riset dapat diketahui bahwa itu terjadi karena tata kelola (manajemen).

Dalam risetnya, Rofi menampilkan tata kelola perusahaan keluarga di lima Negara termasuk di Indonesia. Melalui perbandingan tersebut akhirnya dapat dilihat komponen tata kelola pembentuk performa menjadi baik terkait pada kontrol, pengaruh, kapital, kepemimpinan, misi bisnis, dan  struktur serta pengambilan keputusan dalam family business.

Mochtar Riadi sebagai salah satu orang yang sukses mengemangkan perusahaan keluarga menyatakan “Carilah kuda, tunggangilah kuda untuk mengejar kuda”. Maksudnya, carilah orang yang superpower yang bisa membantu kita membawa meraih mimpi. Masih menurut pendiri Lippo Grup ini, sensitiflah terhadap situasi sekitar dalam menjalankan bisnis, lihat faktor ekonomi, politik, teknologi dan lain-lain yang dapat mempengaruhi perputaran bisnis.

Lain lagi menurut Arif Patrick sang CEO Tripura Agro Persada, “dalam menjalankan bisnis perusahaan, pisahkan dengan jelas dan tegas ownership dengan manajemen perusahaan.” 

Seminar ditutup dengan diskusi seluruh peserta terkait inspirasi yang didapat dari para narasumber yang dipimpin oleh Octa Melia Jalal, Staf Profesional PPM Manajemen. Kebanyakan perusahaan raksasa di Indonesia awalnya, bahkan hingga kini adalah perusahaan keluarga, yaitu perusahaan yang didirikan, dimiliki, dan sebagian dikelola oleh pendiri dan keluarganya. Harapannya adalah seminar ini dapat memberi inspirasi bagi para praktisi di organisasi Bisnis Keluarga. (RIF)

Share