Personal Branding Seorang Puteri

Layaknya sebuah piramida, membangun dari susunan paling bawah menuju ke atas. Susunan awal adalah determine who you are, menetapkan apa spesialisasi diri kita.

Text and image block




Oleh: Pepey Riawati Kurnia M.M.
         Ketua Program Pasca Sarjana PPM School of Management

*Tulisan ini dimuat di SWA Online

Masyarakat Indonesia baru saja menyaksikan dua perhelatan besar pemilihan Puteri Indonesia dan Miss Indonesia. Keduanya diusung oleh perusahaan besar dalam industri kosmetik yang sudah berpengalaman dalam mengharumkan nama Indonesia melalui produk-produk kosmetik dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia.

Nampak jelas setiap peserta mencoba untuk menampilkan value diri agar masuk dalam kriteria juri sebagai yang layak menjadi seorang puteri. Untuk lingkup pengetahuan pemasaran, hal ini dikenal sebagai personal branding yang didefinisikan sebagai “It is about defining what makes you different, relevant and compelling, and using that to make an impact and achieve your goals.” Ada kesatuan proposisi nilai yang dibangun dalam personal branding. Nilai yang berbeda (different) yang tidak dimiliki oleh orang lain, langka dan sulit ditiru.

Lalu apa manfaatnya membangun personal branding? Dalam era digital saat ini, kecepatan menjadi bagian dari kebutuhan manusia untuk bisa menang bersaing. Tidak cepat dalam peluncuran produk baru, maka pesaing yang akan lebih dulu mengambil kesempatan. Tidak mengherankan produk yang tidak memiliki nilai tambah akan cepat ditiru, akhirnya menjadi produk komoditi yang tidak bernilai dan dijual murah.

Personal Branding bagi seorang individu, bisa memberikan manfaat yakni menjelaskan ‘who you are’, dengan nilai-nilai yang membedakan dengan orang lain. Lebih lanjut, Personal Branding juga menjanjikan solusi atas problem yang diajukan kepadanya karena nilai tambah yang dikomunikasikan. Namun perlu diingat, Personal Branding harus dibangun dari authenticity, tidak dibuat-buat, karena trust amatlah penting.

Lalu bagaimana cara membangun Personal Branding? Pertama sekali, perlu dilakukan reflektif diri, menemukan nilai tambah dari diri sendiri. Banyak dan terus belajar dari sumber-sumber pengetahuan terpercaya untuk menambah konten diri. Perlu menjalin jejaring yang mampu memberikan kontribusi dalam menginformasikan Personal Branding.

Membuat strategi pemasaran agar tepat mengenai pasar sasaran/audience yang dituju. Pesan dalam komunikasi juga perlu ditata yang sesuai agar sampai dan dimengerti.  Dengan bantuan teknologi, maka perlu dilakukan pengukuran atas Personal Branding yang dibangun. Misal melalui media sosial berapa banyak yang ‘like’ atau memberikan respon positif.

Jadi tidak sulit membangun Personal Branding. Seperti yang dikemukakan dalam The Personal Branding Pyramid. Layaknya sebuah piramida, membangun dari susunan paling bawah menuju ke atas. Susunan awal adalah determine who you are, menetapkan apa spesialisasi diri kita, apa nilai-nilai tambah yang membedakan diri kita dengan orang lain.

Susunan berikutnya kita menetapkan what you do, apa yang akan kita lakukan sebagai bagian dari pelayanan diri atas masyarakat atau negara sehingga kontribusi diri menjadi signifikansi keberadaan kita. Naik lagi ke susunan lebih atas, tetapkan position your self, perlu jeli menetapkan siapa audience yang akan melihat, mengamati dan mengenal Personal Branding yang kita komunikasikan.

Setelah semua tersusun dengan apik, susunan paling atas, manage your brand. Kelola Personal Branding yang sudah dibangun, jangan berhenti, selalu lakukan evaluasi sehingga Personal Branding bisa bertahan dan terus bersinar.

Banyak contoh mengenai Personal Branding yang berhasil. Baru-baru ini, halaman berita dipenuhi bagaimana Donald Trump berargumentasi dengan Paus Fransiskus. Keduanya memiliki Personal Branding sangat berbeda dengan pijakan nilai dalam membangun yang berbeda pula. Politikus membangun Personal Branding hanya dalam kurun waktu tertentu, ingin mencapai kemenangan dalam kompetisi menjadi kadidat terpilih. Paus terpilih dari kriteria yang ditetapkan Roma, membangun Personal Branding untuk umatnya dalam kurun waktu yang lama.

Kembali ke Puteri atau Miss Indonesia, Personal Branding merupakan keharusan bagi mereka yang berhasil menang atau menjadi finalis untuk tetap bisa menuju karir yang diinginkan dan tidak mudah dilupakan.




Share