Survive di Commuterline, Survive di Pekerjaan

Dalam dunia kerja, peraturan dan nilai-nilai yang berlaku dalam perusahaan harus diikuti sehingga keberadaan Anda dalam perusahaan mendukung iklim kerja yang sehat. berupaya dengan kemampuan Anda dan tidak menyenggol atau menjatuhkan rekan kerja lain.

Text and image block




Oleh : Pratiwi, M.M. - Consultant, Organization Development Services PPM Manajemen

*Tulisan ini juga dimuat di majalah Market+ Edisi 81, p. 26, Agustus 2016.

Bagi Anda para pengguna jasa commuterline (selanjutnya disebut CL) yang setiap harinya pergi pulang kerja menggunakan CL, tentunya mengetahui perjuangan dari mulai masuk – berada di dalam – sampai keluar dari CL, terutama pada jam-jam sibuk atau jam pergi pulang kantor.

Tentu saja ‘perjuangan’ menggunakan CL sebagai moda transportasi sehari-hari pada jam sibuk tidaklah mudah. Cara kita beradaptasi dan bertahan dalam menggunakan CL supaya bisa selamat sampai tujuan tanpa aral rintang yang berarti ternyata dapat kita terapkan untuk survive dalam dunia kerja.

  1. Mulai dari perjuangan masuk CL, perlu perjuangan keras untuk bisa mengambil posisi tepat di depan pintu kemudian menerobos masuk kerumunan orang yang sudah penuh sesak di dalam kereta. Ini sama halnya ketika Anda ingin masuk perusahaan impian, Anda perlu menunjukan keseriusan dan perjuangan Anda untuk dapat diterima dalam perusahaan tersebut. Persiapan yang matang dalam setiap tahapan seleksinya perlu dilakukan. Jika hanya menunjukan usaha yang biasa-biasa saja, jangan harap Anda bisa diterima dan mengikuti perjalanan karir di perusahaan tersebut.

  2. Ketika berhasil masuk dalam kereta ikutilah peraturan-peraturan di dalamnya, baik yang tertulis seperti : tidak boleh menggunakan kursi lipat maupun peraturan adat yang tidak tertulis seperti misalnya : tidak menggunakan heels terutama pada jam sibuk dan sebaiknya menguncir rambut yang tergerai. Sama halnya dalam dunia kerja, peraturan dan nilai-nilai yang berlaku dalam perusahaan harus diikuti sehingga keberadaan Anda dalam perusahaan mendukung iklim kerja yang sehat.

  3. Memahami kondisi sekitar juga merupakan hal yang tidak kalah penting, mencoba memahami setiap kelakuan penumpang lain dan tidak cepat emosi jika ada yang kurang berkenan akan menjaga kehormatan Anda. Berkata-kata dengan nada dan pilihan kata yang tidak menyingung dan memancing emosi sangat diperlukan. Hal tersebut pun berlaku di pekerjaan Anda, baik kepada pimpinan, bawahan, maupun rekan kerja. Seringkali kita terlihat bodoh karena tidak bisa mengelola emosi sendiri. Seorang pimpinan kehilangan kewibawaannya karena kontrol emosi yang buruk.

  4. Untuk dapat berdiri tegak, tidak ‘goyang-goyang’ menyenggol atau mendorong penumpang lainnya, kita harus berpegangan pada handle yang tersedia. Di dunia kerja pun untuk tetap dapat bertahan di dalam perusahaan, sebaiknya Anda pun berupaya dengan kemampuan Anda dan tidak menyenggol atau menjatuhkan rekan kerja lain.

  5. Berikan bantuan bagi penumpang lain, berikan tempat duduk bagi penumpang lain yang lebih membutuhkan atau bantu carikan tempat duduk bagi mereka, bantu penumpang lain meletakkan dan mengambil barang dari bagasi atas, atau bantuan sekecil apapun yang dapat Anda lakukan. Jadilah orang yang ringan tangan. Sama halnya di dalam perusahaan, menjadi orang yang suka membantu dengan ikhlas dan tulus akan lebih disenangi dan dipandang baik dalam pekerjaan.

  6. Jika mau keluar dari kereta, kita harus permisi dan menanyakan penumpang-penumpang di depan pintu apakah akan turun atau tidak sehingga kita bisa keluar dari kereta dengan smooth tanpa mendorong-dorong dan memaksa penumpang lain ikut keluar dari kereta. Sama halnya jika Anda akan keluar dari perusahaan, keluarlah secara baik-baik, jangan tinggalkan jejak tidak menyenangkan di saat-saat terakhir.

Dari poin-poin di atas, Anda bisa survive di commuterline, survive juga di pekerjaan!

Share