Competition in A Free Market

In fact, AEC a chance for producers in Indonesia, raising the strength of local products in order to increasingly global.

Text and image block

 

Oleh : Meinita Nurul Rahmawati, M.M.
           Consumer Behaviour Analyst , Inhouse Learning


*Tulisan ini dimuat di Majalah Market+ edisi 77 April 2016 p. 20

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan zona perdagangan bebas terbesar di dunia. MEA efektif berlaku mulai Januari 2016 dengan cakupan area 4.4 juta km2. Tiga bulan sudah berlalu, tetapi sejauh manakah kita telah merespons peluang tersebut? Atau malah sebaliknya, MEA hanya menjadi hambatan bagi produsen Indonesia untuk semakin berkibar di kancah internasional.

Sejatinya, MEA sebuah kesempatan bagi produsen Indonesia dalam mengibarkan kekuatan melalui produk lokal agar semakin mendunia. Perkembangan pesat media digital telah direspons dengan sangat baik oleh produsen, dijadikan sebagai media agar mampu bersaing di pasar global. Namun, hal tersebut tidaklah cukup memenangkan persaingan. Beberapa hal berikut mungkin dapat dimanfaatkan sebagai amunisi.

 

Tidak Cukup Menciptakan Differentiation, Ciptakanlah Value

Pemasaran sudah masuk pada definisi bukanlah menjual barang atau jasa, tapi menjual sebuah value. Nilai intangible tersebut yang sulit ditiru oleh pesaing. Value dapat tercipta dari produk atau jasa itu sendiri, atau dari success story si owner. Beberapa malah  didapatkan justru berdasarkan opini dari konsumen atau riset intensif. Bahkan, beberapa value tercipta melalui proses ketidaksengajaan. Tugas kita selaku produsen adalah meruncingkan dan mengomunikasikan value tersebut.

 

Bentuk Komunitas

Sosial media memberikan produsen ruang gerak cukup besar untuk dimanfaatkan. Opini dan rekomendasi yang diberikan lingkungan sosial terbukti lebih memiliki pengaruh kepada konsumen dibandingkan tools pemasaran lainnya atau opini dari artis terkenal. Sehingga kita bisa melirik para blogger yang sudah memiliki anggota komunitas.

 

I Love Indonesia

Masih ingat dalam benak kita perjuangan Rio Haryanto menuju kancah F1? Rio tidak berjuang sendiri, tetapi dukungan datang dari seluruh masyarakat Indonesia. Rasa nasionalisme yang dimiliki masyarakat Indonesia tersebut yang dapat kita manfaatkan sebagai bekal agar mampu bersaing di pasar global. Melalui value yang dimiliki dan komunikasi yang tepat, semangat nasionalisme Indonesia merupakan modal yang dapat kita manfaatkan.

 

Ciptakan Kolaborasi, Tidak Sekedar Kompetisi

Setiap produsen pasti memiliki kekurangan, namun dengan membentuk aliansi untuk kolaborasi, jelas akan memperkuat posisi Indonesia untuk mampu bersaing di pasar global. Kolaborasi dapat diciptakan lintas produk atau jasa dengan didukung bisnis model yang tepat. Mindset kolaborasi terasa lebih positif, bahkan hal tersebut sudah dilakukan perusahaan global dan cukup dinilai efektif.

 

Jadi? Masih takut dengan Pasar Bebas?



Administrator

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.