Pencitraan

Sejatinya, apapun pekerjaan Anda, baik itu sebagai karyawan biasa atau entrepreneur, personal branding adalah sebuah keharusan

Text and image block

 





Oleh : Arif Rachman Corporate Communication PPM Manajemen



*Tulisan ini dimuat di SWA Online

Saat penulis masih duduk di kursi sekolah dasar, ada seorang pedagang minuman keliling dengan gerobak menjajakan bermacam minuman es dengan berbagai termos warna warni. Bukan itu saja, pak Iwang begitu ia biasa dipanggil juga berpenampilan nyentrik lain daripada yang lain. Memakai topi koboi, juga sepatu boot jungle ciri khas koboi.

Selama hampir 6 tahun penulis disuguhi pemandangan itu oleh Pak Iwang. Alhasil setiap ada yang berpenampilan seperti itu, pasti Pak Iwang dan aneka minuman es-nya yang terlintas di benak.

Seperti itulah rupanya branding, semua hal yang melekat dalam diri dan terpancar keluar, serta bisa dibilang yang menjadi pembeda. Pun bila bicara dalam konteks perusahaan, branding adalah segala yang melekat atas nama perusahaan, mulai dari logo, simbol, warna, seragam, budaya, sampai karyawan adalah sebuah branding yang membedakan dengan perusahaan lainnya.

Dewasa ini branding tidak berhenti pada level permukaan perusahaan saja, tetapi juga merasuk sampai ke sendi-sendi para karyawan, itulah mengapa sekarang marak istilah employer branding, sebuah upaya mempromosikan perusahaan kepada orang-orang yang ingin direkrut lalu dipertahankan sebagai karyawan perusahaan. Bahkan nilai-nilai perusahaan dan budaya perusahaan juga akan melekat ke karyawan, dengan begitu promosi nama atau citra perusahaan kepada pelanggan juga didapat.

Dalam ranah individu, ada personal branding, adalah sebuah upaya untuk menjual, melabelkan, dan mencitrakan diri sendiri kepada khalayak ramai. Sama seperti branding perusahaan, personal branding bertujuan untuk memasarkan. Yang dipasarkan adalah diri sendiri. Adapun keuntungannya adalah membuka peluang profesional seperti karir yang lebih baik, jejaring yang lebih luas, dipandang kompeten, mempunyai nilai tambah dan yang pasti selalu diingat oleh orang lain karena kompetensinya.

Sejatinya, apapun pekerjaan Anda, baik itu sebagai karyawan biasa atau entrepreneur, personal branding adalah sebuah keharusan, merupakan sebuah investasi yang sungguh besar. Personal branding ini terbentuk dari pandangan, penilaian, perkataan, dan reaksi orang lain terhadap diri kita. Maka, ini semua bergantung dengan bagaimana kita merepresentasikan diri di depan orang lain. Kuncinya ada di tangan kita sendiri, kitalah yang menentukan bagaimana orang lain ingin menilai diri kita sebagai apa.

Dari berbagai seminar yang pernah penulis ikuti, untuk membentuk personal branding ini terdapat langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Tentukan dahulu Citra diri Anda.

Bentuklah persepsi bahwa diri Anda sangat-sangat mahir dalam bidang yang digeluti. Tetapi jangan sampai hanya sebatas gaya, yang terpenting adalah bagaimana perbuatan dan perlakuan Anda dalam berkarya/ bekerja.

  1. Maksimalkan peran Sosial Media.

Jika citra diri sudah dipilih, lalu Facebook, Twitter, LinkedIn, Path, Instagram dan lain-lain, pergunakanlah untuk profil keprofesionalan Anda. Buatlah akun sosial media sebagai cerminan diri sebuah citra yang mau dibentuk. Jangan malas berinteraksi dengan teman-teman di sosial media Anda. Luangkan waktu, pergunakan ini sebagai ruang untuk memarketingkan diri.

  1. Go Blog

Selanjutnya, buatlah blog. Sebuah media untuk publikasi dan branding dari mulai kampanye sampai sebagai buku harian. Blog sendiri adalah sarana untuk mengiklankan si penulisnya, bukan iklan jualan barang dagangan. Melalui blog, tumpahkan semua keahlian Anda di dalamnya, tunjukkan pada khalayak bahwa Anda yang kompeten dibidangnya. Dengan begitu blog juga menjadi wahana pembeda diri Anda dengan yang lain.

  1. Konsisten

Bila semuanya sudah terbentuk, konsistenlah. Ini bukan mengajak untuk tidak berkembang, dan berpuas diri dengan apa yang sudah di raih terutama dalam hal keilmuan/ kompetensi. Hidup memang harus berkembang mengikuti pergerakan zaman begitu juga kompetensi harus bertambah. Namun jika menguasai hal baru, jangan meninggalkan hal lama yang sudah di-branding dalam diri. Tambahlah kompetensi diri Anda, dan masukkan ke personal branding kembali.

Jadi, hidup itu memang penuh pencitraan. Bukan cuma perusahaan, partai ataupun calon Gubernur yang boleh melakukan pencitraan. Kita sebagai individu juga perlu sebuah pencitraan, untuk memarketingkan diri untuk suksesnya karir dan usaha.

Share