Industry Gathering PDMA Indonesia – Asosiasi Logistik Indonesia

Roles of PLB (Pusat Logistik Berikat) to Support Excellent Services in Logistics Industry.

Text and image block

Melihat pesatnya pertumbuhan logistik saat ini serta dibangunnya Pusat Logistik Berikat (PLB) untuk kebutuhan rakyat banyak, PDMA Indonesia berkolaborasi dengan Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menyelenggarakan gathering dengan tema “Roles of  PLB (Pusat Logistik Berikat) to Support Excellent Services in Logistics Industry" Selasa, 31 Januari 2017 di Auditorium PPM Manajemen Jl. Menteng Raya No. 9 Jakarta Pusat.

Hadir sebagai pembicara adalah Andi Ilham Said, MSOM., Ph.D – Faculty Member PPM School of Management; Poltak Ambarita – Kasubdit kerjasama logistik Kementerian Perdagangan; Zaldi Ilham Masita, ST., MBA. – VP Corporate Strategy & Development JNE. Dalam gathering yang juga bertepatan dengan perayaan 4th lahirnya PDMA Indonesia ini membahas mengenai perkembangan pelayanan dalam industri logistik yang ada di Indonesia, dukungan pemerintah dalam membangun Pusat Logistik Berikat (PLB), dan inovasi produk yang dihasilkan oleh para pelaku industri.

Seperti kita ketahui bersama, dinamika perekonomian yang dilalui jalur masif perdagangan global seperti negara Indonesia akan semakin menggeliat di tahun ini. “Pengaruh eksternal seperti era ekonomi regional, perjanjian perdagangan global seperti Trans Pacific, ataupun perjanjian bilateral lainnya sangat berdampak pada negeri kepulauan terbuka seperti Indonesia.” ujar Andi Ilham Said. Menurutnya eksposur perusahaan lokal dalam kompetisi perdagangan dan jasa logistik sebagai pendukung tak bisa terelakkan lagi.

Pemerintah meluncurkan Pusat Logistik Berikat (PLB) yang merupakan salah satu dari paket kebijakan ekonomi jilid II. PLB ini dinilai sangat positif oleh Bank Dunia dengan tujuan untuk mendukung distribusi yang murah dan efisien, mendorong pertumbuhan industri dalam negeri serta menjadikan Indonesia sebagai penghubung logistik di  Asia Pasifik.

Terkait ini, Andi Ilham Said mengatakan, PLB ditengarai akan mengurangi dweling time di pelabuhan, menciptakan efisiensi biaya logistik, menciptakan peluang investasi, dan menjadikan Indonesia hub logistik Asia Pasifik. Itu diamini oleh Zaldi selaku praktisi/ pebisnis yang bergelut dari JNE.

Sedangkan Poltak Ambarita dari perwakilan Kementerian Perdagangan yang hadir menyatakan, sesuai Global Competitiveness Index 2016, Indonesia berada di peringkat ke-41 dunia, dan peringkat ke-4 ASEAN di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Menurutnya, yang membuat Indonesia terpuruk sumbernya adalah logistik. "Saat ini adalah momentum untuk mengejar ketertinggalan" ujarnya penuh semangat. (RIF)




Share